Javascript must be enabled to continue!
RANCANG BANGUN ALAT PENGHITUNG BIJI TANAMAN PANGAN BERBASIS MIKROKONTROLER
View through CrossRef
Di Laboratorium Benih Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur yang berlokasi di Kecamatan Karangploso – Malang, para teknisi dalam menghitung sampel hasil penelitian biji tanaman pangan masih menggunakan cara manual dan dalam melakukan penghitungan jumlah biji tersebut seorang teknisi dituntut untuk konsentrasi penuh supaya proses penghitungannya tidak dilakukan berulang-ulang. Oleh karena menggunakan cara manual maka proses penghitungan biji tersebut memerlukan waktu yang cukup lama. Untuk komoditas padi proses penghitungannya dalam jangka waktu 1 jam hanya bisa menyelesaikan 5 malai padi, untuk komoditas jagung proses penghitungannya per 1000 butir memerlukan waktu lebih kurang lebih 30 menit, dan untuk komoditas kedelai proses penghitungan kurang lebih 3-5 menit per rumpun. Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan alat penghitung sampel jumlah biji tanaman pangan (jagung dan kedelai) secara otomatis yang hasil penghitungannya ditampilkan pada LCD. Alat tersebut berbasis mikrokontroler Atmega 8535 dan sensor Optocoupler . Dengan adanya alat penghitung jumlah biji jagung dan kedelai tersebut, maka akan sangat membantu meringankan tugas para teknisi dalam menghitung sampel jumlah biji jagung dan kedelai, yang mana sebelumnya penghitungannya dilakukan secara manual. Hasil Penelitian Rancang Bangun Alat Penghitung Biji Tanaman Pangan (Jagung dan Kedelai) Sistem Pemrograman yang telah dibuat sudah berjalan dengan baik. Hai ini ditunjukkan oleh aktivitas komponen seperti sensor, LCD, LED dan Buzzer sudah dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tingkat keakuratan dalam penjumlahan biji kedelai hanya bisa mencapai 97,3 persen, sedangkan tingkat keakuratan dalam menghitung biji jagung hanya bisa mencapai 93,9. Alat ini masih diperlukan adanya penyempurnaan, agar alat ini nantinya dapat digunakan sesuai dengan yang diharapkan. Kata Kunci: Alat Penghitung Biji Jagung dan Kedelai secara Otomatis, Mikrokontroler Atmega 8535, Sensor Optocoupler
STMIK PPKIA Pradnya Paramita
Title: RANCANG BANGUN ALAT PENGHITUNG BIJI TANAMAN PANGAN BERBASIS MIKROKONTROLER
Description:
Di Laboratorium Benih Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur yang berlokasi di Kecamatan Karangploso – Malang, para teknisi dalam menghitung sampel hasil penelitian biji tanaman pangan masih menggunakan cara manual dan dalam melakukan penghitungan jumlah biji tersebut seorang teknisi dituntut untuk konsentrasi penuh supaya proses penghitungannya tidak dilakukan berulang-ulang.
Oleh karena menggunakan cara manual maka proses penghitungan biji tersebut memerlukan waktu yang cukup lama.
Untuk komoditas padi proses penghitungannya dalam jangka waktu 1 jam hanya bisa menyelesaikan 5 malai padi, untuk komoditas jagung proses penghitungannya per 1000 butir memerlukan waktu lebih kurang lebih 30 menit, dan untuk komoditas kedelai proses penghitungan kurang lebih 3-5 menit per rumpun.
Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan alat penghitung sampel jumlah biji tanaman pangan (jagung dan kedelai) secara otomatis yang hasil penghitungannya ditampilkan pada LCD.
Alat tersebut berbasis mikrokontroler Atmega 8535 dan sensor Optocoupler .
Dengan adanya alat penghitung jumlah biji jagung dan kedelai tersebut, maka akan sangat membantu meringankan tugas para teknisi dalam menghitung sampel jumlah biji jagung dan kedelai, yang mana sebelumnya penghitungannya dilakukan secara manual.
Hasil Penelitian Rancang Bangun Alat Penghitung Biji Tanaman Pangan (Jagung dan Kedelai) Sistem Pemrograman yang telah dibuat sudah berjalan dengan baik.
