Javascript must be enabled to continue!
Janger Banyuwangi: Bertahan Melintasi Zaman
View through CrossRef
Buku ini secara lugas mengungkap strategi kelisanan dalam proses penciptaan dan transmisi kelisanan yang dilakukan para pemain Janger sehingga dapat diketahui konvensi dan kondisi kelisanan kesenian tersebut, serta bagaimana strategi kelisanan diterapkan dalam pertunjukan Janger pada masa kini. Pertunjukan Janger telah melakukan berbagai penyesuaian strategi kelisanan agar transmisi nilai-nilai tradisi yang dilakukannya dapat tetap berlangsung dan diterima masyarakat. Untuk berada dalam kondisi the medium is the message, Janger telah mengeksplorasi segala potensi bahasa, mulai dari bahasa verbal, bahasa gerak, bahasa musik, hingga bahasa visual, dan pada akhirnya seni Janger menjadi media komunikasi dengan mengerahkan semua potensi bahasa-bahasa tersebut. Dalam pertunjukan Janger, masyarakat Banyuwangi secara bersama-sama membangun, atau membangun ulang, atau bahkan memperkokoh bangunan identitas kultural mereka. Melalui seni Janger mereka menciptakan identitas kultural mereka sendiri pada suatu konteks sejarah dan sosio-kultural tertentu, dengan pemahaman tertentu, untuk suatu kepentingan tertentu pula. Seni Janger telah dikonstruksi dan dipahami sebagai identitas masyarakat Banyuwangi, dan pada masyarakat Banyuwangilah seni Janger menemukan konteks kesejarahan dan sosio-kulturalnya. Kesenian ini mengajak para partisipannya untuk tetap bertahan di wilayah kulturalnya (rite of incorporation), mewadahi keanekaragaman budaya, serta menjadi bangunan pluralitas yang setara sehingga dapat ditempati dengan nyaman oleh para penghuninya. Dalam kesetaraan yang harmonis itulah identitas kultural diletakkan, menjadi fondasi bersama dalam membangun masa depan.
Title: Janger Banyuwangi: Bertahan Melintasi Zaman
Description:
Buku ini secara lugas mengungkap strategi kelisanan dalam proses penciptaan dan transmisi kelisanan yang dilakukan para pemain Janger sehingga dapat diketahui konvensi dan kondisi kelisanan kesenian tersebut, serta bagaimana strategi kelisanan diterapkan dalam pertunjukan Janger pada masa kini.
Pertunjukan Janger telah melakukan berbagai penyesuaian strategi kelisanan agar transmisi nilai-nilai tradisi yang dilakukannya dapat tetap berlangsung dan diterima masyarakat.
Untuk berada dalam kondisi the medium is the message, Janger telah mengeksplorasi segala potensi bahasa, mulai dari bahasa verbal, bahasa gerak, bahasa musik, hingga bahasa visual, dan pada akhirnya seni Janger menjadi media komunikasi dengan mengerahkan semua potensi bahasa-bahasa tersebut.
Dalam pertunjukan Janger, masyarakat Banyuwangi secara bersama-sama membangun, atau membangun ulang, atau bahkan memperkokoh bangunan identitas kultural mereka.
Melalui seni Janger mereka menciptakan identitas kultural mereka sendiri pada suatu konteks sejarah dan sosio-kultural tertentu, dengan pemahaman tertentu, untuk suatu kepentingan tertentu pula.
Seni Janger telah dikonstruksi dan dipahami sebagai identitas masyarakat Banyuwangi, dan pada masyarakat Banyuwangilah seni Janger menemukan konteks kesejarahan dan sosio-kulturalnya.
Kesenian ini mengajak para partisipannya untuk tetap bertahan di wilayah kulturalnya (rite of incorporation), mewadahi keanekaragaman budaya, serta menjadi bangunan pluralitas yang setara sehingga dapat ditempati dengan nyaman oleh para penghuninya.
Dalam kesetaraan yang harmonis itulah identitas kultural diletakkan, menjadi fondasi bersama dalam membangun masa depan.
Related Results
Revitalisasi Tari Janger Lansia Di Kelurahan Tonja Denpasar
Revitalisasi Tari Janger Lansia Di Kelurahan Tonja Denpasar
Tari Janger Lansia merupakan sebuah kesenian yang dirancang khusus untuk para lansia. Hal itu dapat diamati dari koreografi, tata rias busana, dan tempo iringan musik tarinya. Tari...
Fungsi Sekaa Janger Kolok sebagai Pemberdayaan Kelompok Disabilitas di Desa Bengkala
Fungsi Sekaa Janger Kolok sebagai Pemberdayaan Kelompok Disabilitas di Desa Bengkala
Pada umumnya kelompok disabilitas dianggap tidak mempunyai kualitas sumber daya manusia yang setara dengan masyarakat normal. Asumsi tersebut terbentuk karena minimnya wawasan masy...
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Shallots are vegetable commodities that have long been superior and have been intensively cultivated by many farmers. They belong to the group of non-substituted spices that functi...
SİNEMADA “ZAMAN”I YENİ BİR BAKIŞLA GÖRMEK
SİNEMADA “ZAMAN”I YENİ BİR BAKIŞLA GÖRMEK
Zaman nedir, neye göre belirlenir ve nasıl algılanır? Bu konuda pek çok filozof görüşünü ortaya koyar. Platon ve onun öğrencisi olan Aristoteles zaman olgusuna yönelik düşüncelerin...
Penanda Budaya Visual pada Desain Kemasan Jamu Tradisional Banyuwangi Jawa Timur
Penanda Budaya Visual pada Desain Kemasan Jamu Tradisional Banyuwangi Jawa Timur
AbstrakJamu tradisional merupakan warisan budaya Indonesia diantara keragaman, hasil dari budaya yang memiliki keragaman jamu tradisional. Salah satunya daerah Banyuwangi yang meru...
JANGER BANYUWANGI: KREASI DAN INOVASI TRADISI LISAN KE PERTUNJUKAN
JANGER BANYUWANGI: KREASI DAN INOVASI TRADISI LISAN KE PERTUNJUKAN
Abstract: Janger Banyuwangi has been established since 1918 and designed to present an entertainment for the community. It was firstly called as Damarwulan due to a character -base...
DEFENSE EXERCISE MODEL OF VOLLEYBALL FW FOR BEGINNER
DEFENSE EXERCISE MODEL OF VOLLEYBALL FW FOR BEGINNER
<p>menghasilkan produk model latihan bertahan<em> </em>bolavoli untuk pemula. Penelitian dan pengembangan ini dilakukan untuk dapat memperoleh informasi tentang p...
THE ISLAMIC VALUES OF MYSTICAL REASON IN "KEBO-KEBOAN" TRADITION IN BANYUWANGI
THE ISLAMIC VALUES OF MYSTICAL REASON IN "KEBO-KEBOAN" TRADITION IN BANYUWANGI
ABSTRACT
One of the diversity of Indonesian manners and cultures is the Osing tribe lived in most Banyuwangi area. This tribe has an interesting traditional ritual, namely th...

