Javascript must be enabled to continue!
Indeks Pemanfaatan Tanaman Pangan di Kota Singkawang
View through CrossRef
Tanaman pangan merupakan tanaman sub sektor pertanian yang menghasilkan produk untuk dikonsumsi baik yang dikonsumsi secara langsung maupun yang diolah terlebih dahulu hingga menjadi produk makanan. Pemanfaatan tanaman pangan menjadi produk makanan juga akan membantu meningkatkan diversifikasi pangan, dimana menyediakan berbagai jenis makanan yang beragam dan bergizi. Usaha dalam memanfaatkan pangan ini akan memberikan andil dalam penyediaan sumber bahan yang akan dikonsumsi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui indeks pemanfataan tanaman pangan di Kota Singkawang yang dilakukan oleh UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) berbasis olahan tanaman pangan, serta merancang indeks yang kontekstual dan multidimensi. Manfaat penelitian memberikan gambaran akan manfaat tanaman pangan yang digunakan oleh UMKM untuk produk yang dipasarkan, sehingga dapat meningkatkan produksi jenis tanaman pangan yang diminati olehh masyarakat. Pengumpulan data melalui wawancara dengan narasumber yaitu UMKM olahan tanaman pangan di Kota Singkawang menggunakan metode survey eksploratif melalui pendekatan Participatory Rural Apraisal (PRA). Analisis data dilakukan dengan indeks kepentingan budaya (Index of Cultural Significance/ICS). Indeks pemanfaatan tanaman pangan di Kota Singkawang dapat dilihat dari nilai ICS yang mencerminkan tingkat kepentingan suatu tanaman pangan di masyarakat. Nilai ICS berkisar antara 4 hingga 7, dengan 4 jenis tanaman pangan terendah yaitu papaya (Carica papaya), kelapa (Cocos nucifera), sagu (Metroxylon sagu), dan kakao (Theobroma cacao), sedangkan tertinggi 3 jenis yaitu ubi kayu (Manihot esculenta), nanas (Ananas comosus), dan pisang kapok (Musa paradisiaca).
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Title: Indeks Pemanfaatan Tanaman Pangan di Kota Singkawang
Description:
Tanaman pangan merupakan tanaman sub sektor pertanian yang menghasilkan produk untuk dikonsumsi baik yang dikonsumsi secara langsung maupun yang diolah terlebih dahulu hingga menjadi produk makanan.
Pemanfaatan tanaman pangan menjadi produk makanan juga akan membantu meningkatkan diversifikasi pangan, dimana menyediakan berbagai jenis makanan yang beragam dan bergizi.
Usaha dalam memanfaatkan pangan ini akan memberikan andil dalam penyediaan sumber bahan yang akan dikonsumsi.
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui indeks pemanfataan tanaman pangan di Kota Singkawang yang dilakukan oleh UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) berbasis olahan tanaman pangan, serta merancang indeks yang kontekstual dan multidimensi.
Manfaat penelitian memberikan gambaran akan manfaat tanaman pangan yang digunakan oleh UMKM untuk produk yang dipasarkan, sehingga dapat meningkatkan produksi jenis tanaman pangan yang diminati olehh masyarakat.
Pengumpulan data melalui wawancara dengan narasumber yaitu UMKM olahan tanaman pangan di Kota Singkawang menggunakan metode survey eksploratif melalui pendekatan Participatory Rural Apraisal (PRA).
Analisis data dilakukan dengan indeks kepentingan budaya (Index of Cultural Significance/ICS).
Indeks pemanfaatan tanaman pangan di Kota Singkawang dapat dilihat dari nilai ICS yang mencerminkan tingkat kepentingan suatu tanaman pangan di masyarakat.
Nilai ICS berkisar antara 4 hingga 7, dengan 4 jenis tanaman pangan terendah yaitu papaya (Carica papaya), kelapa (Cocos nucifera), sagu (Metroxylon sagu), dan kakao (Theobroma cacao), sedangkan tertinggi 3 jenis yaitu ubi kayu (Manihot esculenta), nanas (Ananas comosus), dan pisang kapok (Musa paradisiaca).
.
Related Results
COASTAL DYNAMICS OF SINGKAWANG, WEST KALIMANTAN
COASTAL DYNAMICS OF SINGKAWANG, WEST KALIMANTAN
Morphologically, Singkawang and adjacent area consist of zones beaches, undulating hills, and steep hills. Granitic rocks and alluvium as a based rock of Singkawang coasts. General...
Penambahan Kapasitas Jaringan Transmisi IPA Roban Kota Singkawang
Penambahan Kapasitas Jaringan Transmisi IPA Roban Kota Singkawang
Singkawang City experiences a shortage of clean water during the dry season, especially in riverbanks. The Pajintan Reservoir is prepared to be used as a source of raw water for Si...
Burnout Guru BK di Kota Singkawang
Burnout Guru BK di Kota Singkawang
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran data ilmiah tentang bagaimana tingkat burnout pada guru bimbingan dan konseling (BK) yang ada di Kota Singkawang. Repon...
Pengembangan Indeks Ketahanan Pangan dan Gizi Berkelanjutan di Jawa Barat
Pengembangan Indeks Ketahanan Pangan dan Gizi Berkelanjutan di Jawa Barat
Beberapa indikator dan indeks ketahanan pangan dan gizi telah dikembangkan pada tingkat global untuk menilai situasi ketahanan pangan dan gizi serta melakukan peringkatan, namun be...
DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN BERBASIS POTENSI LOKAL KOTA TARAKAN
DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN BERBASIS POTENSI LOKAL KOTA TARAKAN
Diversifikasi konsumsi pangan akan memberikan manfaat yang besar, apabila mampu menggali dan mengembangkan potensi sumber-sumber pangan lokal. Namun diversifikasi pangan pokok atau...
Analisis Urban Heat Island (UHI) Di Kota Singkawang, Kalimantan Barat
Analisis Urban Heat Island (UHI) Di Kota Singkawang, Kalimantan Barat
Kota Singkawang merupakan salah satu kota di Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki luas wilayah sebesar 504,00 km2 atau sekitar 0,34 % dari luas wilayah Kalimantan Barat dan juml...
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
I. Pendahuluan 1. Stabilisasi pasokan dan harga pangan merupakan aspek penting untuk mencapai ketahanan pangan. Salah satu upaya untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan ...
HASIL PEMBANGUNAN OLAHRAGA DI KOTA JAMBI DITINJAU DARI SPORT DEVELOPMENT INDEX
HASIL PEMBANGUNAN OLAHRAGA DI KOTA JAMBI DITINJAU DARI SPORT DEVELOPMENT INDEX
Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan yaitu belum diketahuinya pembangunan olahraga Kota Jambi ditinjau dari Sport Development Index (SDI). Keempat aspek SDI akan membantu m...

