Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS PERSEDIAAN KEDELAI SEBAGAI BAHAN BAKU TEMPE DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA UMKM X

View through CrossRef
UMKM X yang berlokasi di Jalan Sanan gang 12 merupakan industri yang memproduksi tempe dari bahan baku kedelai UMKM X belum menerapkan metode pengendalian untuk persediaan bahan baku pembuatan tempe sehingga UMKM tersebut memesan kedelai lebih banyak yang menimbulkan overstock di gudang dan hal itu menyebabkan peningkatan biaya persediaan kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persediaan bahan baku jika menggunakan EOQ sebagai upaya pengendalian persediaan kedelai di UMKM X sehingga didapatkan biaya persediaan bahan baku yang efisien. Ditinjau hasil dari peneliti lakukan, maka telah disimpulkan jika menggunakan perhitungan EOQ menyatakan bahwa bahan baku kedelai dibeli atas dasar perhitungan EOQ sebesar 42.098,806 Kg, frekuensi banyaknya beli dilakukan 7 kali selama periode 1 tahun, safety stock sebanyak 1.216,410 kg, dan reorder point pada saat bahan baku sebesar 2.066,410 kg. Penggunaan metode EOQ meminimalisir pengeluaran persediaan bahan baku dengan selisih sebanyak Rp 2.213.642. Oleh karena itu Metode EOQ dapat mengurangi biaya persediaan bahan baku dengan total biaya persediaan lebih rendah dibandingkan sebelum menggunakan EOQ yang dilakukan oleh UMKM X
Title: ANALISIS PERSEDIAAN KEDELAI SEBAGAI BAHAN BAKU TEMPE DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA UMKM X
Description:
UMKM X yang berlokasi di Jalan Sanan gang 12 merupakan industri yang memproduksi tempe dari bahan baku kedelai UMKM X belum menerapkan metode pengendalian untuk persediaan bahan baku pembuatan tempe sehingga UMKM tersebut memesan kedelai lebih banyak yang menimbulkan overstock di gudang dan hal itu menyebabkan peningkatan biaya persediaan kedelai.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persediaan bahan baku jika menggunakan EOQ sebagai upaya pengendalian persediaan kedelai di UMKM X sehingga didapatkan biaya persediaan bahan baku yang efisien.
Ditinjau hasil dari peneliti lakukan, maka telah disimpulkan jika menggunakan perhitungan EOQ menyatakan bahwa bahan baku kedelai dibeli atas dasar perhitungan EOQ sebesar 42.
098,806 Kg, frekuensi banyaknya beli dilakukan 7 kali selama periode 1 tahun, safety stock sebanyak 1.
216,410 kg, dan reorder point pada saat bahan baku sebesar 2.
066,410 kg.
Penggunaan metode EOQ meminimalisir pengeluaran persediaan bahan baku dengan selisih sebanyak Rp 2.
213.
642.
Oleh karena itu Metode EOQ dapat mengurangi biaya persediaan bahan baku dengan total biaya persediaan lebih rendah dibandingkan sebelum menggunakan EOQ yang dilakukan oleh UMKM X.

Related Results

ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU OPTIMAL PADA USAHA DAGANG TEMPE BOGAR DI PALOPO
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU OPTIMAL PADA USAHA DAGANG TEMPE BOGAR DI PALOPO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah kuantitas pembelian bahan baku yang optimal, jumlah persediaan pengaman bahan baku, waktu pesanan kembali bahan baku, jumlah...
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PABRIK TAHU SKM DI BANJARBARU
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PABRIK TAHU SKM DI BANJARBARU
Abstract: The purpose of this study was to determine the analysis of production cost collection at the SKM Tofu Factory in Banjarbaru and to apply the Economic Order Quantity (EOQ)...
Pembuatan Tempe Bekatul Dan Kandungan Gizinya
Pembuatan Tempe Bekatul Dan Kandungan Gizinya
Penelitian bertujuan: 1) mengetahui formula tempe bekatul yang tepat sesuai dengan karakteristik bekatul, 2) mengetahui daya terima konsumen terhadap tempe bekatul, dan 3) mengetah...
Efek Pemberian Pakan dengan Tambahan Overripe Tempe terhadap Jumlah Escherichia coli dan Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Ayam Petelur
Efek Pemberian Pakan dengan Tambahan Overripe Tempe terhadap Jumlah Escherichia coli dan Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Ayam Petelur
Overripe tempe memiliki kandungan nutrisi dan komponen bioaktif yang dihasilkan bakteri asam laktat dan kapang Rhizopus oligosporus. Bakteri asam laktat (BAL) dapat menghasilkan be...
The Isoflavone Contents of Devon 1 Soybeans during Fermentation and Processing into Soybean-Tempeh Steamed Buns
The Isoflavone Contents of Devon 1 Soybeans during Fermentation and Processing into Soybean-Tempeh Steamed Buns
Abstract—The soybean Devon 1 variety is a superior variety developed in Indonesia. The isoflavone content makes this soybean a top choice for a functional food. However, fermenting...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
Pengambilan keputusan pembelian bahan baku merupakan salah satu aspek yang penting guna kelancaran produksi. Kesalahan dalam merencanakan kebutuhan bahan baku berakibat pada p...
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
Pengambilan keputusan pembelian bahan baku merupakan salah satu aspek yang penting guna kelancaran produksi. Kesalahan dalam merencanakan kebutuhan bahan baku berakibat pada p...

Back to Top