Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Tingkat kesejahteraan Pengrajin Anyaman Tepas Bambu diDesa Buket Teukuh kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui bagaimana tingkat kesejahteraan pengrajin anyaman bambu dalam memproduksi tepas di Desa Buket Teukueh.Penelitian   ini   menggunakan   data   kuantitatif   dan   data   kualitatif.Perolehan data dengan menggunakan instrumen pendekatan kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah yang pertama. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengrajin bambu di Desa Buket Teukueh  yang  berjumlah 207 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 21 orang.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan Wawancara dan Observasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Indikator kependudukan sebagian besar pengrajin anyaman tepas di Desa Buket Teukueh memiliki kesejahteraan dengan kriteria tinggi yaitu 16 responden (76,19%). Kondisi ini menunjukkan bahwa mayoritas anggota keluarga memiliki usia produktif.  Indikator akses pendidikan  merupakan memiliki kesejahteraan dengan kriteria tinggi yaitu 21 responden (100%). Akses untuk mendapatkan pendidikan sangat mudah di akses bagi keluarga pengrajin tepas bambu. Indikator Kondisi tempat tinggal, sebagian besar responden memiliki kesejahteraan tinggi  yaitu 16 responden (76,20).  Indikator perumahan dan tempat tinggal, mayoritas yaitu 15 orang (71,42%) responden pengrajin anyaman tepas memiliki tingkat kesejahteraan tinggi. Indikator tingkat kemiskinan, terdapat 11 (52,38%) responden yang memiliki kesejahteraan tinggi. Indikator pendapatan.Terdapat 9 (43%) responden yang memiliki kesejahteraan sedang. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga pengrajin anyaman tepas di Desa Buket Teukueh sudah  terpenuhi untuk kebutuhan  pendidikan.
Title: Analisis Tingkat kesejahteraan Pengrajin Anyaman Tepas Bambu diDesa Buket Teukuh kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui bagaimana tingkat kesejahteraan pengrajin anyaman bambu dalam memproduksi tepas di Desa Buket Teukueh.
Penelitian   ini   menggunakan   data   kuantitatif   dan   data   kualitatif.
Perolehan data dengan menggunakan instrumen pendekatan kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah yang pertama.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengrajin bambu di Desa Buket Teukueh  yang  berjumlah 207 orang.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 21 orang.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan Wawancara dan Observasi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Indikator kependudukan sebagian besar pengrajin anyaman tepas di Desa Buket Teukueh memiliki kesejahteraan dengan kriteria tinggi yaitu 16 responden (76,19%).
Kondisi ini menunjukkan bahwa mayoritas anggota keluarga memiliki usia produktif.
  Indikator akses pendidikan  merupakan memiliki kesejahteraan dengan kriteria tinggi yaitu 21 responden (100%).
Akses untuk mendapatkan pendidikan sangat mudah di akses bagi keluarga pengrajin tepas bambu.
Indikator Kondisi tempat tinggal, sebagian besar responden memiliki kesejahteraan tinggi  yaitu 16 responden (76,20).
  Indikator perumahan dan tempat tinggal, mayoritas yaitu 15 orang (71,42%) responden pengrajin anyaman tepas memiliki tingkat kesejahteraan tinggi.
Indikator tingkat kemiskinan, terdapat 11 (52,38%) responden yang memiliki kesejahteraan tinggi.
Indikator pendapatan.
Terdapat 9 (43%) responden yang memiliki kesejahteraan sedang.
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga pengrajin anyaman tepas di Desa Buket Teukueh sudah  terpenuhi untuk kebutuhan  pendidikan.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
A Analisis Bahaya pada Pengrajin Anyaman Bambu
A Analisis Bahaya pada Pengrajin Anyaman Bambu
Anyaman bambu tidak ada habisnya untuk dibuat berbagai kerajinan tangan dengan nilai guna dan seni yang tinggi. Namun dibalik itu, terdapat proses kerja yang panjang dan kemungkina...
Kriya Mekar: Inovasi Produk Lokal Kriya Bambu Untuk Meningkatkan Minat Generasi Muda Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut
Kriya Mekar: Inovasi Produk Lokal Kriya Bambu Untuk Meningkatkan Minat Generasi Muda Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut
Kriya bambu moderen adalah salah satu kerajinan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain ramah lingkungan, berbagai manfaat dapat dirasakan oleh para pengguna kerajinan ini. Ber...
JENIS-JENIS BAMBU DI BUKIT GUNUNG ANGGAS, DESA SIDING, KECAMATAN SIDING, KABUPATEN BENGKAYANG
JENIS-JENIS BAMBU DI BUKIT GUNUNG ANGGAS, DESA SIDING, KECAMATAN SIDING, KABUPATEN BENGKAYANG
Gunung Anggas Hill, Siding Village, Siding Subdistrict, Bengkayang District has many wildly bamboo plants. Bamboo is a type of grass that belongs to the Gramineae family and is one...
REDESAIN ALAT IRAT BAMBU BERBASIS ERGONOMI PADA PENGRAJIN ANYAMAN BAMBU DI DESA JEPANG KABUPATEN KUDUS
REDESAIN ALAT IRAT BAMBU BERBASIS ERGONOMI PADA PENGRAJIN ANYAMAN BAMBU DI DESA JEPANG KABUPATEN KUDUS
Jepang Village, Mejobo District, Kudus Regency is a village dominated by bamboo weaving artisans. Bamboo weaving activities in Jepang villages are carried out every day as a liveli...
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Tingkat pendidikan, (2) Tingkat pendapatan, (3) Kondisi Kesehatan, dan (4) Kondisi Transportasi masyarakat pengrajin ...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...

Back to Top