Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN TAMAN HIJAU KOTA PURWODADI

View through CrossRef
Abstract: The city park is an example of a Public Open Space that is owned by the City Regional Government that is used for the benefit of the general public. The existence of the park as a form of public space in urban areas is closely related to the urban landscape system as a whole. A good landscape system is an indicator of an orderly and sustainable city. Basically the problem of the number of parks that are not visited due to lack of public knowledge about parks, theories / terms that develop among the public about city parks so that it forms certain perceptions that are usually contrary to the reality and behavior / behavior of users / users of the park. Discussion of the level of park preference will determine the factors that are of interest to the community in its utilization so as to maximize the function of the park. This study uses a quantitative paradigm with a rationalistic postpositivistic approach. The technique can use statistics, including grouping data, tabulating data, and presenting data based on variables, as well as performing calculations to answer the problem formulation, to test the hypothesis. Based on the results of the conclusions analysis are as follows: Factors that influence people's preference for the use of Purwodadi city parks are coherence variables (harmony, sustainability, feasibility), complexity (number, variety, uniqueness, difference), mystery (curiosity and uniqueness) , legal (ease and familiarity). Where seen from the beta coefficient value the highest value is coherent to the mystery. This means that coherence is the strongest factor that influences people's preferencesKeyword: Preference, City Park Abstrak: Taman kota merupakan contoh Ruang Terbuka Publik yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kota yang digunakan untuk kepentingan masyarakat umum. Keberadaan taman sebagai bentuk ruang publik di daerah perkotaan sangat berhubungan dengan sistem pertamanan kota secara keseluruhan. Sistem pertamanan yang baik menjadi indikator suatu kota yang teratur dan berkelanjutan. Pada dasarnya permasalahan banyaknya taman yang tidak dikunjungi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang taman, teori/istilah yang berkembang dikalangan masyarakat tentang taman kota sehingga membentuk persepsi tertentu yang biasanya bertentangan dengan kenyataan dan perilaku/ behaviour user /pengguna taman tersebut. Pembahasan tingkat preferensi taman akan menentukan faktor yang diminati masyarakat dalam pemanfaatanya sehingga dapat memaksimalkan fungsi taman tersebut. Penelitian ini menggunakan paradigma kuantitatif dengan pendekatan postpositivistik rasionalistik. Tekniknya dapat menggunakan statistik, meliputi pengelompokan data, mentabulasi data, dan menyajikan data berdasar variabel, serta melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, hingga menguji hipotesis.Berdasarkan hasil analisis kesimpulan adalah sebagai berikut: Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi masyarakat terhadap pemanfaatan taman kota Purwodadi adalah variabel koherensi (keselarasan, keberlangsungan, kelayakan),  kompleksitas (jumlah, variasi, keunikan, perbedaan), misteri (rasa ingin tahu dan keunikan), legal (kemudahan dan keakraban). Dimana dilihat dari nilai koefisien beta yang tertinggi nilainya adalah koheren terhadap misteri. Artinya koherensi adalah faktor terkuat yang mempengaruhi preferensi masyarakatKata Kunci: Preferensi, Taman Kota
Title: PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN TAMAN HIJAU KOTA PURWODADI
Description:
Abstract: The city park is an example of a Public Open Space that is owned by the City Regional Government that is used for the benefit of the general public.
The existence of the park as a form of public space in urban areas is closely related to the urban landscape system as a whole.
A good landscape system is an indicator of an orderly and sustainable city.
Basically the problem of the number of parks that are not visited due to lack of public knowledge about parks, theories / terms that develop among the public about city parks so that it forms certain perceptions that are usually contrary to the reality and behavior / behavior of users / users of the park.
Discussion of the level of park preference will determine the factors that are of interest to the community in its utilization so as to maximize the function of the park.
This study uses a quantitative paradigm with a rationalistic postpositivistic approach.
The technique can use statistics, including grouping data, tabulating data, and presenting data based on variables, as well as performing calculations to answer the problem formulation, to test the hypothesis.
Based on the results of the conclusions analysis are as follows: Factors that influence people's preference for the use of Purwodadi city parks are coherence variables (harmony, sustainability, feasibility), complexity (number, variety, uniqueness, difference), mystery (curiosity and uniqueness) , legal (ease and familiarity).
Where seen from the beta coefficient value the highest value is coherent to the mystery.
This means that coherence is the strongest factor that influences people's preferencesKeyword: Preference, City Park Abstrak: Taman kota merupakan contoh Ruang Terbuka Publik yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kota yang digunakan untuk kepentingan masyarakat umum.
Keberadaan taman sebagai bentuk ruang publik di daerah perkotaan sangat berhubungan dengan sistem pertamanan kota secara keseluruhan.
Sistem pertamanan yang baik menjadi indikator suatu kota yang teratur dan berkelanjutan.
Pada dasarnya permasalahan banyaknya taman yang tidak dikunjungi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang taman, teori/istilah yang berkembang dikalangan masyarakat tentang taman kota sehingga membentuk persepsi tertentu yang biasanya bertentangan dengan kenyataan dan perilaku/ behaviour user /pengguna taman tersebut.
Pembahasan tingkat preferensi taman akan menentukan faktor yang diminati masyarakat dalam pemanfaatanya sehingga dapat memaksimalkan fungsi taman tersebut.
Penelitian ini menggunakan paradigma kuantitatif dengan pendekatan postpositivistik rasionalistik.
Tekniknya dapat menggunakan statistik, meliputi pengelompokan data, mentabulasi data, dan menyajikan data berdasar variabel, serta melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, hingga menguji hipotesis.
Berdasarkan hasil analisis kesimpulan adalah sebagai berikut: Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi masyarakat terhadap pemanfaatan taman kota Purwodadi adalah variabel koherensi (keselarasan, keberlangsungan, kelayakan),  kompleksitas (jumlah, variasi, keunikan, perbedaan), misteri (rasa ingin tahu dan keunikan), legal (kemudahan dan keakraban).
Dimana dilihat dari nilai koefisien beta yang tertinggi nilainya adalah koheren terhadap misteri.
Artinya koherensi adalah faktor terkuat yang mempengaruhi preferensi masyarakatKata Kunci: Preferensi, Taman Kota.

