Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KARAKTERISTIK GURU AGAMA HINDU DALAM PENGINTEGRASIAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL KE DALAM STANDAR ISI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DI KOTA DENPASAR

View through CrossRef
Guru Agama Hindu (GAH) di SMA Negeri di Kota Denpasar belum memiliki karakteristik multikultural yang memadai, sehingga belum mampu mengintegrasikan pendidikan multikultural ke dalam standar isi pendidikan Agama Hindu secara optimal. Sehingga penelitian ini bertujuan menganalisa tipe, peran, dan upaya rekonstruksi karakteristik GAH dalam pengintegrasian pendidikan multikultural ke dalam standar isi pendidikan Agama Hindu. Data dikumpulkan melalui teknik observasi non-partisipan, wawancara tidak berstruktur, dan studi dokumen, kemudian dianalisa dengan teknik etnografi model spradley. Pengumpulan dan analisa data mengacu pada teori tindakan sosial Max Weber, pilihan rasional James S. Colemen, dan pendidikan multikultural James S. Banks. Ada tiga temuan penelitian. Pertama, tindakan rasional instrumental adalah tipe karakteristik GAH. Terbentuknya peserta didik yang menyadari dan menghargai keragaman sosial, dengan memanfaatkan keragaman sosial, budaya dan praktek keberagamaan dalam masyarakat Hindu secara internal sebagai strategi (alat) mencapai tujuan, merupakan pertimbangan rasional instrumental GAH. Kedua, karakteristik GAH berperan menentukan keputusan terhadap pilihan menerima atau menolak pengintegrasian pendidikan multikultural ke dalam standar isi pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri di Kota Denpasar. Disebut pilihan rasional karena didasarkan pada tujuan, alasan, preferensi, serta upaya optimalisasi keuntungan dan minimalisasi kerugian. GAH adalah aktor sosial yang berupaya mengoptimalkan sumber daya untuk kepentingan sosialnya. Ketiga, karakteristik GAH sangat potensial direkonstruksi melalui upaya pemberdayaan peningkatan pemahaman dan keterampilan terhadap (a) pengintegrasian konten pendidikan multikultural melalui pengembangan dokumen kurikulum (silabus dan RPP) dan materi pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, (b) konstruksi pengetahuan, (c) pengurangan prasangka, (d) penciptaan equity pedagogy, dan (e) pemberdayaan kultur sekolah. Simpulannya, GAH di SMA Negeri di Kota Denpasar berkarakteristik tindakan rasional instrumental, yang berperan menentukan keputusan memilih atau menolak pengintegrasian pendidikan multikultural ke dalam standar isi pendidikan Agama Hindu, dan dapat direkonstruksi melalui upaya pemberdayaan peningkatan pemahaman dan keterampilan terhadap lima dimensi pendidikan multikultural.
Title: KARAKTERISTIK GURU AGAMA HINDU DALAM PENGINTEGRASIAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL KE DALAM STANDAR ISI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DI KOTA DENPASAR
Description:
Guru Agama Hindu (GAH) di SMA Negeri di Kota Denpasar belum memiliki karakteristik multikultural yang memadai, sehingga belum mampu mengintegrasikan pendidikan multikultural ke dalam standar isi pendidikan Agama Hindu secara optimal.
Sehingga penelitian ini bertujuan menganalisa tipe, peran, dan upaya rekonstruksi karakteristik GAH dalam pengintegrasian pendidikan multikultural ke dalam standar isi pendidikan Agama Hindu.
Data dikumpulkan melalui teknik observasi non-partisipan, wawancara tidak berstruktur, dan studi dokumen, kemudian dianalisa dengan teknik etnografi model spradley.
Pengumpulan dan analisa data mengacu pada teori tindakan sosial Max Weber, pilihan rasional James S.
Colemen, dan pendidikan multikultural James S.
Banks.
Ada tiga temuan penelitian.
Pertama, tindakan rasional instrumental adalah tipe karakteristik GAH.
Terbentuknya peserta didik yang menyadari dan menghargai keragaman sosial, dengan memanfaatkan keragaman sosial, budaya dan praktek keberagamaan dalam masyarakat Hindu secara internal sebagai strategi (alat) mencapai tujuan, merupakan pertimbangan rasional instrumental GAH.
Kedua, karakteristik GAH berperan menentukan keputusan terhadap pilihan menerima atau menolak pengintegrasian pendidikan multikultural ke dalam standar isi pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri di Kota Denpasar.
Disebut pilihan rasional karena didasarkan pada tujuan, alasan, preferensi, serta upaya optimalisasi keuntungan dan minimalisasi kerugian.
GAH adalah aktor sosial yang berupaya mengoptimalkan sumber daya untuk kepentingan sosialnya.
Ketiga, karakteristik GAH sangat potensial direkonstruksi melalui upaya pemberdayaan peningkatan pemahaman dan keterampilan terhadap (a) pengintegrasian konten pendidikan multikultural melalui pengembangan dokumen kurikulum (silabus dan RPP) dan materi pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, (b) konstruksi pengetahuan, (c) pengurangan prasangka, (d) penciptaan equity pedagogy, dan (e) pemberdayaan kultur sekolah.
Simpulannya, GAH di SMA Negeri di Kota Denpasar berkarakteristik tindakan rasional instrumental, yang berperan menentukan keputusan memilih atau menolak pengintegrasian pendidikan multikultural ke dalam standar isi pendidikan Agama Hindu, dan dapat direkonstruksi melalui upaya pemberdayaan peningkatan pemahaman dan keterampilan terhadap lima dimensi pendidikan multikultural.

Related Results

IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 DENPASAR
IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 DENPASAR
Kurikulum Darurat merupakan kurikulum yang telah diterapkan di SMA Negeri 3 Denpasar, suatu kembangan Kurikulum Nasional 2013 di tengah pandemi COVID-19 sehingga sebagai suatu kuri...
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peranan Guru Rupaka sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agama. Selain sebagai pendorong bagi anak dan pemuda dalam pembelajaran agama Hindu, Guru Rupaka merupakan suri tula...
Perbandingan Kinerja Perusahaan Dengan Metode Balanced Scorecard
Perbandingan Kinerja Perusahaan Dengan Metode Balanced Scorecard
The purpose of this study is to compare the performance of two Honda service companies with the Balanced Scorecard method. The research locations are Aneka Motor Denpasar and Niki ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Strategi Komunikasi Penyuluh Agama Hindu dalam Menyampaikan Pesan Ajaran Agama Hindu di Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar
Strategi Komunikasi Penyuluh Agama Hindu dalam Menyampaikan Pesan Ajaran Agama Hindu di Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar
Harapan Penyuluh Agama Hindu Kota Denpasar untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas melalui media sosial tidak sesuai dengan feedback konten yang dihasilkan. Walaupun akun Youtu...
STRATEGI KOMUNIKASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SEKOLAH DASAR SATHYA SAI DENPASAR
STRATEGI KOMUNIKASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SEKOLAH DASAR SATHYA SAI DENPASAR
Penelitian ini membahas strategi pembelajaran komunikasi yang dipegang oleh guru agama dan karakter Hindu di SDN Sathya Sai Denpasar. Strategi Komunikasi pembelajaran perlu ditelit...

Back to Top