Javascript must be enabled to continue!
Perancangan Alat Pemipih Semi Mekanis Untuk Biji Melinjo
View through CrossRef
Abstrak, Tanaman melinjo adalah tanaman yang tumbuh baik pada daerah tropis, salah satunya adalah Indonesia. Produk olahan melinjo adalah emping melinjo, emping melinjo sejenis kripik yang dibuat dari biji melinjo tua dan merupakan salah satu komoditi pertanian yang memiliki harga tinggi. Selama ini proses pembentukan emping melinjo masih menggunakan cara-cara sederhana yaitu dengan cara memukul. Perancangan alat pemipih adalah untuk membantu masyarakat dalam memproduksi emping melinjo dalam upaya untuk meningkatkan hasil produksi emping. Dari hasil pengujian yang dilakukan dengan menggunakan alat rancangan didapatkan waktu rata-rata 0,51 menit dengan kapasitas pemipih yang dapat menghasilkan emping melinjo rata-rata 15,914 gr. Sedangkan pemipih secara tradisional didapatkan rata-rata waktu 1,04 menit dengan kapasitas kerja tradisional didapatkan hasil pemipih 7,820 gr. Untuk memipih 5 biji melinjo dengan 3 kali ulangan pukulan keseragaman hasil yang bagus terdapat pada alat rancangan dengan ketebalan 0,95 mm dan diameter 3,45 cm, sedangkan pada alat pemipih tradisional terdapat nilai ketebalan 0,72 mm dengan diameter emping 3,65 cm. kehilangan hasil merupakan kehilangan kadar air yang dapat menurunkan berat awal biji menlinjo menjadi berat akhir emping. Kehilangan pada alat rancangan semi mekanis 39,41% dengan berat awal yang diratakan 8,105 gr dan pada alat tradisional 39,38% dengan berat yang telah diratakan 8,133 gr. Design A Mechanical Slaker Spring For Its Melinjo Abstract. Melinjo is a plant which grow at the tropics, one of them is Indonesia. The product from this melinjo is melinjo chips. Melinjo chips is a kind of chips made from old melinjo seed and is one of agricultural commodity which have a high price. So far to make the melinjo chips still using a simple way which is by mashing the gnetum gnemon seed. Designing a mashing instrument is an effort to improve the production of melinjo chips to help communities increasing melinjo chips products. From the tests carried out by using this design instrument obtained the average time is 51 seconds with average mashing work capacity 15,914 grams. While mashing in traditional way obtained the average time is 1 minutes 04 seconds with average traditional way work capacity 7,820 grams. To mashing 5 melinjo seed in 3 repetition the better mashing uniformity result is on the mashing instrument with 0,95 mm thickness and 3,45 cm diameters, while in traditional way obtained 0,72 mm thickness with 3,65 diameters. The lost result is cause by the lose of water level which can lower initial melinjo seed weight. The lost in this mashing semi-mechanic instrument is 39,41% with 8,105 grams average initial weight while in traditional mashing way is 39,38% with 8,133 grams average initial weight
Title: Perancangan Alat Pemipih Semi Mekanis Untuk Biji Melinjo
Description:
Abstrak, Tanaman melinjo adalah tanaman yang tumbuh baik pada daerah tropis, salah satunya adalah Indonesia.
Produk olahan melinjo adalah emping melinjo, emping melinjo sejenis kripik yang dibuat dari biji melinjo tua dan merupakan salah satu komoditi pertanian yang memiliki harga tinggi.
Selama ini proses pembentukan emping melinjo masih menggunakan cara-cara sederhana yaitu dengan cara memukul.
Perancangan alat pemipih adalah untuk membantu masyarakat dalam memproduksi emping melinjo dalam upaya untuk meningkatkan hasil produksi emping.
Dari hasil pengujian yang dilakukan dengan menggunakan alat rancangan didapatkan waktu rata-rata 0,51 menit dengan kapasitas pemipih yang dapat menghasilkan emping melinjo rata-rata 15,914 gr.
Sedangkan pemipih secara tradisional didapatkan rata-rata waktu 1,04 menit dengan kapasitas kerja tradisional didapatkan hasil pemipih 7,820 gr.
Untuk memipih 5 biji melinjo dengan 3 kali ulangan pukulan keseragaman hasil yang bagus terdapat pada alat rancangan dengan ketebalan 0,95 mm dan diameter 3,45 cm, sedangkan pada alat pemipih tradisional terdapat nilai ketebalan 0,72 mm dengan diameter emping 3,65 cm.
kehilangan hasil merupakan kehilangan kadar air yang dapat menurunkan berat awal biji menlinjo menjadi berat akhir emping.
