Javascript must be enabled to continue!
Konsep Sa'adah (kebahagiaan) dalam Hadis Tematik
View through CrossRef
Manusia diciptakan Allah Swt. dengan karunia yang sangat luar biasa. Ia dibekali dengan akal sehingga manusia sebagai makhluk yang memiliki eksistensi yang tinggi dibandingkan dengan makhluk yang lain. Sebagian orang berpendapat bahwa suatu kebahagiaan memiliki takaran yang tepat disaat seseorang mempunyai banyak harta materiil yang dimiliki, kekuasaan yang telah diraihnya (tahta), pangkat dan ketenaran yang telah dimiliki. Pasalnya, dalam menempuh kebahagiaan, tidak jarang yang dilakukan ialah menggunakan langkah-langkah yang tidak terpuji. Meskipun sejatinya cara dalam menempuh kebahagiaan itu telah Allah Swt. jelaskan dalam kitab suci-Nya. Berdasarkan uraian diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana Klasifikasi Sa’adah didalam hadis?, Apa saja bagian dan ciri-ciri Sa’adah? Dan Apa Asbabun Nuzul dalam Sa‘adah?. Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui klasifikasi Sa’adah dalam hadis, bagian-bagia dari Sa’adah serta Asbabun Nuzul dari Sa’adah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan konsep sa'adah (kebahagiaan) dalam hadis Nabi Muhammad saw. Data penelitian diperoleh dari kitab-kitab hadis, kitab syarah hadis, kitab-kitab ulumul hadis, tafsir, serta buku dan artikel ilmiah yang relevan. Kebahagiaan (sa'adah) dalam perspektif hadis adalah ketenangan jiwa dan kepuasan hati yang lahir dari integrasi antara pemenuhan kebutuhan fisik yang halal dan kedekatan spiritual kepada Allah SWT. Berdasarkan pandangan Islam, kebahagiaan memungkinkan manusia untuk merasa damai di dunia dan akhirat. Kebahagiaan berasal dari dua sumber; ilmu dan amal baik yang dapat diperoleh sejak usia dini. Tahapan kebahagiaan yang dibahas menunjukkan bahwa manusia dapat menggunakannya sebagai tujuan akhir untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.
PT. Banjarese Pacific Indonesia
Title: Konsep Sa'adah (kebahagiaan) dalam Hadis Tematik
Description:
Manusia diciptakan Allah Swt.
dengan karunia yang sangat luar biasa.
Ia dibekali dengan akal sehingga manusia sebagai makhluk yang memiliki eksistensi yang tinggi dibandingkan dengan makhluk yang lain.
Sebagian orang berpendapat bahwa suatu kebahagiaan memiliki takaran yang tepat disaat seseorang mempunyai banyak harta materiil yang dimiliki, kekuasaan yang telah diraihnya (tahta), pangkat dan ketenaran yang telah dimiliki.
Pasalnya, dalam menempuh kebahagiaan, tidak jarang yang dilakukan ialah menggunakan langkah-langkah yang tidak terpuji.
Meskipun sejatinya cara dalam menempuh kebahagiaan itu telah Allah Swt.
jelaskan dalam kitab suci-Nya.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana Klasifikasi Sa’adah didalam hadis?, Apa saja bagian dan ciri-ciri Sa’adah? Dan Apa Asbabun Nuzul dalam Sa‘adah?.
Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui klasifikasi Sa’adah dalam hadis, bagian-bagia dari Sa’adah serta Asbabun Nuzul dari Sa’adah.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan konsep sa'adah (kebahagiaan) dalam hadis Nabi Muhammad saw.
Data penelitian diperoleh dari kitab-kitab hadis, kitab syarah hadis, kitab-kitab ulumul hadis, tafsir, serta buku dan artikel ilmiah yang relevan.
Kebahagiaan (sa'adah) dalam perspektif hadis adalah ketenangan jiwa dan kepuasan hati yang lahir dari integrasi antara pemenuhan kebutuhan fisik yang halal dan kedekatan spiritual kepada Allah SWT.
Berdasarkan pandangan Islam, kebahagiaan memungkinkan manusia untuk merasa damai di dunia dan akhirat.
Kebahagiaan berasal dari dua sumber; ilmu dan amal baik yang dapat diperoleh sejak usia dini.
Tahapan kebahagiaan yang dibahas menunjukkan bahwa manusia dapat menggunakannya sebagai tujuan akhir untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Related Results
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang di...
Analisis Perbandingan Thomas Aquinas dan Al-Farabi dalam Konsep Kebahagiaan untuk Membentuk Negara Ideal
Analisis Perbandingan Thomas Aquinas dan Al-Farabi dalam Konsep Kebahagiaan untuk Membentuk Negara Ideal
Penulisan artikel ini bermula bedasarkan kesalahpahaman manusia modern dalam mengartikan konsep kebahagiaan yang sesungguhnya. Masyarakat modern menganggap bahwa kebahagiaan bersif...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
Kitab Durratun Nashihin merupakan salah satu kitab yang bercorak targhib dan tarhib, banyak digunakan oleh masyarakat muslim khususnya di Indonesia. Ternyata di dalamnya banyak mem...
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
Sunan Abu Dawud merupakan salah satu dari enam kitab hadis utama dalam tradisi hadis Sunni. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Ash'ath al-Sijistani pada abad ke-...
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Hadis Nabi dalam hierarki sumber hukum Islam berada pada kedudukan kedua selepas al-Quran. Hadis berfungsi untuk menjelaskan, menafsirkan apa yang terkandung dalam al-Qur...

