Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PELESTARIAN FAUNA DALAM UPACARA TUMPEK KANDANG SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT HINDU DI BALI

View through CrossRef
ABSTRAK Kebudayaan-kebudayaan di Bali yang dijiwai oleh Agama Hindu membuat kebudayaan yang ada menjadi sangat unik. Nilai-nilai yang terdapat dalam ajaran Agama Hindu menjadi sumber nilai budaya yang ada di Bali, sehingga kebudayaan Bali bersifat religius dan sangat menarik. Kebudayaan yang dimaksud adalah perayaan hari suci yang begitu banyak di Bali. Hari raya suci agama Hindu di Bali mengandung makna-makna yang mendalam. Selain itu, hari raya suci agama Hindu memiliki peran-peran tersendiri dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali. Salah satu hari suci tersebut adalah hari suci Tumpek Kandang.  Adapun permasalahan yang dibahas meliputi Upaya Mengharmoniskan Alam Melalui Pelestarian Fauna dan Peran Upacara Tumpek Kandang Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu di Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pada penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dan wawancara. Setelah data terkumpul, maka akan dianalisis dengan tehnik analisis data. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan langkah-langkah mereduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan atau memverifikasi. Hasil yang didapat berdasarkan penelitian diantaranya, (1) Menjaga kelestarian dari para mahluk hidup terutama hewan melalui Upacara Tumpek Kandang atau Tumpek Uye akan berdampak baik bagi keharmonisan alam semesta beserta isinya. Lestarinya para hewan akan memberikan keseimbangan pada alam semesta terutama Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit (2) Melalui pelaksanaan hari suci Tumpek Kandang atau Tumpek Uye sekaligus memberikan pendidikan bagi umat Hindu kususnya di Bali akan kebesaran Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berada dimana-mana atau berada disetiap tempat (Wyapi-Wyapaka), terutama tuhan yang menjiwai binatang yang bergelar Sang Hyang Rare Anggon
Title: PELESTARIAN FAUNA DALAM UPACARA TUMPEK KANDANG SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT HINDU DI BALI
Description:
ABSTRAK Kebudayaan-kebudayaan di Bali yang dijiwai oleh Agama Hindu membuat kebudayaan yang ada menjadi sangat unik.
Nilai-nilai yang terdapat dalam ajaran Agama Hindu menjadi sumber nilai budaya yang ada di Bali, sehingga kebudayaan Bali bersifat religius dan sangat menarik.
Kebudayaan yang dimaksud adalah perayaan hari suci yang begitu banyak di Bali.
Hari raya suci agama Hindu di Bali mengandung makna-makna yang mendalam.
Selain itu, hari raya suci agama Hindu memiliki peran-peran tersendiri dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali.
Salah satu hari suci tersebut adalah hari suci Tumpek Kandang.
 Adapun permasalahan yang dibahas meliputi Upaya Mengharmoniskan Alam Melalui Pelestarian Fauna dan Peran Upacara Tumpek Kandang Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu di Bali.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif.
Pada penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dan wawancara.
Setelah data terkumpul, maka akan dianalisis dengan tehnik analisis data.
Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan langkah-langkah mereduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan atau memverifikasi.
Hasil yang didapat berdasarkan penelitian diantaranya, (1) Menjaga kelestarian dari para mahluk hidup terutama hewan melalui Upacara Tumpek Kandang atau Tumpek Uye akan berdampak baik bagi keharmonisan alam semesta beserta isinya.
Lestarinya para hewan akan memberikan keseimbangan pada alam semesta terutama Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit (2) Melalui pelaksanaan hari suci Tumpek Kandang atau Tumpek Uye sekaligus memberikan pendidikan bagi umat Hindu kususnya di Bali akan kebesaran Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berada dimana-mana atau berada disetiap tempat (Wyapi-Wyapaka), terutama tuhan yang menjiwai binatang yang bergelar Sang Hyang Rare Anggon.

Related Results

PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
UPACARA FALE BENDERA FLAWA DI DESA WALSEKAT, KECAMATAN FENA LEISELA, KABUPATEN BURU, PROVINSI MALUKU (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)
UPACARA FALE BENDERA FLAWA DI DESA WALSEKAT, KECAMATAN FENA LEISELA, KABUPATEN BURU, PROVINSI MALUKU (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)
Pendidikan Agama Hindu, semestinya diimplementasikan melalui upacara keagamaan yang mengandung ajaran agama Hindu kepada generasi muda, tentu pendidikan non-formal sangat diperluka...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
Musik merupakan salah satu aspek penting yang digunakan dalam berbagai upacara keagamaan dan budaya oleh masyarakat seperti upacara kelahiran, pernikahan, kematian dan upacara inis...
PENDIDIKAN ETIKA HINDU PADA TEKS AGASTYA PARWA DALAM KEHIDUPAN MODERN
PENDIDIKAN ETIKA HINDU PADA TEKS AGASTYA PARWA DALAM KEHIDUPAN MODERN
ABSTRAK Agama Hindu memiliki tiga kerangka dasar yaitu tattwa, etika dan upacara. Ketiganya tidak berdiri sendiri, tetapi suatu kesatuan yang dilaksanakan oleh umat Hindu. Ji...
IKLIM MIKRO DAN RESPON HEMATOLOGI KELINCI LOKAL (Lepus nigricollis) PADA JENIS KANDANG BERBEDA
IKLIM MIKRO DAN RESPON HEMATOLOGI KELINCI LOKAL (Lepus nigricollis) PADA JENIS KANDANG BERBEDA
Salah satu kendala dalam pengembangan ternak kelinci adalah ternak ini sensitif terhadap perubahan faktor lingkungan. Pergeseran kondisi lingkungan (iklim mikro ) dari kebutuhan op...
TRADISI MEMUTRU PADA UPACARA NGABEN DI DESA DARMASABA KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)
TRADISI MEMUTRU PADA UPACARA NGABEN DI DESA DARMASABA KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)
       Tradisi memutru adalah salah satu tradisi yang ada di Desa Adat Darmasaba yang dilaksanakan pada upacara ngaben. Adapun masalah yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimanak...

Back to Top