Hai ini ditunjukkan oleh aktivitas komponen seperti sensor, LCD, LED dan Buzzer sudah dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan yang diharapkan.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tingkat keakuratan dalam penjumlahan biji kedelai hanya bisa mencapai 97,3 persen, sedangkan tingkat keakuratan dalam menghitung biji jagung hanya bisa mencapai 93,9.
Alat ini masih diperlukan adanya penyempurnaan, agar alat ini nantinya dapat digunakan sesuai dengan yang diharapkan.
Kata Kunci: Alat Penghitung Biji Jagung dan Kedelai secara Otomatis, Mikrokontroler Atmega 8535, Sensor Optocoupler.
Related Results
Peningkatan Produksi Tanaman Bangun-Bangun (Coleus amboinicus L.) Daerah Sumatera Barat Dengan Penggunaan Kompos Eceng Gondok
Peningkatan Produksi Tanaman Bangun-Bangun (Coleus amboinicus L.) Daerah Sumatera Barat Dengan Penggunaan Kompos Eceng Gondok
Tujuan penelitian adalah mempelajari potensi daun bangun-bangun yang ditanam di beberapa daerah Sumatera Barat, kandungan gizinya dan untuk mengetahui formulasi pupuk yang tepat un...
Indeks Pemanfaatan Tanaman Pangan di Kota Singkawang
Indeks Pemanfaatan Tanaman Pangan di Kota Singkawang
Tanaman pangan merupakan tanaman sub sektor pertanian yang menghasilkan produk untuk dikonsumsi baik yang dikonsumsi secara langsung maupun yang diolah terlebih dahulu hingga menja...
Kajian Kualitas Buah Salak Sidimpuan Berdasarkan Jumlah Biji Pada Elevasi Yang Berbeda
Kajian Kualitas Buah Salak Sidimpuan Berdasarkan Jumlah Biji Pada Elevasi Yang Berbeda
Perbedaan morfologi antara jenis-jenis salak terkadang terlihat mencolok, misalnya mengenai jumlah biji dalam satu buah salak serta ukuran buahnya. Ada buah salak yang terdiri dar...
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
I. Pendahuluan 1. Stabilisasi pasokan dan harga pangan merupakan aspek penting untuk mencapai ketahanan pangan. Salah satu upaya untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan ...
Solusi Pangan Inovatif: Pelatihan Pengolahan Biji Nangka Menjadi Tepung dan Mie Ibu-Ibu PKK Inti Kelurahan Gemolong
Solusi Pangan Inovatif: Pelatihan Pengolahan Biji Nangka Menjadi Tepung dan Mie Ibu-Ibu PKK Inti Kelurahan Gemolong
One of the main problems currently faced is the threat of a food crisis caused by the shrinking of food production land. The core members of the Family Welfare Program (PKK) in Gem...
PENANAMAN JAGUNG (Zea mays) PADA BEBERAPA JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK UNTUK OPTIMALISASI LAHAN DI TBM KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)
PENANAMAN JAGUNG (Zea mays) PADA BEBERAPA JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK UNTUK OPTIMALISASI LAHAN DI TBM KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)
Optimalisasi pemanfaatan areal dapat meningkatkan produktivitas suatu lahan. Areal TBM kelapa sawit mulai dari tanaman tahun 0 hingga tahun ke-3, memiliki sela yang dapat dimanfaat...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
SELEKSI BERDASARKAN WARNA KULIT BIJI TERHADAP HASIL TANAMAN KACANG BAMBARA (Vigna subterranea (L.) VERDCOURT) ASAL SUKABUMI DI LAHAN GRESIK
SELEKSI BERDASARKAN WARNA KULIT BIJI TERHADAP HASIL TANAMAN KACANG BAMBARA (Vigna subterranea (L.) VERDCOURT) ASAL SUKABUMI DI LAHAN GRESIK
Gresik merupakan sentra pertanaman kacang bambara di Jawa Timur yang dikenal secara salah kaprah sebagai ‘kacang kapri’. Kandungan nutrisi sangat kompetitif, karbohidrat sekitar 60...

