Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penanda Budaya Visual pada Desain Kemasan Jamu Tradisional Banyuwangi Jawa Timur

View through CrossRef
AbstrakJamu tradisional merupakan warisan budaya Indonesia diantara keragaman, hasil dari budaya yang memiliki keragaman jamu tradisional. Salah satunya daerah Banyuwangi yang merupakan penghasil jamu tradisional yang terdapat di wilayah Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes yang menganalisis elemen visual pada desain kemasan jamu Banyuwangi. Hasil dari penelitian ini adalah Konotasi, Denotasi dan Mitos dalam visual sangat tampak budaya yang terdapat pada desain kemasan jamu di Banyuwangi sehingga prinsip desain terbantuk seirama dan memiliki kesatuan. Hal ini membuat desain kemasan jamu melekat pada masyarakat Banyuwangi sehinga produsen mempertimbangkan elemen visual untuk memikat masyarakat dalam hal ini sebuah kebutuhan. Segmentasi yang ditujukan oleh produsen jamu dapat memikat dan membuat jamu tradisional Banyuwangi mempunyai jati diri identitas dalam desain Kemasan Jamu.Kata Kunci: Banyuwangi, desain kemasan, elemen visual, jamu tradisional, semiotika AbstractTraditional herbal medicine is Indonesia's cultural heritage among diversity, the result of a culture that has a diversity of traditional herbs. One of them is banyuwangi area which is a producer of traditional herbal medicine found in the East Java region. This research uses qualitative descriptive with Roland Barthes’s semiotics approach that analyze visual elements in the packaging design of Banyuwangi herbal medicine. The result of this study is Connotation, Denotation and Myth in visuals are very visible culture contained in the design of herbal medicine packaging in Banyuwangi so that the design principles are helped in harmony and have unity. This makes the design of herbal medicine packaging attached to the banyuwangi community so that manufacturers consider visual elements to lure the community in this case a need. Segmentation aimed at herbal medicine manufacturers can attract and make traditional Banyuwangi herbal medicine has an identity identity in the design of Jamu Packaging.Keywords: Banyuwangi, packaging design, semiotic, tradisional herbal medicine, visual element
Title: Penanda Budaya Visual pada Desain Kemasan Jamu Tradisional Banyuwangi Jawa Timur
Description:
AbstrakJamu tradisional merupakan warisan budaya Indonesia diantara keragaman, hasil dari budaya yang memiliki keragaman jamu tradisional.
Salah satunya daerah Banyuwangi yang merupakan penghasil jamu tradisional yang terdapat di wilayah Jawa Timur.
Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes yang menganalisis elemen visual pada desain kemasan jamu Banyuwangi.
Hasil dari penelitian ini adalah Konotasi, Denotasi dan Mitos dalam visual sangat tampak budaya yang terdapat pada desain kemasan jamu di Banyuwangi sehingga prinsip desain terbantuk seirama dan memiliki kesatuan.
Hal ini membuat desain kemasan jamu melekat pada masyarakat Banyuwangi sehinga produsen mempertimbangkan elemen visual untuk memikat masyarakat dalam hal ini sebuah kebutuhan.
Segmentasi yang ditujukan oleh produsen jamu dapat memikat dan membuat jamu tradisional Banyuwangi mempunyai jati diri identitas dalam desain Kemasan Jamu.
Kata Kunci: Banyuwangi, desain kemasan, elemen visual, jamu tradisional, semiotika AbstractTraditional herbal medicine is Indonesia's cultural heritage among diversity, the result of a culture that has a diversity of traditional herbs.
One of them is banyuwangi area which is a producer of traditional herbal medicine found in the East Java region.
This research uses qualitative descriptive with Roland Barthes’s semiotics approach that analyze visual elements in the packaging design of Banyuwangi herbal medicine.
The result of this study is Connotation, Denotation and Myth in visuals are very visible culture contained in the design of herbal medicine packaging in Banyuwangi so that the design principles are helped in harmony and have unity.
This makes the design of herbal medicine packaging attached to the banyuwangi community so that manufacturers consider visual elements to lure the community in this case a need.
Segmentation aimed at herbal medicine manufacturers can attract and make traditional Banyuwangi herbal medicine has an identity identity in the design of Jamu Packaging.
Keywords: Banyuwangi, packaging design, semiotic, tradisional herbal medicine, visual element.

