Javascript must be enabled to continue!
Revitalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Falsafah Bugis: Sipakatau Sipakalebbi Dan Sipakainge
View through CrossRef
Artikel ini membahas tentang revitalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam falsafah bugis: sipakatau sipakalebbi dan sipakainge, artikel ini menggunakan metode kualitatif yang dimana sumber datanya di dapatkan dari kepustakaan (Library research). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, Sipakatau, Sipalebbi,dan Sipakainge' merupakan falsafah budaya Bugis mengandung nilai-nilai dan menjadi pedoman tentang perilaku dan komunikasi dalam interaksi sosial masyarakat yang memiliki makna mendalam dan nilai- nilai ini sangat mempengaruhi karakter individu masyarakat Bugis, ketiga falsafahi ini didahului dengan imbuhan Si yang berarti saling, ketiganya mengandung nilai-nilai moderasi diantaranya sipakatau yang mengandung nilai Musawah, yaitu bagaimana manusia memiliki emansipasi, dalam artian bersikap dan memiliki konsepsi (Humaize Humans) memanusiakan manusia, kedua sipakalebbi yang mengandung nilai Tasamuh yaitu bersikap toleransi ataupun menghargai dalam berbagai perbedaan dan keberagaman. Kemudian yang ketiga sipakainge yang memiliki arti saling mengingatkan yang mengacuh pada dua konsep sebelumnya, menghargai perbedaan, saling mengingatkan untuk tidak melakukan kesalahan ataupun hal-hal yang mengarah kepada sikap ektrimisme, karena hal tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip Sipakatau, Sipalebbi, dan Sipakainge'
Title: Revitalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Falsafah Bugis: Sipakatau Sipakalebbi Dan Sipakainge
Description:
Artikel ini membahas tentang revitalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam falsafah bugis: sipakatau sipakalebbi dan sipakainge, artikel ini menggunakan metode kualitatif yang dimana sumber datanya di dapatkan dari kepustakaan (Library research).
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, Sipakatau, Sipalebbi,dan Sipakainge' merupakan falsafah budaya Bugis mengandung nilai-nilai dan menjadi pedoman tentang perilaku dan komunikasi dalam interaksi sosial masyarakat yang memiliki makna mendalam dan nilai- nilai ini sangat mempengaruhi karakter individu masyarakat Bugis, ketiga falsafahi ini didahului dengan imbuhan Si yang berarti saling, ketiganya mengandung nilai-nilai moderasi diantaranya sipakatau yang mengandung nilai Musawah, yaitu bagaimana manusia memiliki emansipasi, dalam artian bersikap dan memiliki konsepsi (Humaize Humans) memanusiakan manusia, kedua sipakalebbi yang mengandung nilai Tasamuh yaitu bersikap toleransi ataupun menghargai dalam berbagai perbedaan dan keberagaman.
Kemudian yang ketiga sipakainge yang memiliki arti saling mengingatkan yang mengacuh pada dua konsep sebelumnya, menghargai perbedaan, saling mengingatkan untuk tidak melakukan kesalahan ataupun hal-hal yang mengarah kepada sikap ektrimisme, karena hal tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip Sipakatau, Sipalebbi, dan Sipakainge'.
Related Results
Implementasi Budaya Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika SMA
Implementasi Budaya Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika SMA
Sipakatau, sipakalebbi dan sipakainge merupakan budaya moral Bugis di Sulawesi Selatan yang perlu dilestarikan di dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk melihat peningkata...
Homonim Kosakata Bugis dalam Falsafah Hidup Masyarakat Bugis
Homonim Kosakata Bugis dalam Falsafah Hidup Masyarakat Bugis
Homonyms of Bugis Language in Philosophy of Life of The Bugis People ABSTRAKFalsafah Bugis selain sarat dengan unsur etika dan moralitas juga mengandung nilai sastra yang tinggi. P...
PEMERTAHANAN BAHASA BUGIS DI KOTA AMBON [Bugis Language Defence in the city of Ambon]
PEMERTAHANAN BAHASA BUGIS DI KOTA AMBON [Bugis Language Defence in the city of Ambon]
This study examines the maintenance of Bugis language in the Wara neighborhood, Ambon City. As a language brought by immigrants from South Sulawesi, the Bugis language is a minorit...
SEJARAH BUDAYA MASYARAKAT BUGIS DI KELURAHAN BOEPINANG KECAMATAN POLEANG KABUPATEN BOMBANA
SEJARAH BUDAYA MASYARAKAT BUGIS DI KELURAHAN BOEPINANG KECAMATAN POLEANG KABUPATEN BOMBANA
ABSTRAK: Tujuan utama penelitian ini adalah: (1) Untuk menjelaskan bentuk-bentuk kebudayaan masyarakat suku Bugis di Kelurahan Boepinang Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana, (2) Un...
PENANAMAN SIKAP MODERASI BERAGAMA DI SMP NEGERI 3 ABIANSEMAL
PENANAMAN SIKAP MODERASI BERAGAMA DI SMP NEGERI 3 ABIANSEMAL
Moderasi beragama digambarkan sebagai upaya untuk mengikuti dan mempertahankan prinsip-prinsip agama, mengubahnya menjadi cara hidup dan karakter, sehingga moderasi beragama dapat ...
STRATEGI DAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN GENERASI BERAGAMA MODERAT
STRATEGI DAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN GENERASI BERAGAMA MODERAT
Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan strategi dan implementasi kebijakan moderasi beragama di Sekolah Menengah Pertama. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskr...
PENGARUH PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP SIKAP TOLERANSI BERAGAMA DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN DENPASAR
PENGARUH PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP SIKAP TOLERANSI BERAGAMA DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN DENPASAR
Moderasi beragama dewasa ini perlu ditumbuhkan sehingga menjadi sikap yang melekat di masyarakat Indonesia. Sebagai penggerak moderasi beragama, pegawai BDK Denpasar sudah semestin...
SEJARAH MASYARAKAT NELAYAN SUKU BUGIS DI DESA POLEWALI, KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN (1950-2017)
SEJARAH MASYARAKAT NELAYAN SUKU BUGIS DI DESA POLEWALI, KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN (1950-2017)
ABSTRAK: Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana sejarah kedatangan orang Bugis di Desa Polewali Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan? (2) Bagaimana kond...

