Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan antara Kehidupan Keluarga dengan Kesejahteraan Subjektif pada Siswa SMP di Kota Bandung

View through CrossRef
Abstract. Subjective well-being (SWB) is an individual's overall evaluation of their life. SWB is particularly crucial during adolescence, a period marked by complex physical, emotional, and social changes and the search for self-identity. This study examines family life components that contribute the SWB of junior high school students in Bandung City. Using a cross-sectional survey method, data were collected from 766 students aged 12–16 years (50.52% female, 49.48% male) through stratified cluster random sampling. Adolescents' perceptions of family life were measured using the Family-Life Item Scale from Children's World, SWB was measured using the Children's World Subjective Well-Being Scale 5 Items (CW-SWBS5). Linear regression analysis revealed that family life accounts for 37.6% of the variance in SWB. Key family life components contributing significantly (p < .05)  to SWB include family attention (ꞵ = .120; p = .007), enjoyable family time (ꞵ = .094; p = .042), a sense of security at home (ꞵ = .360; p = .000), and involvement in decision-making with parents (ꞵ = .140; p = .001). These findings highlight the critical role of emotional support and positive family interactions in enhancing adolescents' SWB. Abstrak. Kesejahteraan subjektif (SWB) adalah evaluasi keseluruhan individu terhadap kehidupan mereka. SWB sangat penting terutama pada masa remaja, masa yang ditandai dengan perubahan fisik, emosi, dan sosial yang kompleks serta pencarian identitas diri. Penelitian ini meneliti komponen kehidupan keluarga yang berkontribusi terhadap SWB siswa SMP di Kota Bandung. Dengan menggunakan metode cross-sectional survey, data dikumpulkan dari 766 siswa berusia 12-16 tahun (50.52% perempuan, 49.48% laki-laki) melalui stratified cluster random sampling. Persepsi remaja terhadap kehidupan keluarga diukur dengan menggunakan Family-Life Item Scale dari Children's World, SWB diukur dengan menggunakan Children's World Subjective Well-Being Scale 5 Items (CW-SWBS5). Analisis regresi linier menunjukkan bahwa kehidupan keluarga menyumbang 37.6% dari varians SWB. Komponen kehidupan keluarga utama yang berkontribusi secara signifikan (p <.05) terhadap SWB termasuk perhatian keluarga (ꞵ = .120; p = .007), waktu keluarga yang menyenangkan (ꞵ = .094; p = .042), rasa aman di rumah (ꞵ = .360; p = .000), dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan dengan orang tua (ꞵ = .140; p = .001). Temuan ini menyoroti peran penting dari dukungan emosional dan interaksi keluarga yang positif dalam meningkatkan SWB remaja.
Title: Hubungan antara Kehidupan Keluarga dengan Kesejahteraan Subjektif pada Siswa SMP di Kota Bandung
Description:
Abstract.
Subjective well-being (SWB) is an individual's overall evaluation of their life.
SWB is particularly crucial during adolescence, a period marked by complex physical, emotional, and social changes and the search for self-identity.
This study examines family life components that contribute the SWB of junior high school students in Bandung City.
Using a cross-sectional survey method, data were collected from 766 students aged 12–16 years (50.
52% female, 49.
48% male) through stratified cluster random sampling.
Adolescents' perceptions of family life were measured using the Family-Life Item Scale from Children's World, SWB was measured using the Children's World Subjective Well-Being Scale 5 Items (CW-SWBS5).
Linear regression analysis revealed that family life accounts for 37.
6% of the variance in SWB.
Key family life components contributing significantly (p < .
05)  to SWB include family attention (ꞵ = .
120; p = .
007), enjoyable family time (ꞵ = .
094; p = .
042), a sense of security at home (ꞵ = .
360; p = .
000), and involvement in decision-making with parents (ꞵ = .
140; p = .
001).
These findings highlight the critical role of emotional support and positive family interactions in enhancing adolescents' SWB.
Abstrak.
Kesejahteraan subjektif (SWB) adalah evaluasi keseluruhan individu terhadap kehidupan mereka.
SWB sangat penting terutama pada masa remaja, masa yang ditandai dengan perubahan fisik, emosi, dan sosial yang kompleks serta pencarian identitas diri.
Penelitian ini meneliti komponen kehidupan keluarga yang berkontribusi terhadap SWB siswa SMP di Kota Bandung.
Dengan menggunakan metode cross-sectional survey, data dikumpulkan dari 766 siswa berusia 12-16 tahun (50.
52% perempuan, 49.
48% laki-laki) melalui stratified cluster random sampling.
Persepsi remaja terhadap kehidupan keluarga diukur dengan menggunakan Family-Life Item Scale dari Children's World, SWB diukur dengan menggunakan Children's World Subjective Well-Being Scale 5 Items (CW-SWBS5).
Analisis regresi linier menunjukkan bahwa kehidupan keluarga menyumbang 37.
6% dari varians SWB.
Komponen kehidupan keluarga utama yang berkontribusi secara signifikan (p <.
05) terhadap SWB termasuk perhatian keluarga (ꞵ = .
120; p = .
007), waktu keluarga yang menyenangkan (ꞵ = .
094; p = .
042), rasa aman di rumah (ꞵ = .
360; p = .
000), dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan dengan orang tua (ꞵ = .
140; p = .
001).
Temuan ini menyoroti peran penting dari dukungan emosional dan interaksi keluarga yang positif dalam meningkatkan SWB remaja.

Related Results

Hubungan antara Kesejahteraan Materi dan Pengucilan Sosial dengan Kesejahteraan Subjektif
Hubungan antara Kesejahteraan Materi dan Pengucilan Sosial dengan Kesejahteraan Subjektif
Abstract. Economic conditions are one of the most important factors that impact on the level of life satisfaction of people in Indonesia. Material well-being and social exclusion a...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Studi Deskriptif Kesejahteraan Subjektif pada Remaja yang Memiliki Orang Tua Bercerai
Studi Deskriptif Kesejahteraan Subjektif pada Remaja yang Memiliki Orang Tua Bercerai
Abstract. In Indonesia, divorce cases have increased in recent years. Based on several recent studies, divorce has traumatizing effects and negative feelings on adolescents. There ...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Hubungan antara Relasi dalam Keluarga dan Kesejahteraan Subjektif Remaja Korban Perundungan Siber
Hubungan antara Relasi dalam Keluarga dan Kesejahteraan Subjektif Remaja Korban Perundungan Siber
Abstract. Cyberbullying is increasing and negatively impacts adolescents' subjective well-being (SWB). Victims of cyberbullying often experience disruptions in interpersonal satisf...
Hubungan antara Persepsi Remaja terhadap Perilaku Phubbing Orang Tua dengan Kesejahteraan Subjektif Remaja
Hubungan antara Persepsi Remaja terhadap Perilaku Phubbing Orang Tua dengan Kesejahteraan Subjektif Remaja
Abstrack. The spread of gadgets and Indonesian government policies have encouraged more and more people to use the internet, supporting the development of technology in Bandung Cit...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
HUBUNGAN MOTIVASI IQ DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PENJAS
HUBUNGAN MOTIVASI IQ DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PENJAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara motivasi IQ dan Kepercayaan diri siswa secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama hasil belajar pen...

Back to Top