Javascript must be enabled to continue!
Nilai Tambah dan Keengganan Petani Melakukan Fermentasi Biji Kakao Rakyat Desa Jambewangi Kecamatan Sempu
View through CrossRef
Kecamatan Sempu merupakan satu-satunya kecamatan Penghasil Kakao terbesar di Kabupaten Banyuwangi, yang terletak di Desa Jambewangi. Hal ini dikarenakan Desa Jambewangi mempunyai produksi biji kakao cukup tinggi, namun masih belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat secara maksimal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan menggunakan 60 sampel petani sebagai responden. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah pada tahap pengolahan biji kakao rakyat jambewangi dan untuk mengetahui alasan petani tidak melakukan fermentasi biji kakao. Nilai tambah pada semua tahap pengolahan bernilai positif. Nilai tambah penjualan dari buah kakao gelondong menjadi biji basah sebesar Rp 1000/kg biji basah. Nilai Tambah biji basah menjadi biji kering non fermentasi sebesar Rp 3.000/kg biji kering non fermentasi. Nilai tambah biji basah menjadi biji kering fermentasi sebesar Rp 5.000/kg biji kering fermentasi. Nilai Tambah pengolahanbiji kering fermentasi menjadi bubuk coklat murni sebesar Rp. 7.331,97/kg biji kakao kering fermentasi. Petani kakao di Desa Jambewangi sebagian besar tidak melakukan fermentasi dan belum pernah terlibat dalam pelatihan fermentasi. Petani kakao desa Jambewangi seringkali melakukan penjemuran yang kurang benar, namun begitu umumnya petani mengethui kualitas biji kakao yang baik. Petani menjual biji kakao hanya kepada satu pedagang pengumpul, dan selanjutnya pedagang pengumpul menjual kepada pedagang besar luar kota atau mengolah menjadi biji fermentasi dan selanjutnya dijual ke pengolah cokelat.
Universitas Muhammadiyah Jember
Title: Nilai Tambah dan Keengganan Petani Melakukan Fermentasi Biji Kakao Rakyat Desa Jambewangi Kecamatan Sempu
Description:
Kecamatan Sempu merupakan satu-satunya kecamatan Penghasil Kakao terbesar di Kabupaten Banyuwangi, yang terletak di Desa Jambewangi.
Hal ini dikarenakan Desa Jambewangi mempunyai produksi biji kakao cukup tinggi, namun masih belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat secara maksimal.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan menggunakan 60 sampel petani sebagai responden.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah pada tahap pengolahan biji kakao rakyat jambewangi dan untuk mengetahui alasan petani tidak melakukan fermentasi biji kakao.
Nilai tambah pada semua tahap pengolahan bernilai positif.
Nilai tambah penjualan dari buah kakao gelondong menjadi biji basah sebesar Rp 1000/kg biji basah.
Nilai Tambah biji basah menjadi biji kering non fermentasi sebesar Rp 3.
000/kg biji kering non fermentasi.
Nilai tambah biji basah menjadi biji kering fermentasi sebesar Rp 5.
000/kg biji kering fermentasi.
Nilai Tambah pengolahanbiji kering fermentasi menjadi bubuk coklat murni sebesar Rp.
7.
331,97/kg biji kakao kering fermentasi.
Petani kakao di Desa Jambewangi sebagian besar tidak melakukan fermentasi dan belum pernah terlibat dalam pelatihan fermentasi.
Petani kakao desa Jambewangi seringkali melakukan penjemuran yang kurang benar, namun begitu umumnya petani mengethui kualitas biji kakao yang baik.
Petani menjual biji kakao hanya kepada satu pedagang pengumpul, dan selanjutnya pedagang pengumpul menjual kepada pedagang besar luar kota atau mengolah menjadi biji fermentasi dan selanjutnya dijual ke pengolah cokelat.
Related Results
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
Analisis Produksi dan Pendaptan Usahatani Kakao di Kecamtan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya
Analisis Produksi dan Pendaptan Usahatani Kakao di Kecamtan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani kakao di kecamatan Trienggadeng dan untuk mengetahui tingkat pendapat...
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
Agribisnis kakao di Kabupaten Pesawaran masih menghadapi berbagai masalah kompleks antara lain rendahnya produktivitas kakao, mutu produk masih rendah, dan belum adanya nilai tamba...
Analisis Pengaruh Produksi, Harga Dan Nilai Tukar Terhadap Ekspor Biji Kakao Indonesia Ke Belanda
Analisis Pengaruh Produksi, Harga Dan Nilai Tukar Terhadap Ekspor Biji Kakao Indonesia Ke Belanda
Indonesia adalah salah satu produsen biji kakao terbesar di dunia. Kakao menjadi salah satu komoditi unggulan Indonesia yang di ekspor ke pasar internasional. Belanda menjadi salah...
ANALISIS PEMASARAN KAKAO (Theobroma cacao, L) DI KECAMATAN RANTO PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR
ANALISIS PEMASARAN KAKAO (Theobroma cacao, L) DI KECAMATAN RANTO PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR
Analisis Pemasaran Kakao (Theobroma cacao, L) di Kecamatan Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timurâ€Â. Tujuan penelitian Untuk mengetahui pola saluran pemasaran, biaya pemasaran d...
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar kakao diekspor keluar negeri. Maka pemerintah menerapkan peraturan yang membatasi ekspor kakao. Menurun...
Analisis pengaruh kebijakan bea keluar biji kakao, impor biji kakao, ekspor biji kakao dan harga cocoa butter terhadap ekspor cocoa butter
Analisis pengaruh kebijakan bea keluar biji kakao, impor biji kakao, ekspor biji kakao dan harga cocoa butter terhadap ekspor cocoa butter
The export duty policy was initially intended to increase the value added of cocoa beans. On the other hand, in the past few years there has been a significant increase in imports ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

