Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU OPTIMAL PADA USAHA DAGANG TEMPE BOGAR DI PALOPO

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah kuantitas pembelian bahan baku yang optimal, jumlah persediaan pengaman bahan baku, waktu pesanan kembali bahan baku, jumlah persediaan maksimum dan total biaya persediaan bahan baku, pada Usaha Dagang Tempe Bogar di Palopo tahun 2012-2016 dengan menggunakan analisis Economic Order Quantity (EOQ). Hasil penelitian menunjukan bahwa Usaha Dagang Tempe Bogar tahun 2012 dapat memesan bahan baku kedelai secara optimal sebesar 3.405,87  kg per pesanan agar tidak melebihi maximum inventory sebesar 4.321,04 kg dan meminimalisir biaya persediaan sebesar Rp.4.459.949,90,-, persediaan pengaman yang harus tersedia di gudang sebesar 915,17 kg, melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaan digudang sebesar 1.156,28 kg., tahun 2013 dapat memesan bahan baku kedelai secara optimal sebesar 3.121,47 kg per pesanan agar tidak melebihi maximum inventory sebesar 3.713,84 kg dan meminimalisir biaya persediaan sebesar Rp. 4.869.496,89,-, persediaan pengaman yang harus tersedia di gudang sebesar 592,37 kg, melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaan digudang sebesar 814,59 kg., tahun 2014 dapat memesan bahan baku kedelai secara optimal sebesar 6.185,89 kg per pesanan agar tidak melebihi maximum inventory sebesar 6.599,76 kg dan meminimalisir biaya persediaan sebesar Rp. 7.274.613,40,-, persediaan pengaman yang harus tersedia di gudang sebesar 413,87 kg, melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaan digudang sebesar 830,53 kg., tahun 2015 dapat memesan bahan baku kedelai secara optimal sebesar 6.304,67 kg per pesanan agar tidak melebihi maximum inventory sebesar 6.754,44 kg dan meminimalisir biaya persediaan sebesar Rp. 8.415.980,80,-, persediaan pengaman yang harus tersedia di gudang sebesar 449,77 kg, melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaan digudang sebesar 870,88 kg., tahun 2016 dapat memesan bahan baku kedelai secara optimal sebesar 6.644,76 kg per pesanan agar tidak melebihi maximum inventory sebesar 7.416,09 kg dan meminimalisir biaya persediaan sebesar Rp. 9.618.825,51,-, persediaan pengaman yang harus tersedia di gudang sebesar 771,33 kg, melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaan digudang sebesar 1.224,39 kg.
Title: ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU OPTIMAL PADA USAHA DAGANG TEMPE BOGAR DI PALOPO
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah kuantitas pembelian bahan baku yang optimal, jumlah persediaan pengaman bahan baku, waktu pesanan kembali bahan baku, jumlah persediaan maksimum dan total biaya persediaan bahan baku, pada Usaha Dagang Tempe Bogar di Palopo tahun 2012-2016 dengan menggunakan analisis Economic Order Quantity (EOQ).
Hasil penelitian menunjukan bahwa Usaha Dagang Tempe Bogar tahun 2012 dapat memesan bahan baku kedelai secara optimal sebesar 3.
405,87  kg per pesanan agar tidak melebihi maximum inventory sebesar 4.
321,04 kg dan meminimalisir biaya persediaan sebesar Rp.
4.
459.
949,90,-, persediaan pengaman yang harus tersedia di gudang sebesar 915,17 kg, melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaan digudang sebesar 1.
156,28 kg.
, tahun 2013 dapat memesan bahan baku kedelai secara optimal sebesar 3.
121,47 kg per pesanan agar tidak melebihi maximum inventory sebesar 3.
713,84 kg dan meminimalisir biaya persediaan sebesar Rp.
4.
869.
496,89,-, persediaan pengaman yang harus tersedia di gudang sebesar 592,37 kg, melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaan digudang sebesar 814,59 kg.
, tahun 2014 dapat memesan bahan baku kedelai secara optimal sebesar 6.
185,89 kg per pesanan agar tidak melebihi maximum inventory sebesar 6.
599,76 kg dan meminimalisir biaya persediaan sebesar Rp.
7.
274.
613,40,-, persediaan pengaman yang harus tersedia di gudang sebesar 413,87 kg, melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaan digudang sebesar 830,53 kg.
, tahun 2015 dapat memesan bahan baku kedelai secara optimal sebesar 6.
304,67 kg per pesanan agar tidak melebihi maximum inventory sebesar 6.
754,44 kg dan meminimalisir biaya persediaan sebesar Rp.
8.
415.
980,80,-, persediaan pengaman yang harus tersedia di gudang sebesar 449,77 kg, melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaan digudang sebesar 870,88 kg.
, tahun 2016 dapat memesan bahan baku kedelai secara optimal sebesar 6.
644,76 kg per pesanan agar tidak melebihi maximum inventory sebesar 7.
416,09 kg dan meminimalisir biaya persediaan sebesar Rp.
9.
618.
825,51,-, persediaan pengaman yang harus tersedia di gudang sebesar 771,33 kg, melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaan digudang sebesar 1.
224,39 kg.

