Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Studi Deskriptif Kesejahteraan Subjektif pada Remaja yang Memiliki Orang Tua Bercerai

View through CrossRef
Abstract. In Indonesia, divorce cases have increased in recent years. Based on several recent studies, divorce has traumatizing effects and negative feelings on adolescents. There is limited research on divorce and its relationship with adolescents' subjective well-being (SWB) in Indonesia. This study aims to provide a description of the SWB of junior high school adolescents who have divorced parents in Bandung City and also includes the emotional feelings they feel. This study involved 102 students from various junior high schools in Bandung City. The sampling technique used was stratified cluster random sampling. The measuring instruments used in this study are from Children's Worlds, namely CW-SWBS5 (Children's Worlds Subjective Well- Being Scale 5) and CW-PNAS (Children's Worlds Positive and Negative Affect Scale). The results showed that the mean SWB score of male students with divorced parents (M = 67.07; SD = 31.68) was significantly higher than that of female students (M = 50.9; SD = 29.73). Male students showed significantly higher positive affect (M = 62.84; SD = 29.06) than female students (M = 46.93; SD = 25.76). Students who had divorced parents were more dominant in middle economic status (81.4%). Overall, junior high school students who have divorced parents in Bandung City have a SWB score (M = 57.21; SD = 31.44), which means it is below the average SWB set-point of 75. It is expected that parents can ensure their children still get full emotional support even in a divorce situation. Abstrak. Di Indonesia, kasus perceraian telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan beberapa studi belakangan ini, perceraian memberikan efek trauma dan perasaan negatif pada remaja. Penelitian yang membahas mengenai perceraian dan kaitannya dengan kesejahteraan subjektif remaja di Indonesia masih sangat terbatas dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi kesejahteraan subjektif remaja SMP yang memiliki orang tua bercerai di Kota Bandung dan juga meliputi perasaan emosional yang mereka rasakan. Penelitian ini melibatkan 102 siswa dari berbagai SMP di Kota Bandung. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini dari Children’s Worlds yaitu CW-SWBS5 (Children’s Worlds Subjective Well-Being Scale 5) dan CW-PNAS (Children’s Worlds Positive and Negative Affect Scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kesejahteraan subjektif siswa laki-laki yang memiliki orang tua bercerai (M = 67.07; SD = 31.68) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan skor kesejahteraan subjektif siswa perempuan (M = 50.9; SD = 29.73). Siswa laki-laki lebih menunjukkan afek positif lebih tinggi (M = 62.84; SD = 29.06) secara signifikan dibandingkan siswa perempuan (M = 46.93; SD = 25.76). Siswa yang memiliki orang tua bercerai lebih mendominasi pada status ekonomi menengah (81.4%). Secara keseluruhan siswa SMP yang memiliki orang tua bercerai di Kota Bandung memiliki skor kesejahteraan subjektif (M = 57.21; SD = 31.44), yang berarti berada di bawah rata-rata set-point kesejahteraan subjektif yaitu 75. Diharapkan agar orang tua dapat memastikan anak mereka tetap mendapatkan dukungan emosional secara penuh meskipun dalam situasi perceraian.
Title: Studi Deskriptif Kesejahteraan Subjektif pada Remaja yang Memiliki Orang Tua Bercerai
Description:
Abstract.
In Indonesia, divorce cases have increased in recent years.
Based on several recent studies, divorce has traumatizing effects and negative feelings on adolescents.
There is limited research on divorce and its relationship with adolescents' subjective well-being (SWB) in Indonesia.
This study aims to provide a description of the SWB of junior high school adolescents who have divorced parents in Bandung City and also includes the emotional feelings they feel.
This study involved 102 students from various junior high schools in Bandung City.
The sampling technique used was stratified cluster random sampling.
The measuring instruments used in this study are from Children's Worlds, namely CW-SWBS5 (Children's Worlds Subjective Well- Being Scale 5) and CW-PNAS (Children's Worlds Positive and Negative Affect Scale).
The results showed that the mean SWB score of male students with divorced parents (M = 67.
07; SD = 31.
68) was significantly higher than that of female students (M = 50.
9; SD = 29.
73).
Male students showed significantly higher positive affect (M = 62.
84; SD = 29.
06) than female students (M = 46.
93; SD = 25.
76).
Students who had divorced parents were more dominant in middle economic status (81.
4%).
Overall, junior high school students who have divorced parents in Bandung City have a SWB score (M = 57.
21; SD = 31.
44), which means it is below the average SWB set-point of 75.
It is expected that parents can ensure their children still get full emotional support even in a divorce situation.
Abstrak.
Di Indonesia, kasus perceraian telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan beberapa studi belakangan ini, perceraian memberikan efek trauma dan perasaan negatif pada remaja.
Penelitian yang membahas mengenai perceraian dan kaitannya dengan kesejahteraan subjektif remaja di Indonesia masih sangat terbatas dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi kesejahteraan subjektif remaja SMP yang memiliki orang tua bercerai di Kota Bandung dan juga meliputi perasaan emosional yang mereka rasakan.
Penelitian ini melibatkan 102 siswa dari berbagai SMP di Kota Bandung.
Teknik sampling yang digunakan adalah stratified cluster random sampling.
Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini dari Children’s Worlds yaitu CW-SWBS5 (Children’s Worlds Subjective Well-Being Scale 5) dan CW-PNAS (Children’s Worlds Positive and Negative Affect Scale).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kesejahteraan subjektif siswa laki-laki yang memiliki orang tua bercerai (M = 67.
07; SD = 31.
68) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan skor kesejahteraan subjektif siswa perempuan (M = 50.
9; SD = 29.
73).
Siswa laki-laki lebih menunjukkan afek positif lebih tinggi (M = 62.
84; SD = 29.
06) secara signifikan dibandingkan siswa perempuan (M = 46.
93; SD = 25.
76).
Siswa yang memiliki orang tua bercerai lebih mendominasi pada status ekonomi menengah (81.
4%).
Secara keseluruhan siswa SMP yang memiliki orang tua bercerai di Kota Bandung memiliki skor kesejahteraan subjektif (M = 57.
21; SD = 31.
44), yang berarti berada di bawah rata-rata set-point kesejahteraan subjektif yaitu 75.
Diharapkan agar orang tua dapat memastikan anak mereka tetap mendapatkan dukungan emosional secara penuh meskipun dalam situasi perceraian.

Related Results

Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
ABSTRAKAnemia merupakan penyebab kecacatan tertinggi di seluruh negara-negara dunia. Hal ini menjadikan anemia sebagai masalah yang serius di seluruh dunia pada kesehatan masyaraka...
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA DENGAN ORANG TUA BERCERAI
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA DENGAN ORANG TUA BERCERAI
Latar Belakang: Tingginya angka perceraan di Indonesia memberikan dampak psikologis terhadap anak khususnya remaja. Remaja yang terkena dampak perceraian orangtua sangat membutuhka...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO  Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
KUALITAS HIDUP WANITA BERCERAI: LITERATUR REVIEW
KUALITAS HIDUP WANITA BERCERAI: LITERATUR REVIEW
Kualitas hidup perempuan masih dinilai lebih rendah jika dibandingkan dengan kualitas hidup laki-laki. Status pernikahan menjadi salah satu hal yang berpengaruh terhadap kualitas h...

Back to Top