Javascript must be enabled to continue!
PROBLEMATIKA DIGLOSIA BAHASA ARAB FUSHA DAN AMIYAH BAGI PELAJAR INDONESIA
View through CrossRef
Bahasa Arab memiliki fenomena unik bernama diglosia, yakni penggunaan dua varietas bahasa secara berdampingan dengan fungsi sosial yang berbeda: fusha (Arab Standar Modern) untuk ranah formal, dan amiyah (dialek kolokial) untuk percakapan sehari-hari. Bagi pelajar Indonesia, kondisi ini menciptakan tantangan berlapis yang kerap diabaikan dalam sistem pendidikan. Penelitian ini bertujuan memetakan problematika diglosia dari perspektif linguistik, pedagogis, psikologis, dan sosiolinguistik, serta merumuskan rekomendasi berbasis bukti. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berbasis protokol PRISMA, dengan menganalisis 25 sumber terpilih dari 187 sumber awal yang diterbitkan antara 2017–2024. Hasil penelitian mengidentifikasi lima klaster masalah utama: (1) kesenjangan sistem linguistik fusha-amiyah pada tataran fonologi, morfologi, dan sintaksis; (2) kurikulum dan bahan ajar yang hampir sepenuhnya berorientasi fusha; (3) hambatan psikologis berupa kecemasan komunikasi dan disorientasi identitas; (4) keterbatasan sumber belajar berbasis kebutuhan peserta didik; serta (5) kompleksitas sosiolinguistik dalam memilih dialek regional yang tepat. Penelitian ini merekomendasikan kurikulum terpadu berbasis needs analysis, pengembangan bahan ajar yang mengakui realitas diglosia, peningkatan kompetensi diglosik pendidik, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana paparan amiyah yang autentik.
PT. Jurnal Center Indonesia Publisher
Title: PROBLEMATIKA DIGLOSIA BAHASA ARAB FUSHA DAN AMIYAH BAGI PELAJAR INDONESIA
Description:
Bahasa Arab memiliki fenomena unik bernama diglosia, yakni penggunaan dua varietas bahasa secara berdampingan dengan fungsi sosial yang berbeda: fusha (Arab Standar Modern) untuk ranah formal, dan amiyah (dialek kolokial) untuk percakapan sehari-hari.
Bagi pelajar Indonesia, kondisi ini menciptakan tantangan berlapis yang kerap diabaikan dalam sistem pendidikan.
Penelitian ini bertujuan memetakan problematika diglosia dari perspektif linguistik, pedagogis, psikologis, dan sosiolinguistik, serta merumuskan rekomendasi berbasis bukti.
Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berbasis protokol PRISMA, dengan menganalisis 25 sumber terpilih dari 187 sumber awal yang diterbitkan antara 2017–2024.
Hasil penelitian mengidentifikasi lima klaster masalah utama: (1) kesenjangan sistem linguistik fusha-amiyah pada tataran fonologi, morfologi, dan sintaksis; (2) kurikulum dan bahan ajar yang hampir sepenuhnya berorientasi fusha; (3) hambatan psikologis berupa kecemasan komunikasi dan disorientasi identitas; (4) keterbatasan sumber belajar berbasis kebutuhan peserta didik; serta (5) kompleksitas sosiolinguistik dalam memilih dialek regional yang tepat.
Penelitian ini merekomendasikan kurikulum terpadu berbasis needs analysis, pengembangan bahan ajar yang mengakui realitas diglosia, peningkatan kompetensi diglosik pendidik, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana paparan amiyah yang autentik.
Related Results
PENTINGNYA AL-QU-RAN BAGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
PENTINGNYA AL-QU-RAN BAGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Keberadaan Al-qur-an yang turun dengan menggunakan bahasa Arab mengubah bahasa Arab menjadi perhatian seluruh umat Islam di dunia ini, baik dari orang Arab maupun non Arab, sebagia...
DIGLOSIA BAHASA ARAB (Dilema Penggunaan Dialek Fuṣḥā dan ‘Ᾱmmiyah)
DIGLOSIA BAHASA ARAB (Dilema Penggunaan Dialek Fuṣḥā dan ‘Ᾱmmiyah)
Masyarakat Arab Jahiliyah sebelum datangnya Islam sudah memiliki bahasa bersama (ligua franca), yang disebut bahasa fusḥā. Seiring dengan perkembangan waktu dan tempat, serta melua...
Phonological Transformation Of Fusha To ‘Ammiyah Egypt: Case Study On Sabry Aleel Song
Phonological Transformation Of Fusha To ‘Ammiyah Egypt: Case Study On Sabry Aleel Song
This article examines the phonological change from Fusha Arabic to Egyptian dialect ('Ammiyah) in the context of the song "Sabry Aleel." This study aims to identify and describe th...
Sistem Pengajaran Bahasa di Indonesia dan Problem Bahasa Arab Secara Aktif
Sistem Pengajaran Bahasa di Indonesia dan Problem Bahasa Arab Secara Aktif
Bahasa Arab telah ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 1973. Kemudian mulai tahun 1979 kedudukan bahasa Arab disejajarkan deng...
Islam, State and Modernity: Mohammed Abed al-Jabri and the Future of the Arab World
Islam, State and Modernity: Mohammed Abed al-Jabri and the Future of the Arab World
Mohammed Abed al-Jabri (1935-2010) is one of the most original Arab philosophers, thinkers, and social theorist of recent times. Al-Jabri, who held the post of Professor of Philoso...
Problematika Pembelajaran Bahasa Arab Di Madrasah Diniyah (MD) Nurul Iman
Problematika Pembelajaran Bahasa Arab Di Madrasah Diniyah (MD) Nurul Iman
Abstract
Problems with learning Arabic have become something that should be resolved and overcome by teachers and students. Problems with learning Arabic can occur from internal a...
Penguasaan bahasa melayu pelajar asing di universiti malaya: analisis faktor jantina dan tahap pengajian
Penguasaan bahasa melayu pelajar asing di universiti malaya: analisis faktor jantina dan tahap pengajian
ABSTRAK Kajian penguasaan bahasa Melayu terhadap faktor jantina dan tahap pengajian pelajar asing di universiti masih kurang kerana banyak kajian yang dilakukan lebih tertumpu kepa...
AL-LUGHOH AL’ARABIYAH BAINA FASHI WAL AMIYAH
AL-LUGHOH AL’ARABIYAH BAINA FASHI WAL AMIYAH
Fungsi bahasa paling utama adalah sebagai alat komunikasi antar pemakai bahasa itu sendiri. Bahasa dapat dibedakan menjadi dua macam, bahasa lisan (manthuq) dan bahasa tulis (makt...

