Javascript must be enabled to continue!
Pendidikan Sejarah Memperkokoh Identitas, Jati Diri dan Karakter Bangsa
View through CrossRef
Pendidikan karakter sejatinya adalah suatu upaya untuk menangani krisis moral yang dewasa ini terjadi. Pusat kurikulum merumuskan ±18 nilai pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan sejarah memperkokoh identitas, jati diri dan karakter bangsa. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah Metode sejarah. Metode sejarah memiliki empat tahapan kerja, yaitu: heruistik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa melalui pendidikan sejarah, nilai-nilai itu dapat diintegrasikan dalam pembelajaran. Pembelajaran sejarah dalam mendukung pendidikan karakter menempati posisi strategis, dalam pembentukan identitas dan jati diri bangsa yang bermartabat dalam pembentukan manusia Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Melalui materi pembelajaran sejarah yang mengandung nilai-nilai heroik, keteladanan, patriotisme, nasionalisme, dan pantang menyerah dapat dijadikan sebagai dasar dalam proses pendidikan karakter. Pembelajaran sejarah bukan mengajarkan kebohongan, kemunafikan atau fitnah. Pendidikan sejarah dalam memperkokoh pendidikan karakter, yaitu berusaha mengoptimalkan nilai-nilai karakter yang baik melalui sifat, sikap, akhlak mulia, perilaku luhur, jujur, saling menghargai, bertanggung jawab yang ditunjukkan tokoh dapat dijadikan rujukan dan modal dasar pengembangan individu dan watak bangsa ke depan dalam persaingan global yang semakin kompetitif
Title: Pendidikan Sejarah Memperkokoh Identitas, Jati Diri dan Karakter Bangsa
Description:
Pendidikan karakter sejatinya adalah suatu upaya untuk menangani krisis moral yang dewasa ini terjadi.
Pusat kurikulum merumuskan ±18 nilai pendidikan karakter.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan sejarah memperkokoh identitas, jati diri dan karakter bangsa.
Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah Metode sejarah.
Metode sejarah memiliki empat tahapan kerja, yaitu: heruistik, kritik, interpretasi, dan historiografi.
Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa melalui pendidikan sejarah, nilai-nilai itu dapat diintegrasikan dalam pembelajaran.
Pembelajaran sejarah dalam mendukung pendidikan karakter menempati posisi strategis, dalam pembentukan identitas dan jati diri bangsa yang bermartabat dalam pembentukan manusia Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.
Melalui materi pembelajaran sejarah yang mengandung nilai-nilai heroik, keteladanan, patriotisme, nasionalisme, dan pantang menyerah dapat dijadikan sebagai dasar dalam proses pendidikan karakter.
Pembelajaran sejarah bukan mengajarkan kebohongan, kemunafikan atau fitnah.
Pendidikan sejarah dalam memperkokoh pendidikan karakter, yaitu berusaha mengoptimalkan nilai-nilai karakter yang baik melalui sifat, sikap, akhlak mulia, perilaku luhur, jujur, saling menghargai, bertanggung jawab yang ditunjukkan tokoh dapat dijadikan rujukan dan modal dasar pengembangan individu dan watak bangsa ke depan dalam persaingan global yang semakin kompetitif.
Related Results
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Artikel ini membahas politik identitas sebagai tindakan politis yang bertujuan untuk memajukan kepentingan kelompok berdasarkan kesamaan identitas atau karakteristik mereka. Politi...
Pendidikan Karakter Di Sekolah
Pendidikan Karakter Di Sekolah
<div data-canvas-width="37.777992156862744">Abstrak</div><div data-canvas-width="349.9150745098038">Pendidakan karakter tiba-tiba menjadi wacana hangat di dunia p...
Penggunaan Ekstrak Dari Tiga Jenis Daun Jati (Daun Jati Lokal, Daun Jati Super, dan Daun Jati Belanda) sebagai Pewarna Alami pada Sirup
Penggunaan Ekstrak Dari Tiga Jenis Daun Jati (Daun Jati Lokal, Daun Jati Super, dan Daun Jati Belanda) sebagai Pewarna Alami pada Sirup
Daun jati merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan pewarna alami dan tumbuhan yang dianggap sebagai limbah karena pemanfaatannya yang masih kurang oleh masyaraka...
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
Perkembangan disiplin ilmu sejarah buat sekian lama memusatkan perbahasannya kepada falsafah “tiada dokumen, tiada sejarah” sebagai wadah merealisasikan matlamat sejarawan untuk me...
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI IPS SMAN 1 SUKASADA
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI IPS SMAN 1 SUKASADA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pola pendidikan karakter yang diterapkan pada Pembelajaran Sejarah di SMAN 1 Sukasada,(2) pola pendidikan karakter yang diterapkan pa...
PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA
PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA
Era reformasi, demokratisasi, dan globalisasi harus dihadapi oleh setiap manusia yang berkualitas. Pengembangan dan pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas tersebut hanya ...
Jawaban Midle Test Ilmu Sejarah
Jawaban Midle Test Ilmu Sejarah
Hasil analisis dokumenuntuk pernyataan1a. Fakta sejarah yang menyatakan bahwa pendidikan telah ada sebelumsistem persekolahan ada. Sepanjang sejarah kehidupan manusia,perkembangan ...
PENDIDIKAN IPS DAN PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA
PENDIDIKAN IPS DAN PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA
Jika pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah sebagai bagian dari reformasipendidikan, maka reformasi pendidikan karakter bisa diibaratkan sebagai pohon yang memili...