Related Results

PERANCANGAN BUKU DESAIN KEMASAN ”BASIC OF PACKAGING”
PERANCANGAN BUKU DESAIN KEMASAN ”BASIC OF PACKAGING”
AbstrakPerkembangan industri yang semakin pesat membuat para produsen produk mencoba mencari strategi yang tepat dalam menghadapi pesaingnya. Salah satu strategi yang tepat adalah ...
Inovasi Produk Jamu dan Strategi Komunikasi Visual: Pendampingan Kemandirian Ekonomi Santri Pondok Pesantren Yayasan Ar Rodiah Semarang
Inovasi Produk Jamu dan Strategi Komunikasi Visual: Pendampingan Kemandirian Ekonomi Santri Pondok Pesantren Yayasan Ar Rodiah Semarang
ABSTRAK Jamu merupakan warisan pengobatan herbal Nusantara yang memiliki potensi ekonomi besar namun sering kali tidak menarik minat generasi muda. Diperlukan inovasi produk dan st...
ANALISIS DESAIN KEMASAN PRODUK UMKM MAKANAN TRADISIONAL LEMPER BERBAHAN ALAMI MEMILIKI DAYA TARIK DAN KETAHANAN MUTU PRODUK
ANALISIS DESAIN KEMASAN PRODUK UMKM MAKANAN TRADISIONAL LEMPER BERBAHAN ALAMI MEMILIKI DAYA TARIK DAN KETAHANAN MUTU PRODUK
Permasalahan pada produk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) tradisonal yaitu belum adanya suatu analisis desain kemasan yang dapat menjadikan suatu daya tarik produk dan ketahanan p...
PENDAMPINGAN BUDIDAYA TANAMAN BIOFARMAKA DAN PENGEMASAN JAMU TRADISIONAL DI KELURAHAN MUARA RAPAK BALIKPAPAN
PENDAMPINGAN BUDIDAYA TANAMAN BIOFARMAKA DAN PENGEMASAN JAMU TRADISIONAL DI KELURAHAN MUARA RAPAK BALIKPAPAN
Jamu tradisional mulai sangat diminati oleh masyarakat semua kalangan semenjak munculnya pandemic Covid-19 yang melanda Indonesia pada awal tahun 2020. Jamu tradisional digunakan o...
Editorial
Editorial
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayahNya, Jurnal Jamu Indonesia Volume 6 No 1 tahun 2021 dapat diterbitkan. Jurnal Jamu Indonesia merupa...
PEMBERDAYAAN PKK MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN JAMU TRADISIONAL DENGAN MESIN GRANULATOR DI DESA POMAHAN
PEMBERDAYAAN PKK MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN JAMU TRADISIONAL DENGAN MESIN GRANULATOR DI DESA POMAHAN
Pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease-19) yang terjadi sejak tahun 2020 berdampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat Indonesia. Salah satu yang terdampak adalah desa Poma...
PENDAMPINGAN PENGEMASAN DAN PELABELAN UMKM “JAMU POJOK BANGKA” UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING EKONOMI
PENDAMPINGAN PENGEMASAN DAN PELABELAN UMKM “JAMU POJOK BANGKA” UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING EKONOMI
Minuman jamu merupakan warisan budaya Indonesia yang berbahan aneka rempah dan memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh seperti menyegarkan tubuh, mempercepat metabolisme, dan menamba...
Isolasi dan Identifikasi Jamur Xerofilik pada Jamu Serbuk Pegal Linu di Mojosongo, Surakarta
Isolasi dan Identifikasi Jamur Xerofilik pada Jamu Serbuk Pegal Linu di Mojosongo, Surakarta
Jamur xerofilik sering tumbuh pada produk yang kering, seperti jamu serbuk dan rempah-rempah (Askun dkk, 2007). Produk yang terkontaminasi jamur xerofilik berpotensi mengandung mik...

Back to Top