Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Pengaruh Nanofluida Titanium Dioksida (TiO2) Terhadap Kinerja Fluida Dasar Pada Perpindahan Panas Pada Alat Penukar Panas Pipa Ganda

View through CrossRef
Alat penukar kalor merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan kalor dari sistem ke sistem lain tanpa perpindahan massa dan bisa berfungsi sebagai pemanas maupun sebagai pendingin. Salah satu alat yang digunakan untuk melakukan proses pemindahan kalor tersebut adalah Penukar kalor pipa ganda, alat ini mempunyai desain yang sederhana, dengan pipa yang membentuk horizontal dimana terdapat 2 pipa kecil di bagian dalam masing-masing pipa dan pipa besar di bagian luarnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi efesiensi dari alat penukar panas adalah fluida yang digunakan. Perkembangan dalam nanoteknologi saat ini telah menciptakan suatu kelas fluida baru yang disebut nanofluida. Penggunaan Nanofluida menunjukkan stabilitas yang lebih baik dan konduktivitas termal yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan fluida biasa. Titanium dioksida (TiO2 ) digunakan sebagai nanofluida dengan konsentrasi 0,4%, 0,6%, dan 0,8%. Setiap fraksi massa nanofluida diterapkan pada sistem dengan debit 0,3, 0,6, dan 0,9 liter/menit. Data yang di dapat berupa temperatur input dan output. Dengan pengolahan data didapat thermophysical properties dan perpindahan panas. Penggunaan titanium dioksida pada alat penukar panas pipa ganda mempengaruhi peningkatan laju perpindahan panas nanofluida dan mendapatkan nilai tertinggi pada variasi konsentrasi nanofluida TiO2 0,8% dengan debit 0,9 l/min yaitu sebesar 0,35 W. Peningkatan ini terjadi karena adanya peningkatan konduktivitas termal pada nanofluida TiO2.
Title: Analisis Pengaruh Nanofluida Titanium Dioksida (TiO2) Terhadap Kinerja Fluida Dasar Pada Perpindahan Panas Pada Alat Penukar Panas Pipa Ganda
Description:
Alat penukar kalor merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan kalor dari sistem ke sistem lain tanpa perpindahan massa dan bisa berfungsi sebagai pemanas maupun sebagai pendingin.
Salah satu alat yang digunakan untuk melakukan proses pemindahan kalor tersebut adalah Penukar kalor pipa ganda, alat ini mempunyai desain yang sederhana, dengan pipa yang membentuk horizontal dimana terdapat 2 pipa kecil di bagian dalam masing-masing pipa dan pipa besar di bagian luarnya.
Salah satu faktor yang mempengaruhi efesiensi dari alat penukar panas adalah fluida yang digunakan.
Perkembangan dalam nanoteknologi saat ini telah menciptakan suatu kelas fluida baru yang disebut nanofluida.
Penggunaan Nanofluida menunjukkan stabilitas yang lebih baik dan konduktivitas termal yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan fluida biasa.
Titanium dioksida (TiO2 ) digunakan sebagai nanofluida dengan konsentrasi 0,4%, 0,6%, dan 0,8%.
Setiap fraksi massa nanofluida diterapkan pada sistem dengan debit 0,3, 0,6, dan 0,9 liter/menit.
Data yang di dapat berupa temperatur input dan output.
Dengan pengolahan data didapat thermophysical properties dan perpindahan panas.
Penggunaan titanium dioksida pada alat penukar panas pipa ganda mempengaruhi peningkatan laju perpindahan panas nanofluida dan mendapatkan nilai tertinggi pada variasi konsentrasi nanofluida TiO2 0,8% dengan debit 0,9 l/min yaitu sebesar 0,35 W.
Peningkatan ini terjadi karena adanya peningkatan konduktivitas termal pada nanofluida TiO2.

Related Results

Kaji efisiensi temperatur penukar panas dengan variasi aliran untuk aplikasi pengering
Kaji efisiensi temperatur penukar panas dengan variasi aliran untuk aplikasi pengering
Abstrak Heat exchanger atau alat penukar panas adalah alat-alat yang digunakan untuk mengubah temperatur fluida atau mengubah fasa fluida dengan cara mempertukarkan panasnya dengan...
KARAKTERISASI TEBAL LAPISAN BATAS FLUIDA NANO ZrO2 DI PERMUKAAN PEMANAS PADA PROSES KONVEKSI ALAMIAH
KARAKTERISASI TEBAL LAPISAN BATAS FLUIDA NANO ZrO2 DI PERMUKAAN PEMANAS PADA PROSES KONVEKSI ALAMIAH
ABSTRAK KARAKTERISASI Tebal Lapisan Batas Fluida Nano ZrO2 di permukaan pemanas pada Proses Konveksi Alamiah. Pendinginan sistem sangat dipengaruhi oleh proses perpindahan panas ko...
ANALISA FAKTOR GESEKAN ALAT PENUKAR KALOR PIPA KONSENTRIK SALURAN SILINDER SKALA LABORATORIUM
ANALISA FAKTOR GESEKAN ALAT PENUKAR KALOR PIPA KONSENTRIK SALURAN SILINDER SKALA LABORATORIUM
Alat penukar kalor adalah suatu alat untuk memindahkan kalor antara dua jenis fluida. Pada Pengujian ini, menggunakan pipa aluminium dengan diameter luar pipa dalam 25mm, diameter ...
Pembuatan Dan Pengujian Alat Praktikum Penukar Kalor Tipe Double Pipe
Pembuatan Dan Pengujian Alat Praktikum Penukar Kalor Tipe Double Pipe
Perpindahan panas telah menjadi matakuliah dibeberapa program studi teknik diseluruh indonesia. Selain itu, matakuliah penukar kalor juga telah banyak dibuka sebagai matakuliah pil...
ANALISIS NILAI TRANSFER PANAS DALAM HEAT EXCHANGER TYPE 1-1 SHELL AND TUBE ALIRAN COUNTER CURRENT MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS
ANALISIS NILAI TRANSFER PANAS DALAM HEAT EXCHANGER TYPE 1-1 SHELL AND TUBE ALIRAN COUNTER CURRENT MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS
Unit PLTA memanfaatkan turbin untuk mengkonversi energi kinetik air menjadi energi listrik. Arus alternatif yang terbentuk oleh turbin dikonversi oleh transformator menjadi arus be...
Decolorization of textile wastewater by electrooxidation process using different anode materials: Statistical optimization
Decolorization of textile wastewater by electrooxidation process using different anode materials: Statistical optimization
AbstractThe presence of reactive dyes in textile wastewater is a serious environmental concern due to their associated mutagenic and carcinogenic effects. The present study aims to...
STUDI EKSPERIMENTAL KINERJA PIPA KALOR FLEKSIBEL
STUDI EKSPERIMENTAL KINERJA PIPA KALOR FLEKSIBEL
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja pipa kalor fleksibel. Pipa kalor fleksibel dibuat denganpanjang 450 mm. Bagian evaporator terbuat dari tembaga dengan panjang 150 mm,...

Back to Top