Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PEKERJAAN PEMBESIAN PADA TENAGA KERJA KONSTRUKSI “WANGI SEMPURNA” DESA GUNUNG KEMBAR KABUPATEN SUMENEP

View through CrossRef
Desa Gunung Kembar sebuah desa yang berada di Kecamatan Manding Kabupaten Sumenep yang terletak di wilayah dataran rendah dengan luas wilayah 5,94 Km2. Banyaknya penduduk desa Gunung Kembar sebesar  2.362  jiwa  dengan  tingkat kepedatan   penduduk   per   Km2   sebesar 397,64 jiwa (Kecamatan Manding Dalam Angka 2020, 2020). Diperlukan kesadaran dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi  tenaga  kerja  guna meningkatkan kualitas pelaksanaan proyek kontruksi. Tenaga kerja konstruksi di desa Gunung Kembar dalam melakukan pekerjaan pembesian masih dilakukan dengan menggunakan peralatan    yang dibuat sendiri. Pekerjaan pembesian menjadi permasalahan bagi kelompok tenaga kerja konstruksi dikarenakan diperlukan keahlian dan perhitungan dalam melaksanakan pekerjaan pembesian serta alat yang memadai untuk bisa melakukan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknik pekerjaan pembesian. Penggunaan alat pembengkokan  diatas  memerlukan persiapan  yang  cukup  lama  dikarenakan alat yang digunakan masih belum terukur, sehingga bentuk yang dihasilkan dari pembengkokan tulangan tersebut menjadi tidak  seragam.  Penggunaan  waktu  yang lama mengakibatkan tingkat efisiensi yang rendah dan produktifitas yang rendah. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra terdiri dari rendahnya pemahaman pekerjaan pembesian pada tenaga kerja konstruksi, rendahnya tingkat keahlian pekerjaan pembesian tenaga kerja pada pekerjaan pembesian dan keterbatasan alat dalam pelaksanaan pekerjaan pembesian. Hasil dari kegiatan ini memberikan peningkatan pengetahuan sebesar 57,70 %, memberikan  pemahaman  dalam pemotongan menggunakan mesin dengan dudukan 2,64 kali lebih cepat dibandingkan menggunakan mesin tanpa dudukan dan pemahaman pembengkokan pembesian menggunakan alat pabrikasi 1,2 kali lebih cepat dari pada menggunakan alat pembengkokan tangan yang dibuat sendiri serta peserta dalam pelaksanaan pekerjaan pembesian sudah mengikuti langkah – langkah pekerjaan pembesian dan sesuia dengan gambar kerja serta standarisasi yang berlaku.
Title: EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PEKERJAAN PEMBESIAN PADA TENAGA KERJA KONSTRUKSI “WANGI SEMPURNA” DESA GUNUNG KEMBAR KABUPATEN SUMENEP
Description:
Desa Gunung Kembar sebuah desa yang berada di Kecamatan Manding Kabupaten Sumenep yang terletak di wilayah dataran rendah dengan luas wilayah 5,94 Km2.
Banyaknya penduduk desa Gunung Kembar sebesar  2.
362  jiwa  dengan  tingkat kepedatan   penduduk   per   Km2   sebesar 397,64 jiwa (Kecamatan Manding Dalam Angka 2020, 2020).
Diperlukan kesadaran dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi  tenaga  kerja  guna meningkatkan kualitas pelaksanaan proyek kontruksi.
Tenaga kerja konstruksi di desa Gunung Kembar dalam melakukan pekerjaan pembesian masih dilakukan dengan menggunakan peralatan    yang dibuat sendiri.
Pekerjaan pembesian menjadi permasalahan bagi kelompok tenaga kerja konstruksi dikarenakan diperlukan keahlian dan perhitungan dalam melaksanakan pekerjaan pembesian serta alat yang memadai untuk bisa melakukan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknik pekerjaan pembesian.
Penggunaan alat pembengkokan  diatas  memerlukan persiapan  yang  cukup  lama  dikarenakan alat yang digunakan masih belum terukur, sehingga bentuk yang dihasilkan dari pembengkokan tulangan tersebut menjadi tidak  seragam.
 Penggunaan  waktu  yang lama mengakibatkan tingkat efisiensi yang rendah dan produktifitas yang rendah.
Permasalahan yang dihadapi oleh mitra terdiri dari rendahnya pemahaman pekerjaan pembesian pada tenaga kerja konstruksi, rendahnya tingkat keahlian pekerjaan pembesian tenaga kerja pada pekerjaan pembesian dan keterbatasan alat dalam pelaksanaan pekerjaan pembesian.
Hasil dari kegiatan ini memberikan peningkatan pengetahuan sebesar 57,70 %, memberikan  pemahaman  dalam pemotongan menggunakan mesin dengan dudukan 2,64 kali lebih cepat dibandingkan menggunakan mesin tanpa dudukan dan pemahaman pembengkokan pembesian menggunakan alat pabrikasi 1,2 kali lebih cepat dari pada menggunakan alat pembengkokan tangan yang dibuat sendiri serta peserta dalam pelaksanaan pekerjaan pembesian sudah mengikuti langkah – langkah pekerjaan pembesian dan sesuia dengan gambar kerja serta standarisasi yang berlaku.

Related Results

PENINGKATAN KUALITAS TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN PEMBESIAN DI DESA KASENGAN KABUPATEN SUMENEP
PENINGKATAN KUALITAS TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN PEMBESIAN DI DESA KASENGAN KABUPATEN SUMENEP
Desa kasengan sebuah desa yang berada di Kecamatan Manding Kabupaten Sumenep yang terletak di wilayah dataran tinggi dengan luas wilayah 5,15 Km2. Banyaknya penduduk yang belum tam...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
SEJARAH BANDARA MATAHORA DI PULAU WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI (2007-2017)
SEJARAH BANDARA MATAHORA DI PULAU WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI (2007-2017)
ABSTRAK: Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah: (1) Apa latar belakang pembangunan Bandara Matahora di Pulau Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi, (2) Apa kendala yang dihadapi ...
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Tempe di Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Tempe di Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi
Usaha pembuatan tempe sangat berperan penting dalam menyediakan lapangan kerja dan kesempatan kerja dalam upayah mendorong perkembangan daerah dan pedesaan. Penelitian ini bertujua...
SEJARAH BANTI-BANTI PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN MANDATI 1 KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI
SEJARAH BANTI-BANTI PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN MANDATI 1 KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI
ABSTRAK: Penelitian ini berutujuan untuk mendeskripsikan dan menguraikan sejarah, proses dan nilai-nilai yang terkandung dalam banti-banti pada masyarakat di Kelurahan Mandati I Ke...
Perlindungan Hukum Keris Aeng Tong-Tong Sumenep Dalam Hukum Nasional dan Konvensi Internasional
Perlindungan Hukum Keris Aeng Tong-Tong Sumenep Dalam Hukum Nasional dan Konvensi Internasional
Kris is an object of Indonesian culture which has beautiful artistic and high economic values. Kris making is still maintained in several areas, one of which is in Sumenep Regency....
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

Back to Top