Javascript must be enabled to continue!
Propaganda Ancaman Politik Identitas dalam Teks Pidato Jokowi
View through CrossRef
Dalam kajian wacana, sebuah teks tidaklah netral dan steril karena memuat nilai-nilai yang diwujudkan melalui pemilihan kosakata. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap propaganda ancaman politik identitas pada teks pidato Jokowi. Data penelitian diambil dari www.setkab.go.id tentang pidato Presiden pada tahun 2020 -2023. Penelitian menggunakan analisis wacana kritis dengan pendekatan Fairclough yang membagi analisis ke dalam tiga lapis; analisis teks, analisis discourse practice dan social practice. Berdasarkan hasil penelitian selama 2020 - 2023 terdapat sebelas teks pidato Jokowi yang memuat wacana politik identitas. Dalam analisis teks, propaganda Jokowi terlihat lewat adanya name calling melalui penggunaan majas metonimia untuk politik identitas berupa politisasi SARA dan politisasi agama. Dalam analisis praktik wacana (discourse practice), propaganda terlihat dari adanya ikatan pisikologis sebagai partai koalisi pemerintah bagi PPP dan PAN untuk bersikap yang sama dengan Jokowi meskipun keduanya merupakan partai berlandaskan identitas agama (Islam). Terlihat juga adanya keseragaman pandangan para penyelenggara pemilu dan aparat penegak hukum dengan Jokowi. Dalam analisis social practice, menunjukan bahwa propaganda saat ini yang melekatkan politik identitas sebagai politisasi SARA dan agama, telah berhasil memisahkan politik identitas dari politik perjuangan kaum minoritas atas hegemoni mayoritas serta berhasil menutupi bentuk-bentuk lain dari politik identitas
In discourse studies, a text is not neutral from the author's or speaker's values, which are realized in the choice of vocabulary. This study aims to reveal the propaganda of the threat of identity politics in the text of Jokowi's speech. The research data was taken from www.setkab.go.id about the President's speech in 2020-2023. The research uses critical discourse analysis with Fairclough's approach, which divides the analysis into three levels: text analysis, discourse practice analysis, and social practice. Based on the results of the study during 2020-2023, there were eleven texts of Jokowi's speeches that contained identity politics discourse. In the textual analysis, Jokowi's propaganda can be seen through name calling through the use of metonymy for identity politics in the form of SARA and religious politicization. In the analysis of discourse practice, propaganda is seen from the existence of psychological ties as a government coalition party for PPP and PAN to behave the same as Jokowi even though both are parties based on religious identity (Islam). There is also uniformity in the views of institutions under President Jokowi. The social practice analysis shows that the current propaganda that attaches identity politics as the politicization of SARA and religion has succeeded in separating identity politics from the politics of minority struggle against majority hegemony and has succeeded in covering other forms of identity politics.
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Title: Propaganda Ancaman Politik Identitas dalam Teks Pidato Jokowi
Description:
Dalam kajian wacana, sebuah teks tidaklah netral dan steril karena memuat nilai-nilai yang diwujudkan melalui pemilihan kosakata.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap propaganda ancaman politik identitas pada teks pidato Jokowi.
Data penelitian diambil dari www.
setkab.
go.
id tentang pidato Presiden pada tahun 2020 -2023.
Penelitian menggunakan analisis wacana kritis dengan pendekatan Fairclough yang membagi analisis ke dalam tiga lapis; analisis teks, analisis discourse practice dan social practice.
Berdasarkan hasil penelitian selama 2020 - 2023 terdapat sebelas teks pidato Jokowi yang memuat wacana politik identitas.
Dalam analisis teks, propaganda Jokowi terlihat lewat adanya name calling melalui penggunaan majas metonimia untuk politik identitas berupa politisasi SARA dan politisasi agama.
Dalam analisis praktik wacana (discourse practice), propaganda terlihat dari adanya ikatan pisikologis sebagai partai koalisi pemerintah bagi PPP dan PAN untuk bersikap yang sama dengan Jokowi meskipun keduanya merupakan partai berlandaskan identitas agama (Islam).
Terlihat juga adanya keseragaman pandangan para penyelenggara pemilu dan aparat penegak hukum dengan Jokowi.
