Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Beban Pendinginan Kereta Argo Lawu New Generation Menggunakan Metode Cooling Load Temperature Difference (CLTD)

View through CrossRef
Kereta Argo Lawu New Generation adalah salah satu layanan transportasi kereta api yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk rute Solo Balapan - Gambir. Kenyamanan termal penumpang menjadi aspek penting dalam layanan ini, mengingat fluktuasi suhu eksternal yang signifikan. Sistem pendingin udara (AC) pada kereta harus mampu menjaga suhu yang nyaman selama perjalanan. Namun, perhitungan beban pendinginan yang akurat diperlukan untuk memastikan kapasitas sistem pendingin sesuai dengan kebutuhan termal dalam gerbong. Penelitian ini menggunakan metode Cooling Load Temperature Difference (CLTD) untuk menganalisis kebutuhan beban pendinginan pada Kereta Argo Lawu New Generation. Perhitungan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor eksternal (radiasi matahari, suhu lingkungan) serta faktor internal (jumlah penumpang, peralatan elektronik, dan pencahayaan). Data yang dikumpulkan meliputi spesifikasi material gerbong, kapasitas pendinginan AC, serta parameter lingkungan seperti suhu dan kelembapan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa total beban pendinginan yang diperlukan adalah 37814,93 kkal/jam, sementara kapasitas AC yang tersedia sebesar 40000 kkal/jam. Hal ini mengindikasikan bahwa sistem pendingin yang terpasang masih mampu menjaga suhu dalam batas kenyamanan termal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode CLTD dapat digunakan secara efektif dalam perhitungan beban pendinginan kereta api dan dapat dijadikan acuan dalam perancangan sistem pendingin transportasi massal lainnya.
Title: Analisis Beban Pendinginan Kereta Argo Lawu New Generation Menggunakan Metode Cooling Load Temperature Difference (CLTD)
Description:
Kereta Argo Lawu New Generation adalah salah satu layanan transportasi kereta api yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk rute Solo Balapan - Gambir.
Kenyamanan termal penumpang menjadi aspek penting dalam layanan ini, mengingat fluktuasi suhu eksternal yang signifikan.
Sistem pendingin udara (AC) pada kereta harus mampu menjaga suhu yang nyaman selama perjalanan.
Namun, perhitungan beban pendinginan yang akurat diperlukan untuk memastikan kapasitas sistem pendingin sesuai dengan kebutuhan termal dalam gerbong.
Penelitian ini menggunakan metode Cooling Load Temperature Difference (CLTD) untuk menganalisis kebutuhan beban pendinginan pada Kereta Argo Lawu New Generation.
Perhitungan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor eksternal (radiasi matahari, suhu lingkungan) serta faktor internal (jumlah penumpang, peralatan elektronik, dan pencahayaan).
Data yang dikumpulkan meliputi spesifikasi material gerbong, kapasitas pendinginan AC, serta parameter lingkungan seperti suhu dan kelembapan.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa total beban pendinginan yang diperlukan adalah 37814,93 kkal/jam, sementara kapasitas AC yang tersedia sebesar 40000 kkal/jam.
Hal ini mengindikasikan bahwa sistem pendingin yang terpasang masih mampu menjaga suhu dalam batas kenyamanan termal.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode CLTD dapat digunakan secara efektif dalam perhitungan beban pendinginan kereta api dan dapat dijadikan acuan dalam perancangan sistem pendingin transportasi massal lainnya.

Related Results

Analisis Konsumsi Daya Listrik Pada Kereta Penumpang Kelas Eksekutif Argo Cirebon (Studi Pada PT. Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta)
Analisis Konsumsi Daya Listrik Pada Kereta Penumpang Kelas Eksekutif Argo Cirebon (Studi Pada PT. Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta)
ABSTRACT The purpose of this study is to conduct a study of the total electricity consumption on the Argo Cirebon executive class train, and to find out the number of passeng...
Perancangan Tata Udara Menggunakan Metode Cooling Load Tempreture Difference (CLTD) Pada Studi Kasus Proyek X
Perancangan Tata Udara Menggunakan Metode Cooling Load Tempreture Difference (CLTD) Pada Studi Kasus Proyek X
This research is related to the design of air conditioning using the Cooling Load Temperature Difference (CLTD) method in the case study of Project X. One of the methods used is th...
Implementasi Metode Kontrol Model Prediksi Terdistribusi untuk Kontrol Kereta Api Berbasis Sistem Komunikasi
Implementasi Metode Kontrol Model Prediksi Terdistribusi untuk Kontrol Kereta Api Berbasis Sistem Komunikasi
Makalah ini memaparkan teknik pemodelan dan desain pengontrol pada dinamika kereta api yang beroperasi dengan sistem persinyalan blok bergerak pada kerangka teknologi pengontrolan ...
PERENCANAAN JALUR GANDA (DOUBLE TRACK) LINTASAN KERETA API PADA EMPLASEMEN STASIUN BOHARAN – STASIUN (KM 33+867 - KM 24+167)
PERENCANAAN JALUR GANDA (DOUBLE TRACK) LINTASAN KERETA API PADA EMPLASEMEN STASIUN BOHARAN – STASIUN (KM 33+867 - KM 24+167)
Kereta api merupakan moda transportasi rangkaian dengan tenaga gerak yang digunakan untuk mengangkut barang maupun orang. Peningkatan permintaan dalam penggunakan moda transportasi...
Perhitungan Beban Refrigerasi Terhadap Hasil Tangkapan Pada Km. Harapan Sri Jaya Juwana, Pati, Jawa Tengah
Perhitungan Beban Refrigerasi Terhadap Hasil Tangkapan Pada Km. Harapan Sri Jaya Juwana, Pati, Jawa Tengah
<p>Beban refrigerasi pada ruang pembekuan dan ruang palkah  di KM. Harapan Sri Jaya terdiri dari beban produk dan beban non produk. Pada ruang pembekuan, beban kalor yang har...
Penelitian ini bertujuan: 1) menentukkan lokasi rawan kecelakaan (black site) dan angka kecelakaan kereta api di Kota Padang. 2) mengetahui karakteritik lokasi rawan kecelakaan (bl...
Lagrangian measurements in the West Spitsbergen Current by Argo floats
Lagrangian measurements in the West Spitsbergen Current by Argo floats
&lt;p&gt;Almost 4000 operational Argo floats covering the world's ocean provide near-real-time data on its state. The Arctic is less covered than other waters, but observat...
ANALISIS PERHITUNGAN MODUL JEMBATAN GELAGAR I DAN GELAGAR BOX BAJA SEBAGAI FUNGSI JEMBATAN JALAN RAYA
ANALISIS PERHITUNGAN MODUL JEMBATAN GELAGAR I DAN GELAGAR BOX BAJA SEBAGAI FUNGSI JEMBATAN JALAN RAYA
Jembatan merupakan bagian dari prasarana transportasi yang berfungsi sebagai  penghubung jalan yang terputus oleh rintangan (sungai, danau, laut,  lembah,  prasarana transportas...

Back to Top