Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Motivasi Politik Kepala Desa Perempuan Di Provinsi Jawa Timur

View through CrossRef
One of the interesting phenomena in the decentralization and regional autonomy process was the emergence of women’s candidates in direct elections of village heads. The village heads are leading public offices in Indonesia local government. Public office, as well as the political office, directly dealing with the public and providing public services to the community. The appearance of women in the political sphere is a new symptom. A women's political role which women tend to put on the condition and position of powerlessness. Women are seen as complementary sufferers in the world of politics, with direct elections the chance to be village heads to be quite strategic and not easy to be achieved for women. However, in the province of East Java, that proved highly viscous Islamic teachings, quite enough women who occupied it. In the last decade, in several villages in East Java province, some women candidates won the election. The political motivation of the women who served as street-level leader is worth a look from the perspective of gender and culture. This article provides a description of the candidate's motivation of women in local elections at village level. As such, research will be able to explain the political motivations of women more comprehensively.Keywords: Women and Politics; Political Motivation; The Women Village Head AbstrakSalah satu fenomena yang menarik dalam proses desentralisasi dan otonomi daerah adalah munculnya kandidat perempuan dalam pemilihan langsung kepala desa. Kepala desa merupakan jabatan publik terdepan dalam local government di Indonesia. Jabatan publik sekaligus jabatan politik yang secara langsung berhadapan dengan publik dan memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Tampilnya perempuan dalam ranah politik ini adalah gejala baru. Peran politik perempuan yang selama ini cenderung menempatkan perempuan pada kondisi dan posisi ketidakberdayaan. Perempuan hanya dipandang sebagai pelengkap penderita dalam dunia politik Dengan pemilihan langsung, peluang untuk menjadi kepala desa menjadi cukup strategis dan tidak gampang untuk diraih bagi perempuan. Akan tetapi, di Provinsi Jawa Timur yang sangat kental ajaran Islamnya ternyata cukup banyak perempuan yang mendudukinya. Dalam sepuluh tahun terakhir, di beberapa desa di Propinsi Jawa Timur beberapa kandidat perempuan berhasil memenangkan pemilihan kepala desa. Motivasi politik perempuan-perempuan yang menjabat sebagai street level leader ini menarik untuk dilihat dari perspektif gender dan kultural. Artikel ini memberikan penjelasan mengenai motivasi kandidat perempuan dalam pemilu lokal di tingkat desa. Dengan demikian penelitian akan mampu menjelaskan secara lebih komprehensif tentang motivasi politik perempuan.Kata Kunci:Perempuan dan Politik; Motivasi Politik; Kepala Desa Perempuan 
LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Title: Motivasi Politik Kepala Desa Perempuan Di Provinsi Jawa Timur
Description:
One of the interesting phenomena in the decentralization and regional autonomy process was the emergence of women’s candidates in direct elections of village heads.
The village heads are leading public offices in Indonesia local government.
Public office, as well as the political office, directly dealing with the public and providing public services to the community.
The appearance of women in the political sphere is a new symptom.
A women's political role which women tend to put on the condition and position of powerlessness.
Women are seen as complementary sufferers in the world of politics, with direct elections the chance to be village heads to be quite strategic and not easy to be achieved for women.
However, in the province of East Java, that proved highly viscous Islamic teachings, quite enough women who occupied it.
In the last decade, in several villages in East Java province, some women candidates won the election.
The political motivation of the women who served as street-level leader is worth a look from the perspective of gender and culture.
This article provides a description of the candidate's motivation of women in local elections at village level.
As such, research will be able to explain the political motivations of women more comprehensively.
Keywords: Women and Politics; Political Motivation; The Women Village Head AbstrakSalah satu fenomena yang menarik dalam proses desentralisasi dan otonomi daerah adalah munculnya kandidat perempuan dalam pemilihan langsung kepala desa.
Kepala desa merupakan jabatan publik terdepan dalam local government di Indonesia.
Jabatan publik sekaligus jabatan politik yang secara langsung berhadapan dengan publik dan memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.
Tampilnya perempuan dalam ranah politik ini adalah gejala baru.
Peran politik perempuan yang selama ini cenderung menempatkan perempuan pada kondisi dan posisi ketidakberdayaan.
Perempuan hanya dipandang sebagai pelengkap penderita dalam dunia politik Dengan pemilihan langsung, peluang untuk menjadi kepala desa menjadi cukup strategis dan tidak gampang untuk diraih bagi perempuan.
Akan tetapi, di Provinsi Jawa Timur yang sangat kental ajaran Islamnya ternyata cukup banyak perempuan yang mendudukinya.
Dalam sepuluh tahun terakhir, di beberapa desa di Propinsi Jawa Timur beberapa kandidat perempuan berhasil memenangkan pemilihan kepala desa.
Motivasi politik perempuan-perempuan yang menjabat sebagai street level leader ini menarik untuk dilihat dari perspektif gender dan kultural.
Artikel ini memberikan penjelasan mengenai motivasi kandidat perempuan dalam pemilu lokal di tingkat desa.
Dengan demikian penelitian akan mampu menjelaskan secara lebih komprehensif tentang motivasi politik perempuan.
Kata Kunci:Perempuan dan Politik; Motivasi Politik; Kepala Desa Perempuan .

Related Results

Pandangan Masyarakat tentang Gaya Kepemimpinan Kepala Desa Berpendidikan Sarjana dan Bukan Sarjana di Madura
Pandangan Masyarakat tentang Gaya Kepemimpinan Kepala Desa Berpendidikan Sarjana dan Bukan Sarjana di Madura
Studi ini ingin melengkapi studi sebelumnya tentang gaya kepemimpinan kepala desa dari perspektif pandangan masyarakat, khususnya tentang pandangan masyarakat tentang gaya kepemimi...
Perilaku Politik Masyarakat Dalam Pemilihan Calon Kepala Desa Di Desa Matang Kumbang, Kec. Makmur, Kab. Bireuen
Perilaku Politik Masyarakat Dalam Pemilihan Calon Kepala Desa Di Desa Matang Kumbang, Kec. Makmur, Kab. Bireuen
Pemilihan Kepala Desa merupakan perwujudan demokrasi desa dalam rangka menentukan kepemimpinan desa yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui partisipasi dan perilaku p...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Peran Komunikasi Politik Kepala Desa dalam Mendorong Inovasi Pembangunan
Peran Komunikasi Politik Kepala Desa dalam Mendorong Inovasi Pembangunan
Komunikasi politik kepala desa adalah penyampaian pesan atau informasi oleh kepala desa kepada masyarakat dengan tujuan untuk menginformasikan kepada mereka tentang berbagai isu, k...
Kepemimpinan Perempuan di Jawa Timur dalam Perspektif Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-1999 Masehi)
Kepemimpinan Perempuan di Jawa Timur dalam Perspektif Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-1999 Masehi)
Problematika gender merupakan bagian isu dan tema sentral yang tidak luput dari pembahasan di masyarakat. Perempuan yang berada pada posisi dipimpin, semenjak kebijakan era reforma...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Pengaruh Asfiksia Terhadap Kejadian Kematian Neonatal Di Provinsi Jawa Timur
Pengaruh Asfiksia Terhadap Kejadian Kematian Neonatal Di Provinsi Jawa Timur
ABSTRAK Kejadian kematian neonatal masih menjadi salah satu permasalahan utama di Provinsi Jawa Timur. Angka  kematian neonatal di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2019 mencapai 5,2...

Back to Top