Javascript must be enabled to continue!
ADAB PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL MENURUT PENAFSIRAN AL-MARAGHI
View through CrossRef
Abstract
This study investigates the ethical framework (adab) of social media usage as conceptualized within Imam Ahmad Mustafa Al-Maraghi's seminal commentary, Tafsir al-Maraghi. The author employs an objective and analytical method using library research to gather Qur’anic verses related to communication ethics and analyze them based on al-Maraghi’s interpretation as the primary source. The data were gathered from books of tafsir, scholarly references, and other relevant literature. The findings indicate that Imam Ahmad Mustafa Al-Maraghi places significant emphasis on values such as ṣidq (honesty in speech), the protection of others’ ‘irḍ (honor) and privacy, the avoidance of ghibah (backbiting) and namimah (slander), and the wise management of time. This study confirms that the ethical principles outlined by al-Maraghi remain highly relevant in guiding human behavior in the digital era, especially concerning social media usage. Commitment to these values plays a crucial role in maintaining social harmony, fostering healthy communication, and encouraging a more responsible and ethical approach to social media interactions.
Keywords: Adab, Media Sosial, Ahmad Mustafa Al-Maraghi
Abstrak
Studi ini bermaksud mengeksplorasi etika adab bermedia sosial dengan merujuk pada pemikiran Imam Ahmad Mustafa Al-Maraghi dalam kitab monumentalnya, Tafsir al-Maraghi. Penulis menggunakan metode objektif dan analitis dengan pendekatan studi kepustakaan, yaitu dengan mengumpulkan ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan etika komunikasi, kemudian menganalisisnya berdasarkan penafsiran al-Maraghi sebagai sumber utama. Data dikumpulkan dari kitab-kitab tafsir, buku-buku ilmiah, serta literatur pendukung yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam al-Maraghi memberikan perhatian besar terhadap nilai-nilai adab seperti ṣidq (kejujuran dalam berbicara), menjaga ‘irḍ (kehormatan) dan privasi orang lain, menghindari perbuatan ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba), serta mengatur penggunaan waktu secara bijaksana. Penelitian ini menegaskan bahwa prinsip-prinsip adab yang digariskan oleh al-Marāghī tetap relevan dalam membimbing perilaku manusia di era digital, khususnya dalam bermedia sosial. Komitmen terhadap adab tersebut berperan penting dalam menjaga keharmonisan hubungan sosial, membangun komunikasi yang sehat, serta mendorong penggunaan media sosial yang lebih bertanggung jawab dan beretika.
Kata Kunci: Adab, Media Sosial, Ahmad Mustafa Al-Maraghi
LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Title: ADAB PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL MENURUT PENAFSIRAN AL-MARAGHI
Description:
Abstract
This study investigates the ethical framework (adab) of social media usage as conceptualized within Imam Ahmad Mustafa Al-Maraghi's seminal commentary, Tafsir al-Maraghi.
The author employs an objective and analytical method using library research to gather Qur’anic verses related to communication ethics and analyze them based on al-Maraghi’s interpretation as the primary source.
The data were gathered from books of tafsir, scholarly references, and other relevant literature.
The findings indicate that Imam Ahmad Mustafa Al-Maraghi places significant emphasis on values such as ṣidq (honesty in speech), the protection of others’ ‘irḍ (honor) and privacy, the avoidance of ghibah (backbiting) and namimah (slander), and the wise management of time.
This study confirms that the ethical principles outlined by al-Maraghi remain highly relevant in guiding human behavior in the digital era, especially concerning social media usage.
Commitment to these values plays a crucial role in maintaining social harmony, fostering healthy communication, and encouraging a more responsible and ethical approach to social media interactions.
Keywords: Adab, Media Sosial, Ahmad Mustafa Al-Maraghi
Abstrak
Studi ini bermaksud mengeksplorasi etika adab bermedia sosial dengan merujuk pada pemikiran Imam Ahmad Mustafa Al-Maraghi dalam kitab monumentalnya, Tafsir al-Maraghi.
Penulis menggunakan metode objektif dan analitis dengan pendekatan studi kepustakaan, yaitu dengan mengumpulkan ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan etika komunikasi, kemudian menganalisisnya berdasarkan penafsiran al-Maraghi sebagai sumber utama.
