Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SUBSTITUSI AGREGAT KASAR MENGGUNAKAN PECAHAN TEMPURUNG KELAPA PADA CAMPURAN BETON NORMAL

View through CrossRef
Abstrak. Penelitian eksperimental ini adalah pembuatan campuran beton dengan menggunakan pecahan tempurung kelapa sebagai pengganti sebagian agregat kasar. Tempurung kelapa yang digunakan merupakan limbah yang diambil dari pasar di Surabaya. Variasi tempurung kelapa pada campuran digunakan sebesar 0 persen, 10 persen, 20 persen dan 30 persen dari berat agregat kasar. Perhitungan mix design menggunakan metode DOE dengan FAS (Faktor Air Semen) sebesar 0,5. Benda uji beton berupa silinder diameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Pengujian beton yang dilakukan adalah uji kuat tekan dan uji kuat tarik belah pada usia 7, 14 dan 28 hari. Dari hasil uji yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa campuran beton dengan pecahan tempurung kelapa sebesar 10 persen dari berat agregat kasar menghasilkan nilai kuat tekan sebesar 22,038 MPa, lebih tinggi 1,06 persen dibanding kuat tekan beton normal yang menghasilkan sebesar 20,764 MPa. Kuat tarik belah beton dengan pecahan tempurung kelapa sebesar 10 persen dari berat agregat kasar menghasilkan nilai kuat tarik belah sebesar 4,53 MPa, lebih tinggi 1,06 persen dibanding kuat tarik belah beton normal sebesar 4,26 MPa. Substitusi pecahan tempurung kelapa ke dalam campuran beton sebesar 10 persen dari berat agregat kasar dapat meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah dari beton kondisi normal dan merupakan campuran yang menghasilkan kekuatan optimal pada beton. Kata kunci: Beton, tempurung kelapa, substitusi, agregat kasar.
Title: SUBSTITUSI AGREGAT KASAR MENGGUNAKAN PECAHAN TEMPURUNG KELAPA PADA CAMPURAN BETON NORMAL
Description:
Abstrak.
Penelitian eksperimental ini adalah pembuatan campuran beton dengan menggunakan pecahan tempurung kelapa sebagai pengganti sebagian agregat kasar.
Tempurung kelapa yang digunakan merupakan limbah yang diambil dari pasar di Surabaya.
Variasi tempurung kelapa pada campuran digunakan sebesar 0 persen, 10 persen, 20 persen dan 30 persen dari berat agregat kasar.
Perhitungan mix design menggunakan metode DOE dengan FAS (Faktor Air Semen) sebesar 0,5.
Benda uji beton berupa silinder diameter 100 mm dan tinggi 200 mm.
Pengujian beton yang dilakukan adalah uji kuat tekan dan uji kuat tarik belah pada usia 7, 14 dan 28 hari.
Dari hasil uji yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa campuran beton dengan pecahan tempurung kelapa sebesar 10 persen dari berat agregat kasar menghasilkan nilai kuat tekan sebesar 22,038 MPa, lebih tinggi 1,06 persen dibanding kuat tekan beton normal yang menghasilkan sebesar 20,764 MPa.
Kuat tarik belah beton dengan pecahan tempurung kelapa sebesar 10 persen dari berat agregat kasar menghasilkan nilai kuat tarik belah sebesar 4,53 MPa, lebih tinggi 1,06 persen dibanding kuat tarik belah beton normal sebesar 4,26 MPa.
Substitusi pecahan tempurung kelapa ke dalam campuran beton sebesar 10 persen dari berat agregat kasar dapat meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah dari beton kondisi normal dan merupakan campuran yang menghasilkan kekuatan optimal pada beton.
 Kata kunci: Beton, tempurung kelapa, substitusi, agregat kasar.

Related Results

ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
Analisis pemanfaatan limbah beton ready mix dari PT X berlokasi di Surabaya sebagai substitusi agregat kasar terhadap kuat tekan beton
Analisis pemanfaatan limbah beton ready mix dari PT X berlokasi di Surabaya sebagai substitusi agregat kasar terhadap kuat tekan beton
Beton adalah bahan konstruksi utama yang paling umum digunakan, sehingga meningkatnya permintaan bahan baku dapat mendorong penambangan agregat kasar secara terus-menerus, yang ber...
PEMANFAATAN LIMBAH SANDAL KARET SEBAGAI MATERIAL SUBSTITUSI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON
PEMANFAATAN LIMBAH SANDAL KARET SEBAGAI MATERIAL SUBSTITUSI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON
ABSTRAK: Beton sebagai bahan konstruksi pada masa sekarang ini masih banyak digunakan, mengingat sifat beton yang mudah dibentuk dan harga yang relatif masih lebih murah jika diban...
Pengaruh Kebersihan Agregat terhadap Kualitas dan Kekuatan Beton
Pengaruh Kebersihan Agregat terhadap Kualitas dan Kekuatan Beton
Penelitian ini mengevaluasi pengaruh kebersihan agregat terhadap kualitas dan kekuatan beton, dengan fokus khusus pada berbagai sifat mekanik dan fisik beton yang menggunakan agreg...
PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON DENGAN CAMPURAN AGREGAT LOKAL (BATU PECAH SELANGIT PASIR SIRING AGUNG)
PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON DENGAN CAMPURAN AGREGAT LOKAL (BATU PECAH SELANGIT PASIR SIRING AGUNG)
Beton dalam teknik sipil memegang peranan penting karena sering kali digunakan sebagai struktur dalam konstruksi beton. Struktur beton sangat dipengaruhi oleh komposisi dan kualita...
PENGARUH CANGKANG KEMIRI SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON
PENGARUH CANGKANG KEMIRI SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON
Teknologi konstruksi beton diarahkan bersifat berkelanjutan dan ramah lingkungan. Limbah cangkang kemiri sebagai pengganti agregat kasar campuran beton diketahui bahwa cangkang kem...
PENGARUH SUBSTITUSI CANGKANG SAWIT TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI
PENGARUH SUBSTITUSI CANGKANG SAWIT TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI
Beton merupakan campuran dari agregat kasar, agregat halus, semen sebagai pengikat zat tambah dan air. Agregat kasar yang dipakai dalam campuran beton bisa berupa batu kerikil alam...
PENELITIAN PASIR DARI SUNGAI BRANTAS DESA PADANGAN KECAMATAN NGANTRU KABUPATEN TULUNGAGUNG
PENELITIAN PASIR DARI SUNGAI BRANTAS DESA PADANGAN KECAMATAN NGANTRU KABUPATEN TULUNGAGUNG
Abstrac        The objectives of the study are: (1) Determining the division of grains (gradations) of the aggregate, (2) Determining the amount of material in the aggregate that p...

Back to Top