Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENERAPAN METODE MODIFIKASI ANDERSEN DALAM PENILAIAN RISIKO BENDUNGAN HALIWEN

View through CrossRef
Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, oleh karena itu seluruh infrastruktur yang dimiliki harus dilakukan analisis risiko guna dapat dilakukan upaya-upaya mitigasinya. Salah satu diantara infrastruktur yang menyimpan potensi risiko bahaya tinggi yaitu bendungan. Bendungan perlu dilakukan inspeksi terkait operasi, pemeliharaan, dan keamanan bendungan, salah satunya dengan inspeksi rutin. Hasil dari inspeksi dapat digunakan untuk menganalisis resiko bendungan. Bendungan Haliwen awalnya merupakan embung yang dinaikkan klasifikasinya menjadi bendungan karena berlakunya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum no 27 Tahun 2015 tentang Bendungan. Bendungan Haliwen perlu dianalisis resikonya selayaknya bendungan. Metode untuk menganalisis resiko dari bendungan dapat menggunakan metode modifikasi Andersen. Metode ini cukup baik digunakan untuk bendungan dengan informasi saat konstruksi dan instrumentasi yang terbatas. Penelitian ini membutuhkan laporan hasil inspeksi lapangan untuk mengetahui kondisi fisik bendungan. Hasil akhir dari analisis ini adalah kondisi resiko bendungan berupa nilai keamanan (Naman). Nilai keamanan yang didapat adalah 80. Berdasarkan penilaian resiko metode modifikasi Andersen, Bendungan Haliwen tersebut mendapat nilai keamanan di atas 75 (memuaskan) yang artinya bendungan tersebut dalam kondisi baik dan memiliki risiko kegagalan yang rendah. Nilai keamanan memuaskan memiliki arti bendungan dapat beroperasi dengan baik di waktu beban biasa (normal) dan luar biasa.
Title: PENERAPAN METODE MODIFIKASI ANDERSEN DALAM PENILAIAN RISIKO BENDUNGAN HALIWEN
Description:
Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, oleh karena itu seluruh infrastruktur yang dimiliki harus dilakukan analisis risiko guna dapat dilakukan upaya-upaya mitigasinya.
Salah satu diantara infrastruktur yang menyimpan potensi risiko bahaya tinggi yaitu bendungan.
Bendungan perlu dilakukan inspeksi terkait operasi, pemeliharaan, dan keamanan bendungan, salah satunya dengan inspeksi rutin.
Hasil dari inspeksi dapat digunakan untuk menganalisis resiko bendungan.
Bendungan Haliwen awalnya merupakan embung yang dinaikkan klasifikasinya menjadi bendungan karena berlakunya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum no 27 Tahun 2015 tentang Bendungan.
Bendungan Haliwen perlu dianalisis resikonya selayaknya bendungan.
Metode untuk menganalisis resiko dari bendungan dapat menggunakan metode modifikasi Andersen.
Metode ini cukup baik digunakan untuk bendungan dengan informasi saat konstruksi dan instrumentasi yang terbatas.
Penelitian ini membutuhkan laporan hasil inspeksi lapangan untuk mengetahui kondisi fisik bendungan.
Hasil akhir dari analisis ini adalah kondisi resiko bendungan berupa nilai keamanan (Naman).
Nilai keamanan yang didapat adalah 80.
Berdasarkan penilaian resiko metode modifikasi Andersen, Bendungan Haliwen tersebut mendapat nilai keamanan di atas 75 (memuaskan) yang artinya bendungan tersebut dalam kondisi baik dan memiliki risiko kegagalan yang rendah.
Nilai keamanan memuaskan memiliki arti bendungan dapat beroperasi dengan baik di waktu beban biasa (normal) dan luar biasa.

Related Results

Evaluasi Kondisi Fisik Bendungan Sempor Kabupaten Kebumen Dalam Penentuan Prioritas Pemeliharaan Sebagai Upaya Memperpanjang Usia Operasional
Evaluasi Kondisi Fisik Bendungan Sempor Kabupaten Kebumen Dalam Penentuan Prioritas Pemeliharaan Sebagai Upaya Memperpanjang Usia Operasional
Selain memberikan manfaat bagi manusia, bendungan juga menimbulkan potensi bahaya yang besar bagi sekitarnya. Potensi bahaya tersebut adalah  runtuhnya bangunan bendungan yang dapa...
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke empat di dunia dan hal ini menjadi tantangan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang memadai. Salah satu program pemer...
Implementasi Early Warning System Bencana Banjir berdasarkan Ketinggian Air Bendungan
Implementasi Early Warning System Bencana Banjir berdasarkan Ketinggian Air Bendungan
Bendungan Sampean Baru merupakan salah satu bendungan yang berada di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Bendungan ini memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai irigasi dan PLTM. Berdasa...
Mengukur Risiko Kesehatan dengan Pendekatan dan Penilaian Risiko untuk Mengidentifikasi serta Mengelola Potensi Bahaya Kesehatan
Mengukur Risiko Kesehatan dengan Pendekatan dan Penilaian Risiko untuk Mengidentifikasi serta Mengelola Potensi Bahaya Kesehatan
Penilaian risiko adalah suatu proses penting dalam mengidentifikasi dan mengelola potensi bahaya kesehatan yang dapat mempengaruhi individu atau populasi. Pendekatan penilaian risi...
ANALISIS KEMAMPUAN GURU KELAS MELAKSANAKAN PENILAIAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN
ANALISIS KEMAMPUAN GURU KELAS MELAKSANAKAN PENILAIAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Penilaian yang dilaksanakan oleh guru masih didominasi oleh penilaian yang digunakan mengukur aspek kognitif yang bisa diterapkan dalam penilaian kurikulum. Atas dasar tersebut pen...
STUDI MANAJEMAN RISIKO PADA BANK SYARIAH INDONESIA (BSI)
STUDI MANAJEMAN RISIKO PADA BANK SYARIAH INDONESIA (BSI)
ABTSRAKRisiko dalam konteks perbankan merupakan suatu kejadian potensial, baik yang dapat di perkirakan maupun yang tidak dapat diperkirakan dan berdampak negatif terhadap pendapat...
Manajemen Risiko Usaha Jamur Tiram CV. Citra Nusa Prima dengan Pendekatan Enterprise Risk Management
Manajemen Risiko Usaha Jamur Tiram CV. Citra Nusa Prima dengan Pendekatan Enterprise Risk Management
Jamur tiram merupakan komoditas pertanian yang rentan terkena risiko. Sumber utama risiko yaitu pada produksi, sumber daya manusia, dan pasar. Risiko yang terjadi belum menjadi per...
SISTEM MANAJEMEN OPERASI DAN PEMELIHARAAN KONSTRUKSI UNTUK MENJAGA KELESTARIAN HUTAN KOTA DI IBU KOTA NUSANTARA
SISTEM MANAJEMEN OPERASI DAN PEMELIHARAAN KONSTRUKSI UNTUK MENJAGA KELESTARIAN HUTAN KOTA DI IBU KOTA NUSANTARA
Hutan kota Ibu Kota Nusantara (IKN), penting dan perlu didukung keberlanjutannya. Salah satu yang dapat mendukung hutan kota IKN, adalah dipersiapkannya sistem manajemen oper...

Back to Top