Data dikumpulkan dari kitab-kitab tafsir, buku-buku ilmiah, serta literatur pendukung yang relevan dengan tema penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam al-Maraghi memberikan perhatian besar terhadap nilai-nilai adab seperti ṣidq (kejujuran dalam berbicara), menjaga ‘irḍ (kehormatan) dan privasi orang lain, menghindari perbuatan ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba), serta mengatur penggunaan waktu secara bijaksana.
Penelitian ini menegaskan bahwa prinsip-prinsip adab yang digariskan oleh al-Marāghī tetap relevan dalam membimbing perilaku manusia di era digital, khususnya dalam bermedia sosial.
Komitmen terhadap adab tersebut berperan penting dalam menjaga keharmonisan hubungan sosial, membangun komunikasi yang sehat, serta mendorong penggunaan media sosial yang lebih bertanggung jawab dan beretika.
Kata Kunci: Adab, Media Sosial, Ahmad Mustafa Al-Maraghi.
Related Results
Pengaruh Tafsir al-Maraghi Terhadap Penulisan Tafsir Melayu di Malaysia
Pengaruh Tafsir al-Maraghi Terhadap Penulisan Tafsir Melayu di Malaysia
Kajian ini bertujuan mengenalpasti pengaruh Tafsir al-Maraghi terhadap penulisan tafsir Melayu di Malaysia. Tafsir al-Maraghi karya Ahmad Mustafa al-Maraghi merupakan kitab tafsir ...
KONSEP UMMAH WAHIDAH DALAM AL-QUR’AN
KONSEP UMMAH WAHIDAH DALAM AL-QUR’AN
Allah created humans as a ummah wahidah, even though humanity consists of various tribes and races humanity is one people, but recently humans often clash with each other, and even...
INTERFAITH MARRIAGE IN INDONESIA'S LAW: A COMPARATIVE STUDY OF TAFSIR AL-MISBAH AND AL-MARAGHI
INTERFAITH MARRIAGE IN INDONESIA'S LAW: A COMPARATIVE STUDY OF TAFSIR AL-MISBAH AND AL-MARAGHI
Interfaith marriage takes place between a man and a woman of different religions. This marriage remains a polemic and happens for some reason. The interpretation of Interfaith Marr...
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Abstrak . Pesannya pengguna media sosial saat ini berpotensi untuk dimanfaatkan oleh semua profesi termasuk penyuluh sebagai sumber belajar dan media informasi pertanian. Melalui p...
Shifting Paradigm Penafsiran Dalam Surat An-Nisa: 3 (Studi Perbandingan Tafsir Klasik Dan Kontemporer)
Shifting Paradigm Penafsiran Dalam Surat An-Nisa: 3 (Studi Perbandingan Tafsir Klasik Dan Kontemporer)
Abstrak
Tulisan ini mendiskusikan pergeseran paradigma penafsiran dalam surah an-Nisa’ (4): 3 yang selama ini menjadi isu hangat dan sering diperbincangkan dalam dunia penafsiran t...
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP CITRA TUBUH MAHASISWA FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH IAIN PONOROGO TAHUN 2016
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP CITRA TUBUH MAHASISWA FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH IAIN PONOROGO TAHUN 2016
Abstract: Instagram is one of social media in which photoes and videos can be shared easily. Instagram users will indirectly feel the impact of the use of this social media. In th...
Ahli Hadis dan Amanah Pengetahuan: Revitalisasi Adab Muhadditsin dalam Konstruk Pendidikan karakter di Indonesia
Ahli Hadis dan Amanah Pengetahuan: Revitalisasi Adab Muhadditsin dalam Konstruk Pendidikan karakter di Indonesia
Perilaku karakter anak bangsa Indonesia saat-saat ini mengalami degradasi yang tidak sesuai dengan nilai-nila pancasila, seperti prilaku, kriminal, kekerasan, berita bohong atau ho...
Konsep Hedonisme dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Al-Maraghi
Konsep Hedonisme dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Al-Maraghi
This study looks at the idea of hedonism from Tafsir Al-Maraghi's point of view, as well as what it means and what its implications are in the Koran. The excess or overspending of ...

