Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Stabilitas Lereng Bendungan 1 Tujuh Bukit Tumpang Pitu Banyuwangi

View through CrossRef
Keberhasilan operasional sebuah bendungan sangat dipengaruhi oleh stabilitas lereng dan keamanan terhadap rembesan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi stabilitas lereng dan keamanan rembesan pada Bendungan Tujuh Bukit 1, yang telah beroperasi selama lima tahun. Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, diikuti dengan pembuatan model analisis. Analisis stabilitas lereng dilakukan dalam tiga kondisi: kondisi statik, gempa Operated Based Earthquake (OBE), dan gempa Maximum Design Earthquake (MDE). Selain itu, model analisis rembesan dikembangkan untuk menilai keamanan terhadap tekanan uplift dan erosi buluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas lereng pada kondisi statik, OBE, dan MDE memenuhi kriteria keamanan yang diperlukan. Faktor keamanan yang dihitung untuk setiap skenario menunjukkan bahwa lereng bendungan stabil dan mampu menahan beban yang ditentukan. Demikian pula, hasil analisis rembesan menunjukkan bahwa Bendungan Tujuh Bukit 1 aman terhadap uplift dan erosi buluh, tanpa risiko signifikan erosi internal atau kehilangan material yang dapat membahayakan struktur. Berdasarkan hasil analisis ini, tidak diperlukan modifikasi desain atau perkuatan tambahan untuk Bendungan Tujuh Bukit 1. Desain dan konstruksi saat ini memadai untuk memastikan keamanan dan stabilitas bendungan dalam kondisi yang dievaluasi. Temuan ini memberikan keyakinan mengenai keandalan operasional bendungan dan wawasan berharga untuk strategi pemantauan dan pemeliharaan mendatang. Penelitian ini menekankan pentingnya evaluasi keamanan rutin untuk bendungan dan menyoroti efektivitas model analitis dalam menilai stabilitas dan masalah rembesan Kata kunci : Stabilitas lereng, kemanan rembesan, Bendungan Tujuh Bukit I  
Title: Analisis Stabilitas Lereng Bendungan 1 Tujuh Bukit Tumpang Pitu Banyuwangi
Description:
Keberhasilan operasional sebuah bendungan sangat dipengaruhi oleh stabilitas lereng dan keamanan terhadap rembesan.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi stabilitas lereng dan keamanan rembesan pada Bendungan Tujuh Bukit 1, yang telah beroperasi selama lima tahun.
Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, diikuti dengan pembuatan model analisis.
Analisis stabilitas lereng dilakukan dalam tiga kondisi: kondisi statik, gempa Operated Based Earthquake (OBE), dan gempa Maximum Design Earthquake (MDE).
Selain itu, model analisis rembesan dikembangkan untuk menilai keamanan terhadap tekanan uplift dan erosi buluh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas lereng pada kondisi statik, OBE, dan MDE memenuhi kriteria keamanan yang diperlukan.
Faktor keamanan yang dihitung untuk setiap skenario menunjukkan bahwa lereng bendungan stabil dan mampu menahan beban yang ditentukan.
Demikian pula, hasil analisis rembesan menunjukkan bahwa Bendungan Tujuh Bukit 1 aman terhadap uplift dan erosi buluh, tanpa risiko signifikan erosi internal atau kehilangan material yang dapat membahayakan struktur.
Berdasarkan hasil analisis ini, tidak diperlukan modifikasi desain atau perkuatan tambahan untuk Bendungan Tujuh Bukit 1.
Desain dan konstruksi saat ini memadai untuk memastikan keamanan dan stabilitas bendungan dalam kondisi yang dievaluasi.
Temuan ini memberikan keyakinan mengenai keandalan operasional bendungan dan wawasan berharga untuk strategi pemantauan dan pemeliharaan mendatang.
Penelitian ini menekankan pentingnya evaluasi keamanan rutin untuk bendungan dan menyoroti efektivitas model analitis dalam menilai stabilitas dan masalah rembesan Kata kunci : Stabilitas lereng, kemanan rembesan, Bendungan Tujuh Bukit I  .

Related Results

PENERAPAN METODE MODIFIKASI ANDERSEN DALAM PENILAIAN RISIKO BENDUNGAN HALIWEN
PENERAPAN METODE MODIFIKASI ANDERSEN DALAM PENILAIAN RISIKO BENDUNGAN HALIWEN
Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, oleh karena itu seluruh infrastruktur yang dimiliki harus dilakukan analisis risiko guna dapat dilakukan upaya-upaya mitigasinya. Sal...
KAJIAN PENINGKATAN BENDUNGAN BENANGA DI KOTA SAMARINDA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR
KAJIAN PENINGKATAN BENDUNGAN BENANGA DI KOTA SAMARINDA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR
Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan dokumen perencanaan teknis yang dilengkapi gambar perencanaan/desain peningkatan bendungan Benanga.Penelitian dilaksanakan di kawasan ben...
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
ANCIENT SETTLEMENT INDICATIONS IN LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI
Tulisan ini bertujuan menjelaskan sejumlah data arkeologi, tradisi dan lingkungan okupasi manusia di Kabupaten Luwu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan survei dan ekskavasi. ...
PROBABILITAS KERUNTUHAN DAN REKOMENDASI PERKUATAN TEBING SPILLWAY Di BENDUNGAN AMERORO SULAWESI TENGGARA
PROBABILITAS KERUNTUHAN DAN REKOMENDASI PERKUATAN TEBING SPILLWAY Di BENDUNGAN AMERORO SULAWESI TENGGARA
Lereng merupakan galian terbuka yang memiliki kerentanan tinggi di dunia konstruksi terutama bendungan. Konstruksi galian pada litologi metamorf menjadi tantangan besar dalam menja...
PENGARUH PERMEABILITAS TERHADAP STABILITAS KEAMANAN BENDUNGAN GUNUNGROWO
PENGARUH PERMEABILITAS TERHADAP STABILITAS KEAMANAN BENDUNGAN GUNUNGROWO
Bendungan Gunungrowo dibangun sejak tahun 1925 terletak pada Sungai Wadi. Bendungan ini mempunyai tipe urugan tanah homogen dan mempunyai tinggi 20,5 m, dengan kapasitas tampungan ...
Analisis Stabilitas Lereng Pada Tubuh Bendungan Manikin
Analisis Stabilitas Lereng Pada Tubuh Bendungan Manikin
Bendungan Manikin merupakan bendungan tipe urugan dengan inti tegak yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Struktur bendungan ini...
IDENTIFIKASI UMAH ADAT PITU RUANG SEBAGAI PRODUK KEBUDAYAAN GAYO. STUDI KASUS: UMAH REJE BALUNTARA DI ACEH TENGAH
IDENTIFIKASI UMAH ADAT PITU RUANG SEBAGAI PRODUK KEBUDAYAAN GAYO. STUDI KASUS: UMAH REJE BALUNTARA DI ACEH TENGAH
AbstrakUmah Adat Pitu Ruang merupakan karya seni bangunan rumah adat Suku Gayo. Struktur bangunannya berupa rumah panggung yang memiliki 36 tiang sebagai penopang dengan ornamen-or...

Back to Top