Dalam analisis social practice, menunjukan bahwa propaganda saat ini yang melekatkan politik identitas sebagai politisasi SARA dan agama, telah berhasil memisahkan politik identitas dari politik perjuangan kaum minoritas atas hegemoni mayoritas serta berhasil menutupi bentuk-bentuk lain dari politik identitas
In discourse studies, a text is not neutral from the author's or speaker's values, which are realized in the choice of vocabulary.
This study aims to reveal the propaganda of the threat of identity politics in the text of Jokowi's speech.
The research data was taken from www.
setkab.
go.
id about the President's speech in 2020-2023.
The research uses critical discourse analysis with Fairclough's approach, which divides the analysis into three levels: text analysis, discourse practice analysis, and social practice.
Based on the results of the study during 2020-2023, there were eleven texts of Jokowi's speeches that contained identity politics discourse.
In the textual analysis, Jokowi's propaganda can be seen through name calling through the use of metonymy for identity politics in the form of SARA and religious politicization.
In the analysis of discourse practice, propaganda is seen from the existence of psychological ties as a government coalition party for PPP and PAN to behave the same as Jokowi even though both are parties based on religious identity (Islam).
There is also uniformity in the views of institutions under President Jokowi.
The social practice analysis shows that the current propaganda that attaches identity politics as the politicization of SARA and religion has succeeded in separating identity politics from the politics of minority struggle against majority hegemony and has succeeded in covering other forms of identity politics.
Related Results
KATEGORI FATIS DAN UNGKAPAN SAPAAN BAHASA INDONESIA DALAM TEKS PIDATO PRESIDEN JOKOWI
KATEGORI FATIS DAN UNGKAPAN SAPAAN BAHASA INDONESIA DALAM TEKS PIDATO PRESIDEN JOKOWI
Teks-teks pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuat kategori fatis dan ungkapan sapaan bahasa Indonesia. Terkait itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori fati...
PENGGUNAAN KALIMAT EFEKTIF DALAM PIDATO TEKS KENEGARAAN JOKOWI
PENGGUNAAN KALIMAT EFEKTIF DALAM PIDATO TEKS KENEGARAAN JOKOWI
Kalimat efektif merupakan kalimat yang benar dan jelas sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Pidato merupakan seni berbicara secara monolog yang terbagi kedalam beberapa jenis den...
Implementasi Gaya Komunikasi Joko Widodo dalam Berpolitik
Implementasi Gaya Komunikasi Joko Widodo dalam Berpolitik
Penelitian ini didasarkan pada gaya komunikasi Joko Widodo yang sedikit berbeda dalam melakukan upaya pendekatan pada komunikasi politik. Sebagai aktor politik Joko Widodo mampu be...
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Artikel ini membahas politik identitas sebagai tindakan politis yang bertujuan untuk memajukan kepentingan kelompok berdasarkan kesamaan identitas atau karakteristik mereka. Politi...
GAYA RETORIKA KEPALA NEGARA RI: ANALISIS KOMPARATIF SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY) DAN JOKO WIDODO
GAYA RETORIKA KEPALA NEGARA RI: ANALISIS KOMPARATIF SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY) DAN JOKO WIDODO
AbstrakPenelitian ini membahas tentang kanon gaya retorika (Chanon Rethoric) kepala negara, yaitu Susilo BambangYudhoyono dan Joko Widodo. Baik Susilo Bambang Yudhoyono maupun Joko...
Bingkai Yusril Ihza Mahendra menjadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf dalam Media Daring
Bingkai Yusril Ihza Mahendra menjadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf dalam Media Daring
This paper discusses the mass media polemic when Yusril Ihza Mahendra became a lawyer for Jokowi-Ma'ruf in the 2019 presidential election. Previously, Yusril was a lawyer for Hizbu...
Konstruksi Kuasa Presiden Jokowi dalam Pidato “Indonesia Darurat Corona”
Konstruksi Kuasa Presiden Jokowi dalam Pidato “Indonesia Darurat Corona”
<p><em>Wabah Covid-19 merupakan titik balik kehidupan manusia. Segi kehidupan pribadi dan sosial berubah, waktu bekerja menjadi lama, dan pemilihan penggunaan media men...
Propaganda
Propaganda
Propaganda has a rich history and an equally rich literature. Scholars do not always agree on a single definition of propaganda, but Jowett and O’Donnell’s 2019 book, Propaganda an...