Related Results

Efek Pemberian Pakan dengan Tambahan Overripe Tempe terhadap Jumlah Escherichia coli dan Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Ayam Petelur
Efek Pemberian Pakan dengan Tambahan Overripe Tempe terhadap Jumlah Escherichia coli dan Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Ayam Petelur
Overripe tempe memiliki kandungan nutrisi dan komponen bioaktif yang dihasilkan bakteri asam laktat dan kapang Rhizopus oligosporus. Bakteri asam laktat (BAL) dapat menghasilkan be...
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
Pengambilan keputusan pembelian bahan baku merupakan salah satu aspek yang penting guna kelancaran produksi. Kesalahan dalam merencanakan kebutuhan bahan baku berakibat pada p...
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
Pengambilan keputusan pembelian bahan baku merupakan salah satu aspek yang penting guna kelancaran produksi. Kesalahan dalam merencanakan kebutuhan bahan baku berakibat pada p...
UPAYA PENINGKATAN KONSUMSI TEMPE MELALUI DIVERSIFIKASI OLAHAN
UPAYA PENINGKATAN KONSUMSI TEMPE MELALUI DIVERSIFIKASI OLAHAN
ABSTRAKTempe adalah produk olahan makanan yang terbuat dari fermentasi kacang kedelai atau beberapa bahan lainnya. Fermentasi menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rh...
Mesin Mesin Pengiris Tempe Otomatis Sebagai Bahan Baku Keripik Tempe
Mesin Mesin Pengiris Tempe Otomatis Sebagai Bahan Baku Keripik Tempe
Makanan ringan berbahan baku tempe banyak dijumpai, seperti mendoan, oncom, keripik tempe. Keripik tempe adalah makanan yang banyak digemari masyarakat, karena memiliki kelebihan d...
ANALISA SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA INDUSTRI BINTANG PRIMA ACEH BESAR
ANALISA SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA INDUSTRI BINTANG PRIMA ACEH BESAR
Perencanaan persediaan bahan baku merupakan salah satu peranan yang sangat penting dalam dunia industri untuk meningkatkan permintaan pasar. Sebuah perencanaan produksi akan berjal...
Sistem Informasi Manajemen Persediaan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Dan Reorder Point
Sistem Informasi Manajemen Persediaan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Dan Reorder Point
Untuk meraih keuntungan dalam bisnis, perlu menetapkan keputusan yang tepat agar dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan perencanaan. Persediaan adalah kegiatan untuk memenuhi...
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN HOME INDUSTRI TEMPE KRIPIK KELOMPOK USAHA JAJANAN KHAS KABUPATEN TRENGGALEK
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN HOME INDUSTRI TEMPE KRIPIK KELOMPOK USAHA JAJANAN KHAS KABUPATEN TRENGGALEK
ABSTRAK Usaha untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat adalah yang selalu diusahakan, baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, dengan menggunakan berbagai progra...

Back to Top