Javascript must be enabled to continue!
DESAIN ULANG TEBAL PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN MDPJ 2017 DAN AUSTROADS 2017 DISERTAI DRAINASE
View through CrossRef
Perkerasan lentur memberikan keunggulan terhadap rasa nyaman pengguna jalan, sehingga masih dijadikan pilihan dalam perencanaan. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai tebal perkerasan lentur menggunakan Metode MDPJ 2017 dan AUSTROADS 2017 dengan umur rencana 20 tahun kemudian membandingkannya dengan MDPJ 2017 yang sudah diperhitungkan oleh pihak Konsultan Perencana dengan umur rencana 40 tahun serta pelaksanaan perancangan drainase perkerasan menggunakan data sama dihitung dengan metode berbeda. Data sekunder didapatkan dari Konsultan Perencana Proyek Jalan Trase I UIII tanpa ada data Primer. Hasil perhitungan lalu lintas rencana metode MDPJ 2017 sebesar 55.548.119,26 untuk CESA5, sedangkan hasil perhitungan metode AUSTROADS 2017 sebesar 21.320.039,13 untuk nilai DESA. Hasil metode MDPJ 2017 perhitungan tebal perkerasan yaitu lapis aus AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) sebesar 40 mm, lapis Antara AC-BC (Asphalt Concrete – Binder Course) sebesar 60 mm, lapis AC-Base sebesar 210 mm, dan lapis Pondasi Kelas A sebesar 300 mm. Sedangkan untuk metode AUSTROADS 2017 perhitungan tebal perkerasan yaitu lapis Surface (Asphalt) sebesar 200 mm, lapis Tebal Base sebesar 200 mm, dan lapis Tebal sub Base sebesar 150 mm. Dimensi saluran drainase tepi perkerasan ditentukan dengan ukuran (B x H) = 0.8m x 1m.
Title: DESAIN ULANG TEBAL PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN MDPJ 2017 DAN AUSTROADS 2017 DISERTAI DRAINASE
Description:
Perkerasan lentur memberikan keunggulan terhadap rasa nyaman pengguna jalan, sehingga masih dijadikan pilihan dalam perencanaan.
Penelitian ini bertujuan menentukan nilai tebal perkerasan lentur menggunakan Metode MDPJ 2017 dan AUSTROADS 2017 dengan umur rencana 20 tahun kemudian membandingkannya dengan MDPJ 2017 yang sudah diperhitungkan oleh pihak Konsultan Perencana dengan umur rencana 40 tahun serta pelaksanaan perancangan drainase perkerasan menggunakan data sama dihitung dengan metode berbeda.
Data sekunder didapatkan dari Konsultan Perencana Proyek Jalan Trase I UIII tanpa ada data Primer.
Hasil perhitungan lalu lintas rencana metode MDPJ 2017 sebesar 55.
548.
119,26 untuk CESA5, sedangkan hasil perhitungan metode AUSTROADS 2017 sebesar 21.
320.
039,13 untuk nilai DESA.
Hasil metode MDPJ 2017 perhitungan tebal perkerasan yaitu lapis aus AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) sebesar 40 mm, lapis Antara AC-BC (Asphalt Concrete – Binder Course) sebesar 60 mm, lapis AC-Base sebesar 210 mm, dan lapis Pondasi Kelas A sebesar 300 mm.
Sedangkan untuk metode AUSTROADS 2017 perhitungan tebal perkerasan yaitu lapis Surface (Asphalt) sebesar 200 mm, lapis Tebal Base sebesar 200 mm, dan lapis Tebal sub Base sebesar 150 mm.
Dimensi saluran drainase tepi perkerasan ditentukan dengan ukuran (B x H) = 0.
8m x 1m.
Related Results
Biaya dan Tebal Perkerasan Kaku Menggunakan Metode MDP 2017 dan AASHTO 1993
Biaya dan Tebal Perkerasan Kaku Menggunakan Metode MDP 2017 dan AASHTO 1993
Proses perencanaan dan evaluasi tebal perkerasan jalan tol memiliki peranan penting dalam desain jalan tol berkelanjutan. Desain struktur jalan perlu disesuaikan dengan kebutuhan k...
Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur (Flexible Pavement) Mengunakan Metode Desain perkerasan Jalan 2017 (Studi Kasus : Ruas Jalan Siwang Seri)
Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur (Flexible Pavement) Mengunakan Metode Desain perkerasan Jalan 2017 (Studi Kasus : Ruas Jalan Siwang Seri)
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Tebal Perkerasan Lentur rencana pada ruas jalan Siwang-Seri menggunakan Metode Desain Perkerasan Jalan 2017. Berdasarkan hasil penelitian unt...
STUDI DESAIN TEBAL LAPIS PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN METODE MDPJ 2017 PADA RUAS JALAN KARANG JAWA MUKA KOTA KANDANGAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
STUDI DESAIN TEBAL LAPIS PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN METODE MDPJ 2017 PADA RUAS JALAN KARANG JAWA MUKA KOTA KANDANGAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Jalan Karang Jawa Muka Kota Kandangan Kabupaten Hulu Sugai Selatan merupakan jalan penghubung antar kabupaten. Banyaknya pengguna Jalan Karang Jawa Muka yang berlalu linta...
ANALISA TEBAL PERKERASAN JALAN DI TANJAKAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993
ANALISA TEBAL PERKERASAN JALAN DI TANJAKAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993
Perkerasan pada umumnya menggunakan bahan campuran dari aspal dan juga memiliki sifat elastis jika menerima beban di atasnya. Sampai saat ini belum ada rumus khusus yang dibuat unt...
PERBANDINGAN LAPIS PERKERASAN LENTUR DENGAN LAPIS PERKERASAN KAKU PADA RUAS JALAN CIANJUR–SUKABUMI KM.BDG 67+720 s/d 80+257 KABUPATEN CIANJUR
PERBANDINGAN LAPIS PERKERASAN LENTUR DENGAN LAPIS PERKERASAN KAKU PADA RUAS JALAN CIANJUR–SUKABUMI KM.BDG 67+720 s/d 80+257 KABUPATEN CIANJUR
Jalan merupakan suatu konstruksi yang berfungsi sebagai prasarana perhubungan darat yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Dengan adanya jalan yang memadai dapat me...
ANALISIS PENGEMBANGAN GEOMETRIK DAN STRUKTUR PERKERASAN LENTUR TAXIWAY BANDAR UDARA FATMAWATI SOEKARNO BENGKULU
ANALISIS PENGEMBANGAN GEOMETRIK DAN STRUKTUR PERKERASAN LENTUR TAXIWAY BANDAR UDARA FATMAWATI SOEKARNO BENGKULU
Pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat mendorong pengelola Bandar Udara Fatmawati Soekarno untuk mengembangkan fasilitas sisi udara. Sehingga diperlukan analisis terhadap pengemb...
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR JALAN DENGAN METODE AASHTO 1993
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR JALAN DENGAN METODE AASHTO 1993
Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Dengan Metode Aashto 93’. Dari latar belakang yang sudah dikemukakan, maka diperlukan rumusan masalah yang dapat ditarik adalah Bagaimana ...
PERENCANAAN SISTEM JARINGAN DRAINASE UNTUK PERUMAHAN BAITI JANNATI SUMBAWA
PERENCANAAN SISTEM JARINGAN DRAINASE UNTUK PERUMAHAN BAITI JANNATI SUMBAWA
Kondisi drainase yang ada di Kota Sumbawa saat ini masih kurang baik secara keseluruhan. Ini terbukti dengan masih adanya perumahan-perumahan atau bangunan-bangunan yang belum dile...

