Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EFISIENSI PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN FASILITAS KERINGANAN TARIF BEA MASUK MELALUI SKEMA FREE TRADE AREA (FTA)

View through CrossRef
Bahan baku memiliki peranan yang sangat penting bagi kelancaran proses produksi demi kelangsungan hidup suatu perusahaan. Persediaan bahan baku bagi perusahaan manufaktur terutama yang padat karya seperti manufaktur pakaian jadi (garment) memerlukan perencanaan dan perhitungan yang sangat matang dikarenakan erat hubungannya dengan masa produksi guna memenuhi ketepatan waktu pengiriman sesuai dengan permintaan dari pihak pembeli (buyer) di luar negeri dan/atau kepuasan pelanggan/konsumen di Indonesia. PT Jusindo Sumberprakarsa merupakan perusahaan manufaktur pakaian jadi yang bergerak dalam bidang ekspor impor dan penjualan lokal yang bahan baku utamanya berupa kain. PT Jusindo Sumberprakarsa adalah salah satu perusahaan yang memanfaatkan perjanjian perdagangan internasional melalui skema Free Trade Area, yang mendapatkan keuntungan yaitu menggunakan tarif preferensial lebih rendah dari tarif yang berlaku umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi persediaan bahan baku menggunakan fasilitas keringanan bea masuk melalui skema Free Trade Area, untuk mencapai tujuan penelitian tersebut maka digunakan metode kualitatif dengan cara menganalisis aspek-aspek efisiensi yaitu dengan menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan bisnis yang ada kaitannya dengan persediaan bahan baku (kain) yaitu dari segi teknis, waktu, proses, sistem dan prosedur sampai akhirnya kain tersebut masuk ke gudang bahan baku (raw material warehouse) sehingga melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan pembelian bahan baku secara efisien dan tepat sasaran, terlebih saat ini sebagian besar perusahaan manufaktur di Indonesia menggantungkan persediaan bahan bakunya dari luar negeri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melakukan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi pembelian bahan baku dengan menggunakan lima indikator yaitu teknis, sarana dan prasarana, waktu, Sosial (Sumber daya manusia) dan biaya ternyata tidak dapat tercapai secara maksimal
Title: EFISIENSI PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN FASILITAS KERINGANAN TARIF BEA MASUK MELALUI SKEMA FREE TRADE AREA (FTA)
Description:
Bahan baku memiliki peranan yang sangat penting bagi kelancaran proses produksi demi kelangsungan hidup suatu perusahaan.
Persediaan bahan baku bagi perusahaan manufaktur terutama yang padat karya seperti manufaktur pakaian jadi (garment) memerlukan perencanaan dan perhitungan yang sangat matang dikarenakan erat hubungannya dengan masa produksi guna memenuhi ketepatan waktu pengiriman sesuai dengan permintaan dari pihak pembeli (buyer) di luar negeri dan/atau kepuasan pelanggan/konsumen di Indonesia.
PT Jusindo Sumberprakarsa merupakan perusahaan manufaktur pakaian jadi yang bergerak dalam bidang ekspor impor dan penjualan lokal yang bahan baku utamanya berupa kain.
PT Jusindo Sumberprakarsa adalah salah satu perusahaan yang memanfaatkan perjanjian perdagangan internasional melalui skema Free Trade Area, yang mendapatkan keuntungan yaitu menggunakan tarif preferensial lebih rendah dari tarif yang berlaku umum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi persediaan bahan baku menggunakan fasilitas keringanan bea masuk melalui skema Free Trade Area, untuk mencapai tujuan penelitian tersebut maka digunakan metode kualitatif dengan cara menganalisis aspek-aspek efisiensi yaitu dengan menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan bisnis yang ada kaitannya dengan persediaan bahan baku (kain) yaitu dari segi teknis, waktu, proses, sistem dan prosedur sampai akhirnya kain tersebut masuk ke gudang bahan baku (raw material warehouse) sehingga melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan pembelian bahan baku secara efisien dan tepat sasaran, terlebih saat ini sebagian besar perusahaan manufaktur di Indonesia menggantungkan persediaan bahan bakunya dari luar negeri.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melakukan observasi dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi pembelian bahan baku dengan menggunakan lima indikator yaitu teknis, sarana dan prasarana, waktu, Sosial (Sumber daya manusia) dan biaya ternyata tidak dapat tercapai secara maksimal.

Related Results

ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU OPTIMAL PADA USAHA DAGANG TEMPE BOGAR DI PALOPO
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU OPTIMAL PADA USAHA DAGANG TEMPE BOGAR DI PALOPO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah kuantitas pembelian bahan baku yang optimal, jumlah persediaan pengaman bahan baku, waktu pesanan kembali bahan baku, jumlah...
PENGARUH TARIF BEA MASUK, VOLUME IMPOR, DAN NILAI IMPOR TERHADAP PENERIMAAN BEA MASUK
PENGARUH TARIF BEA MASUK, VOLUME IMPOR, DAN NILAI IMPOR TERHADAP PENERIMAAN BEA MASUK
Penerimaan bea masuk adalah penerimaan negara dari pungutan atas barang impor yang masuk ke Indonesia. Pada tahun 2014 dan 2019 penerimaan bea masuk pada Kantor Pengawasan dan Pela...
TARIF BEA MASUK BARANG DIGITAL YANG BERSEDIA DIBAYAR DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KESEDIAAN MEMBAYAR BEA MASUK BARANG DIGITAL
TARIF BEA MASUK BARANG DIGITAL YANG BERSEDIA DIBAYAR DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KESEDIAAN MEMBAYAR BEA MASUK BARANG DIGITAL
AbstrakStudi ini bertujuan untuk mengukur tarif bea masuk atas barang digital yang bersedia dibayar berdasarkan pendekatan willingness to pay (WTP) dan menganalisis pengaruh kesada...
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
Pengambilan keputusan pembelian bahan baku merupakan salah satu aspek yang penting guna kelancaran produksi. Kesalahan dalam merencanakan kebutuhan bahan baku berakibat pada p...
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
Pengambilan keputusan pembelian bahan baku merupakan salah satu aspek yang penting guna kelancaran produksi. Kesalahan dalam merencanakan kebutuhan bahan baku berakibat pada p...
Sistem Informasi Manajemen Persediaan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Dan Reorder Point
Sistem Informasi Manajemen Persediaan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Dan Reorder Point
Untuk meraih keuntungan dalam bisnis, perlu menetapkan keputusan yang tepat agar dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan perencanaan. Persediaan adalah kegiatan untuk memenuhi...
ANALISA SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA INDUSTRI BINTANG PRIMA ACEH BESAR
ANALISA SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA INDUSTRI BINTANG PRIMA ACEH BESAR
Perencanaan persediaan bahan baku merupakan salah satu peranan yang sangat penting dalam dunia industri untuk meningkatkan permintaan pasar. Sebuah perencanaan produksi akan berjal...
ANALISIS PERSEDIAAN KEDELAI SEBAGAI BAHAN BAKU TEMPE DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA UMKM X
ANALISIS PERSEDIAAN KEDELAI SEBAGAI BAHAN BAKU TEMPE DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA UMKM X
UMKM X yang berlokasi di Jalan Sanan gang 12 merupakan industri yang memproduksi tempe dari bahan baku kedelai UMKM X belum menerapkan metode pengendalian untuk persediaan bahan ba...

Back to Top