Related Results

KUALITAS TAMAN KOTA SEBAGAI RUANG PUBLIK DI KOTA SURAKARTA BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI PENGGUNA
KUALITAS TAMAN KOTA SEBAGAI RUANG PUBLIK DI KOTA SURAKARTA BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI PENGGUNA
<p>Taman kota adalah salah satu jenis ruang terbuka hijau publik yang memiliki aktivitas kompleks. Taman kota sebagai ruang publik perkotaan dikatakan memenuhi kualitas apabi...
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan. Taman kota dapat mengantisipasi dampak negatif yang akan timbul dengan perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh selur...
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan. Taman kota dapat mengantisipasi dampak negatif yang akan timbul dengan perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh selur...
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan. Taman kota dapat mengantisipasi dampak negatif yang akan timbul dengan perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh selur...
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan. Taman kota dapat mengantisipasi dampak negatif yang akan timbul dengan perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh selur...
PERSEPSI  MASYARAKAT TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA PALEMBANG
PERSEPSI  MASYARAKAT TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA PALEMBANG
Ruang Terbuka Hijau (RTH) dapat didefinisikan sebagai ruang terbuka, dimana merupakan tempat tumbuh tanaman, baik tanaman yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Ru...
Optimalisasi Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Kota Pangkajene
Optimalisasi Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Kota Pangkajene
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) Gambaran optimalisasi pemanfaatan Taman Musafir Kota Pangkajene. (2) Gambaran ruang terbuka hijau Kota Pangkajene (S...
Perlindungan Taman Kota Sebagai Jejak Sejarah Perkotaan : Upaya Pengelolaan Taman Kota Sebagai Aset Kota
Perlindungan Taman Kota Sebagai Jejak Sejarah Perkotaan : Upaya Pengelolaan Taman Kota Sebagai Aset Kota
Taman kota yang memiliki nilai sejarah merupakan warisan kekayaan budaya bangsa yang selain dapat dinikmati sebagai sarana kota, juga memiliki arti penting dari sisi sejarah perkem...

Back to Top