Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Dampak Hilirisasi Industri Manufaktur Terhadap Pertumbuhan Hijau Inklusif

View through CrossRef
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hilirisasi industri manufaktur di Kalimantan terhadap pertumbuhan hijau yang inklusif. Desain/Metodologi/Pendekatan: Dengan menggunakan data dari Badan Pusat Statistik dan menerapkan konsep inclusive green growth (IGG), penelitian ini membagi pertumbuhan tersebut ke dalam tiga dimensi: ekonomi, sosial, dan lingkungan, yang diukur melalui 17 variabel. Penelitian ini mengadopsi metode normalisasi Minimum-Maksimum untuk data, sehingga memungkinkan perbandingan yang setara antarvariabel. Penelitian ini menggunakan metode regresi panel untuk mengestimasi pengaruh kebijakan hilirisasi manufaktur terhadap pertumbuhan hijau inklusif di Pulau Kalimantan. Temuan: Hasil dari penelitian ini menunjukkan variasi signifikan antarprovinsi dalam pencapaian IGGI. Analisis regresi yang dilakukan menunjukkan bahwa meskipun hilirisasi berpotensi mendukung pertumbuhan hijau, faktor-faktor lain seperti kondisi ekonomi dan sosial daerah juga berperan penting. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan yang terintegrasi yang tidak hanya fokus pada hilirisasi tetapi juga pada peningkatan sosial dan pengelolaan lingkungan untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. Keterbatasan dan Implikasi Penelitian: Keterbatasan proksi hilirisasi (dummy) dan ketersediaan data dapat memengaruhi generalisasi; riset lanjut perlu indikator hilirisasi yang lebih granular serta evaluasi kausal jangka panjang lintas-sektor. Implikasi Praktis: Kebijakan hilirisasi berperan sebagai mekanisme kondisional yang menentukan apakah industrialisasi manufaktur mampu mendorong pertumbuhan hijau inklusif, sehingga implementasinya perlu diintegrasikan dengan regulasi lingkungan, investasi teknologi bersih, dan disesuaikan dengan karakteristik provinsi di Kalimantan. Orisinalitas/Nilai: Studi regional pertama yang menggabungkan indeks IGG komposit dan interaksi kebijakan hilirisasi-manufaktur di Kalimantan untuk menilai dampak keberlanjutan yang inklusif.
Title: Dampak Hilirisasi Industri Manufaktur Terhadap Pertumbuhan Hijau Inklusif
Description:
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hilirisasi industri manufaktur di Kalimantan terhadap pertumbuhan hijau yang inklusif.
Desain/Metodologi/Pendekatan: Dengan menggunakan data dari Badan Pusat Statistik dan menerapkan konsep inclusive green growth (IGG), penelitian ini membagi pertumbuhan tersebut ke dalam tiga dimensi: ekonomi, sosial, dan lingkungan, yang diukur melalui 17 variabel.
Penelitian ini mengadopsi metode normalisasi Minimum-Maksimum untuk data, sehingga memungkinkan perbandingan yang setara antarvariabel.
Penelitian ini menggunakan metode regresi panel untuk mengestimasi pengaruh kebijakan hilirisasi manufaktur terhadap pertumbuhan hijau inklusif di Pulau Kalimantan.
Temuan: Hasil dari penelitian ini menunjukkan variasi signifikan antarprovinsi dalam pencapaian IGGI.
Analisis regresi yang dilakukan menunjukkan bahwa meskipun hilirisasi berpotensi mendukung pertumbuhan hijau, faktor-faktor lain seperti kondisi ekonomi dan sosial daerah juga berperan penting.
Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan yang terintegrasi yang tidak hanya fokus pada hilirisasi tetapi juga pada peningkatan sosial dan pengelolaan lingkungan untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.
Keterbatasan dan Implikasi Penelitian: Keterbatasan proksi hilirisasi (dummy) dan ketersediaan data dapat memengaruhi generalisasi; riset lanjut perlu indikator hilirisasi yang lebih granular serta evaluasi kausal jangka panjang lintas-sektor.
Implikasi Praktis: Kebijakan hilirisasi berperan sebagai mekanisme kondisional yang menentukan apakah industrialisasi manufaktur mampu mendorong pertumbuhan hijau inklusif, sehingga implementasinya perlu diintegrasikan dengan regulasi lingkungan, investasi teknologi bersih, dan disesuaikan dengan karakteristik provinsi di Kalimantan.
Orisinalitas/Nilai: Studi regional pertama yang menggabungkan indeks IGG komposit dan interaksi kebijakan hilirisasi-manufaktur di Kalimantan untuk menilai dampak keberlanjutan yang inklusif.

Related Results

Penerapan Industri Hijau Pada IMKM Batik
Penerapan Industri Hijau Pada IMKM Batik
Salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan adalah melestarikan lingkungan dan mengurangi dampak lingkungan akibat proses industri. Namun demikian, muncul banyak kasus pencemaran l...
MENUJU PERTUMBUHAN INDUSTRI HIJAU DI SULAWESI SELATAN
MENUJU PERTUMBUHAN INDUSTRI HIJAU DI SULAWESI SELATAN
Provinsi Sulawesi Selatan dengan komitmen dan kolaborasi para pihak, perlu lebih mengoptimalkan  transformasi menuju pertumbuhan Industri hijau demi pengelolaan kekayaan alam yang ...
Pengendalian Kualitas pada Proses Pengolahan Teh Hijau Menggunakan Metode Lean Six Sigma
Pengendalian Kualitas pada Proses Pengolahan Teh Hijau Menggunakan Metode Lean Six Sigma
Teh hijau diproduksi dengan cara inaktivasi enzim polifenol oksidase pada daun teh pada suhu 90-110°C. Kualitas teh hijau dipengaruhi oleh kualitas pucuk yang digunakan untuk pengo...
PENGARUH TEKANAN REGULASI TERHADAP INOVASI TEKNOLOGI HIJAU DAN KINERJA EKONOMI PADA INDUSTRI PELAYARAN DI SAMARINDA
PENGARUH TEKANAN REGULASI TERHADAP INOVASI TEKNOLOGI HIJAU DAN KINERJA EKONOMI PADA INDUSTRI PELAYARAN DI SAMARINDA
Industri pelayaran  menghadapi tantangan untuk mengurangi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas usaha mereka  dengan harapan untuk meningkatkan kinerja ekonominya. Pe...
PERSEPSI  MASYARAKAT TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA PALEMBANG
PERSEPSI  MASYARAKAT TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA PALEMBANG
Ruang Terbuka Hijau (RTH) dapat didefinisikan sebagai ruang terbuka, dimana merupakan tempat tumbuh tanaman, baik tanaman yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Ru...
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui apa tema pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (2) Mengetahui bagaimana alur pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (3) Mengetahui...

Back to Top