Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUBUNGAN RIWAYAT PEROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERSEKRESI MUKUS PADA PASIEN INTRA ANESTESI DENGAN GENERAL ANESTESI DI RSUD KOTA YOGYAKARTA

View through CrossRef
Tindakan operasi dengan general anestesi secara global semakin meningkat, termasuk di Indonesia. Anestesi juga dapat memicu komplikasi seperti hipersekresi mukus yang mengganggu saluran napas dan berisiko menyebabkan hipoksia. Pasien perokok memiliki risiko lebih tinggi karena kebiasaan merokok meningkatkan produksi mukus dan merusak mekanisme pembersihan saluran napas. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat merokok dengan kejadian hipersekresi mukus pada pasien intra anestesi dengan general anestesi di RSUD Kota Yogyakarta. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian terdiri dari 84 pasien yang menjalani anestesi umum, dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan bahwa kejadian hipersekresi mukus paling banyak terjadi pada kelompok perokok sedang (89,6%) dan berat (90,9%), dibandingkan dengan perokok ringan (56%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi p = 0,002 (p < 0,05). Kesimpulan yaitu terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara riwayat merokok dengan kejadian hipersekresi mukus pada pasien yang menjalani anestesi umum di RSUD Kota Yogyakarta (p value = 0,002).
Title: HUBUNGAN RIWAYAT PEROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERSEKRESI MUKUS PADA PASIEN INTRA ANESTESI DENGAN GENERAL ANESTESI DI RSUD KOTA YOGYAKARTA
Description:
Tindakan operasi dengan general anestesi secara global semakin meningkat, termasuk di Indonesia.
Anestesi juga dapat memicu komplikasi seperti hipersekresi mukus yang mengganggu saluran napas dan berisiko menyebabkan hipoksia.
Pasien perokok memiliki risiko lebih tinggi karena kebiasaan merokok meningkatkan produksi mukus dan merusak mekanisme pembersihan saluran napas.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat merokok dengan kejadian hipersekresi mukus pada pasien intra anestesi dengan general anestesi di RSUD Kota Yogyakarta.
Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional.
Sampel pada penelitian terdiri dari 84 pasien yang menjalani anestesi umum, dipilih dengan teknik purposive sampling.
Hasil penelitian ditemukan bahwa kejadian hipersekresi mukus paling banyak terjadi pada kelompok perokok sedang (89,6%) dan berat (90,9%), dibandingkan dengan perokok ringan (56%).
Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi p = 0,002 (p < 0,05).
Kesimpulan yaitu terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara riwayat merokok dengan kejadian hipersekresi mukus pada pasien yang menjalani anestesi umum di RSUD Kota Yogyakarta (p value = 0,002).

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Merokok sudah menjadi hal lazim yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Baik itu dari kalangan anak-anak  maupun orang tua.  Banyak orang yang merokok di dekat anggota keluargany...
Analisis Perbandingan Sitomorfometrik Apusan Bukal pada Perokok dan Non Perokok
Analisis Perbandingan Sitomorfometrik Apusan Bukal pada Perokok dan Non Perokok
Abstract. Cigarettes contain harmful substances, mainly nicotine, tar and carbon monoxide (CO) which are also carc5inogenic.  Chemical substances in cigarettes can cause cellular c...
HUBUNGAN HEMODINAMIK TERHADAP KEJADIAN INTRA OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (IONV) PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RSUD BENDAN
HUBUNGAN HEMODINAMIK TERHADAP KEJADIAN INTRA OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (IONV) PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RSUD BENDAN
Spinal anestesi adalah teknik melakukan anestesi blok neuroaksial dengan menyuntikkan anestesi lokal atau obat adjuvan ke dalam ruang subaraknoid. Tindakan spinal anestesi memiliki...
Pengembangan Model Matematika Dinamika Perokok Di Kota Bogor
Pengembangan Model Matematika Dinamika Perokok Di Kota Bogor
Masih tingginya kasus perokok di Kota Bogor menjadi alasan bagi masyarakat, praktisi kesehatan, pemerintah untuk mengambil langkah dan kebijakan yang tepat dalam mencegah meluasnya...
Gambaran kejadian postoperative nausea vomiting (PONV) pada pasien general dan regional anestesi
Gambaran kejadian postoperative nausea vomiting (PONV) pada pasien general dan regional anestesi
Background: Postoperative nausea and vomiting (PONV) is a common complication after anesthetic procedures, both general and regional. This condition can cause discomfort, prolong r...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Pasien di RSUD Kota Makassar
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Pasien di RSUD Kota Makassar
Menurut Kemenkes RI Nomor 129/Menkes/SK/II 2008 waktu tunggu pelayanan adalah waktu yang diperlukan mulai dari pasien mendaftar di tempat pendaftraran pasien rawat jalan (TPPRJ), s...

Back to Top