Kehilangan pada alat rancangan semi mekanis 39,41% dengan berat awal yang diratakan 8,105 gr dan pada alat tradisional 39,38% dengan berat yang telah diratakan 8,133 gr.
Design A Mechanical Slaker Spring For Its Melinjo Abstract.
Melinjo is a plant which grow at the tropics, one of them is Indonesia.
The product from this melinjo is melinjo chips.
Melinjo chips is a kind of chips made from old melinjo seed and is one of agricultural commodity which have a high price.
So far to make the melinjo chips still using a simple way which is by mashing the gnetum gnemon seed.
Designing a mashing instrument is an effort to improve the production of melinjo chips to help communities increasing melinjo chips products.
From the tests carried out by using this design instrument obtained the average time is 51 seconds with average mashing work capacity 15,914 grams.
While mashing in traditional way obtained the average time is 1 minutes 04 seconds with average traditional way work capacity 7,820 grams.
To mashing 5 melinjo seed in 3 repetition the better mashing uniformity result is on the mashing instrument with 0,95 mm thickness and 3,45 cm diameters, while in traditional way obtained 0,72 mm thickness with 3,65 diameters.
The lost result is cause by the lose of water level which can lower initial melinjo seed weight.
The lost in this mashing semi-mechanic instrument is 39,41% with 8,105 grams average initial weight while in traditional mashing way is 39,38% with 8,133 grams average initial weight.
Related Results
PROTOTIPE ALAT PEMIPIH MELINJO SEMI OTOMATIS
PROTOTIPE ALAT PEMIPIH MELINJO SEMI OTOMATIS
ABSTRACT
This research aims to design, create, and test the melinjo squashing machine that could control the electric motor semi-automaticly. The method used is the Research...
Kajian Kualitas Buah Salak Sidimpuan Berdasarkan Jumlah Biji Pada Elevasi Yang Berbeda
Kajian Kualitas Buah Salak Sidimpuan Berdasarkan Jumlah Biji Pada Elevasi Yang Berbeda
Perbedaan morfologi antara jenis-jenis salak terkadang terlihat mencolok, misalnya mengenai jumlah biji dalam satu buah salak serta ukuran buahnya. Ada buah salak yang terdiri dar...
Morphological Structure and Fertility of Melinjo (Gnetum gnemon L.) Pollen based on Microscopic Data
Morphological Structure and Fertility of Melinjo (Gnetum gnemon L.) Pollen based on Microscopic Data
Melinjo (Gnetum gnemon L.) is the only species of the genus Gnetum that is quickly grown and cultivated in Indonesia. Melinjo is also an economically valuable plant, and the most f...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
Inovasi Produk Biji Pepaya Menjadi Serbuk Biji Pepaya
Inovasi Produk Biji Pepaya Menjadi Serbuk Biji Pepaya
Penduduk Desa Umbulsari terkenal sebagai petani pepaya. Pepaya merupakan salah satu buah yang bisa dibeli dengan harga murah. Karena melimpahnya buah pepaya di Umbulsari maka diben...
RANCANG BANGUN ALAT PENGHITUNG BIJI TANAMAN PANGAN BERBASIS MIKROKONTROLER
RANCANG BANGUN ALAT PENGHITUNG BIJI TANAMAN PANGAN BERBASIS MIKROKONTROLER
Di Laboratorium Benih Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur yang berlokasi di Kecamatan Karangploso – Malang, para teknisi dalam menghitung sampel hasil penelitian biji t...
IDENTIFIKASI KUALITAS BIJI JAGUNG UNTUK PRODUKSI TEPUNG MENGGUNAKAN CITRA DIGITAL
IDENTIFIKASI KUALITAS BIJI JAGUNG UNTUK PRODUKSI TEPUNG MENGGUNAKAN CITRA DIGITAL
Identifikasi biji jagung kering dapat diterapkan di industri. Apalagi saat penyortiran dan pengemasan biji jagung kering dilakukan sebelum dijual. Saat ini, grading dan pengemasan ...
Karakterisasi Sabun Transparan Antibakteri dari Ekstrak Daun Melinjo
Karakterisasi Sabun Transparan Antibakteri dari Ekstrak Daun Melinjo
Daun melinjo memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan ekstrak daun melinjo dalam sediaan sabun transp...

