Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Trauma bonding pada Korban Kekerasan dalam Pacaran

View through CrossRef
Abstract. Dating violence is a serious phenomenon that has negative physical and psychological impacts on victims. Despite these negative consequences, many victims choose to maintain the relationship, disregarding their own well-being. This phenomenon can be explained through the concept of trauma bonding, where victims develop a strong emotional attachment to the perpetrator of violence in romantic relationships. This study aims to examine the phenomenon of trauma bonding in victims of dating violence in West Java. The research employs a descriptive study method with a quantitative approach. It is part of a larger study investigating the relationship between empathy and trauma bonding in victims of dating violence. The study sample consists of 115 respondents selected using purposive sampling techniques. The data collected indicate that the majority of respondents exhibit high levels of trauma bonding, suggesting a strong emotional attachment between the victims and the perpetrators of dating violence. Abstrak. Kekerasan dalam pacaran merupakan fenomena serius yang menimbulkan dampak negatif baik secara fisik maupun psikologis bagi korban. Meski berdampak negatif, banyak korban kekerasan justru  memilih mempertahankan hubungan tanpa mempedulikan dirinya sendiri. Fenomena ini dapat dijelaskan dengan konsep trauma bonding, dimana korban mengembangkan ikatan emosional yang kuat dengan pelaku kekerasan dalam hubungan romantis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat fenomena trauma bonding pada korban kekerasan dalam pacaran di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian lain yang meneliti mengenai hubungan antara empati dan trauma bonding pada korban kekerasan dalam pacaran. Sampel penelitian terdiri dari 115 responden, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa mayoritas responden menunjukkan tingkat trauma bonding  tinggi yang mengindikasikan adanya keterikatan emosional yang kuat antara korban dengan pelaku kekerasan dalam pacaran.
Title: Trauma bonding pada Korban Kekerasan dalam Pacaran
Description:
Abstract.
Dating violence is a serious phenomenon that has negative physical and psychological impacts on victims.
Despite these negative consequences, many victims choose to maintain the relationship, disregarding their own well-being.
This phenomenon can be explained through the concept of trauma bonding, where victims develop a strong emotional attachment to the perpetrator of violence in romantic relationships.
This study aims to examine the phenomenon of trauma bonding in victims of dating violence in West Java.
The research employs a descriptive study method with a quantitative approach.
It is part of a larger study investigating the relationship between empathy and trauma bonding in victims of dating violence.
The study sample consists of 115 respondents selected using purposive sampling techniques.
The data collected indicate that the majority of respondents exhibit high levels of trauma bonding, suggesting a strong emotional attachment between the victims and the perpetrators of dating violence.
Abstrak.
Kekerasan dalam pacaran merupakan fenomena serius yang menimbulkan dampak negatif baik secara fisik maupun psikologis bagi korban.
Meski berdampak negatif, banyak korban kekerasan justru  memilih mempertahankan hubungan tanpa mempedulikan dirinya sendiri.
Fenomena ini dapat dijelaskan dengan konsep trauma bonding, dimana korban mengembangkan ikatan emosional yang kuat dengan pelaku kekerasan dalam hubungan romantis.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat fenomena trauma bonding pada korban kekerasan dalam pacaran di Jawa Barat.
Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.
Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian lain yang meneliti mengenai hubungan antara empati dan trauma bonding pada korban kekerasan dalam pacaran.
Sampel penelitian terdiri dari 115 responden, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Data yang diperoleh menunjukkan bahwa mayoritas responden menunjukkan tingkat trauma bonding  tinggi yang mengindikasikan adanya keterikatan emosional yang kuat antara korban dengan pelaku kekerasan dalam pacaran.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pengaruh Insecure Attachment terhadap Perilaku Kekerasan Psikologis dalam Berpacaran pada Remaja
Pengaruh Insecure Attachment terhadap Perilaku Kekerasan Psikologis dalam Berpacaran pada Remaja
Abstract. Cases of dating violence in Bandung City are currently the highest after domestic violence and have been increasing every year. The attachment style theory can be used to...
Pendampingan Pastoral bagi Pacaran Beda Agama di Gereja Beth-El Tabernakel Sei Menggaris Menurut 2 Korintus 6:14-18
Pendampingan Pastoral bagi Pacaran Beda Agama di Gereja Beth-El Tabernakel Sei Menggaris Menurut 2 Korintus 6:14-18
Interfaith dating is a phenomenon that cannot be avoided. Regardless of the pros and cons of the church on whether or not different religions are allowed to date. The church thinks...
Attachment Style pada Korban Kekerasan dalam Pacaran
Attachment Style pada Korban Kekerasan dalam Pacaran
Abstract. Dating violence is an increasing phenomenon and a global concern. This study aims to understand the role of attachment style in increasing individuals' vulnerability to d...
BENTUK PELINDUNGAN TERHADAP KORBAN, PENDAMPING KORBAN, DAN SAKSI KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI
BENTUK PELINDUNGAN TERHADAP KORBAN, PENDAMPING KORBAN, DAN SAKSI KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI
Kekerasan seksual banyak terjadi di dunia Pendidikan, salah satunya pada jenjang Pendidikan tinggi. Banyak korban kekerasan seksual di lingkungan pergurusan tinggi tidak berani me...
UPAYA LEMBAGA RIFKA ANNISA WOMEN’S CRISIS CENTER DALAM MENANGANI KORBAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN
UPAYA LEMBAGA RIFKA ANNISA WOMEN’S CRISIS CENTER DALAM MENANGANI KORBAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dan hambatan-hambatan Lembaga Rifka Annisa Women’s Crisis Center dalam menangani korban kekerasan terhadap perempuan. Metode pengump...
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Urgensi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual dalam Perspektif Hukum Adat di Kabupaten Buleleng
Berbagai motif kejahatan seksual berkembang dalam dua dekade ini. Berkembangnya teknologi informasi serta arus globalisasi menambah kembali deretan modus operandi baru dalam kejaha...
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL YANG BERBASIS MANIPULASI PSIKOLOGIS
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL YANG BERBASIS MANIPULASI PSIKOLOGIS
BSTRAKKekerasan seksual, yang dapat diartikan sebagai segala perbuatan yangmemenuhi unsur tindak pidana dan perbuatan kekerasan seksual lainnya yang mencakupberbagai jenis tindakan...

Back to Top