Javascript must be enabled to continue!
The Art of Kain Tenggarung: The Malay Aesthetics and Socio-Cultural Context in the Malay Peninsula
View through CrossRef
The Malay textile art was a tangible culture of Malaysia, and it was portrayed as Malay material culture in the aspects of art, craft, textile, and fashion. The Kain Tenggarung is another Malay traditional textile that has been worn by Malay royals and aristocracies for over 200 years in the Malay Peninsula, especially in Kelantan and Terengganu. This refinement of Malay woven textile is characterized by detailed intricacy on the Ikat technique and supplemented with Songket gold thread. Today, the Kain Tenggarung is unfamiliar and potentially extinct in the local Malaysian market due to the entry of imported fabric from India and Pakistan. This situation worsens because Kain Tenggarung is barely produced due to no demand amongst Malaysians. This study aims to describe aesthetic values in Kain Tenggarung motifs in the aspect of the Malay socio-cultural context through the perspective of the Malay aesthetics theory. This qualitative research approaches grounded theory and phenomenology through primary and secondary data collection that has been analysed by content analysis. The research findings reveal aesthetic values related to the Malay socio-cultural context of Kain Tenggarung motifs. Meanwhile, this study systematically documented the beauty of Kain Tenggarung as a Malay textile of the Malay world. ABSTRAK
Seni tekstil Melayu adalah budaya nyata Malaysia, dan ia digambarkan sebagai budaya material Melayu dalam aspek seni, kraf, tekstil, dan fesyen. Kain Tenggarung adalah satu lagi tekstil tradisional Melayu yang telah dipakai oleh kerabat diraja dan aristokrat Melayu selama lebih 200 tahun di Semenanjung Melayu, terutamanya di Kelantan dan Terengganu. Penyempurnaan tekstil tenunan Melayu ini dicirikan oleh kehalusan terperinci pada teknik ikat dan dilengkapi dengan benang emas songket. Hari ini, Kain Tenggarung tidak dikenali dan berpotensi pupus di pasaran tempatan Malaysia akibat kemasukan kain import dari India dan Pakistan. Situasi ini semakin teruk kerana Kain Tenggarung hampir tidak dihasilkan disebabkan tiada permintaan dalam kalangan rakyat Malaysia. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan nilai-nilai estetik dalam motif Kain Tenggarung dari aspek konteks sosiobudaya Melayu melalui perspektif teori estetik Melayu. Penyelidikan kualitatif ini mendekati teori berasaskan fenomenologi melalui pengumpulan data primer dan sekunder yang telah dianalisis melalui analisis kandungan. Penemuan penyelidikan ini mendedahkan nilai estetik yang berkaitan dengan konteks sosiobudaya Melayu bagi motif kain Tenggarung. Sementara itu, kajian ini secara sistematik mendokumentasikan keindahan Kain Tenggarung sebagai tekstil Melayu di dunia Melayu.
Title: The Art of Kain Tenggarung: The Malay Aesthetics and Socio-Cultural Context in the Malay Peninsula
Description:
The Malay textile art was a tangible culture of Malaysia, and it was portrayed as Malay material culture in the aspects of art, craft, textile, and fashion.
The Kain Tenggarung is another Malay traditional textile that has been worn by Malay royals and aristocracies for over 200 years in the Malay Peninsula, especially in Kelantan and Terengganu.
This refinement of Malay woven textile is characterized by detailed intricacy on the Ikat technique and supplemented with Songket gold thread.
Today, the Kain Tenggarung is unfamiliar and potentially extinct in the local Malaysian market due to the entry of imported fabric from India and Pakistan.
This situation worsens because Kain Tenggarung is barely produced due to no demand amongst Malaysians.
This study aims to describe aesthetic values in Kain Tenggarung motifs in the aspect of the Malay socio-cultural context through the perspective of the Malay aesthetics theory.
This qualitative research approaches grounded theory and phenomenology through primary and secondary data collection that has been analysed by content analysis.
The research findings reveal aesthetic values related to the Malay socio-cultural context of Kain Tenggarung motifs.
Meanwhile, this study systematically documented the beauty of Kain Tenggarung as a Malay textile of the Malay world.
ABSTRAK
Seni tekstil Melayu adalah budaya nyata Malaysia, dan ia digambarkan sebagai budaya material Melayu dalam aspek seni, kraf, tekstil, dan fesyen.
Kain Tenggarung adalah satu lagi tekstil tradisional Melayu yang telah dipakai oleh kerabat diraja dan aristokrat Melayu selama lebih 200 tahun di Semenanjung Melayu, terutamanya di Kelantan dan Terengganu.
Penyempurnaan tekstil tenunan Melayu ini dicirikan oleh kehalusan terperinci pada teknik ikat dan dilengkapi dengan benang emas songket.
Hari ini, Kain Tenggarung tidak dikenali dan berpotensi pupus di pasaran tempatan Malaysia akibat kemasukan kain import dari India dan Pakistan.
Situasi ini semakin teruk kerana Kain Tenggarung hampir tidak dihasilkan disebabkan tiada permintaan dalam kalangan rakyat Malaysia.
Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan nilai-nilai estetik dalam motif Kain Tenggarung dari aspek konteks sosiobudaya Melayu melalui perspektif teori estetik Melayu.
Penyelidikan kualitatif ini mendekati teori berasaskan fenomenologi melalui pengumpulan data primer dan sekunder yang telah dianalisis melalui analisis kandungan.
Penemuan penyelidikan ini mendedahkan nilai estetik yang berkaitan dengan konteks sosiobudaya Melayu bagi motif kain Tenggarung.
Sementara itu, kajian ini secara sistematik mendokumentasikan keindahan Kain Tenggarung sebagai tekstil Melayu di dunia Melayu.
.
Related Results
Cosmopolitan Musical Expressions Of Malay Indigeneity In Singapore
Cosmopolitan Musical Expressions Of Malay Indigeneity In Singapore
<p><strong>Over the past ten years, the activities of Malay composers with backgrounds in traditional music has been steadily increasing within the Malay traditional mu...
KAIN TENUN DI INDUSTRI MODE INDONESIA
KAIN TENUN DI INDUSTRI MODE INDONESIA
Indonesia, negeri yang diberkati dengan sejuta kekayaan. Mulai dari kekayaan alam hingga kekayaan budaya. Dalam dunia mode, sebenarnya terdapat banyak sekali kekayaan budaya Indone...
Penerapan Stilasi pada Motif Kain Tenun Blongsong Palembang
Penerapan Stilasi pada Motif Kain Tenun Blongsong Palembang
Blongsong merupakan salah satu kain tenun khas Palembang. Daerah yang terkenal menghasilkan kain tenun ini adalah Kelurahan Tuan Kentang. Merujuk pada sejarahnya, kain tenun blongs...
MAKNA DAN FUNGSI KAIN ULOS PADA PUSAT LATIHAN OPERA BATAK PEMATANG SIANTAR (PLOt) DI PEMATANG SIANTAR PROVINSI SUMATERA UTARA
MAKNA DAN FUNGSI KAIN ULOS PADA PUSAT LATIHAN OPERA BATAK PEMATANG SIANTAR (PLOt) DI PEMATANG SIANTAR PROVINSI SUMATERA UTARA
Ulos is a traditional Batak clothing that we can find in traditional events; birth, marriage, death and other Batak traditional ceremonies such as: Mandailing, Pakpak, Dairi, Sipir...
Proses Pembuatan Batik Gambo Di Desa Toman
Proses Pembuatan Batik Gambo Di Desa Toman
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembuatan Batik Gambo di Desa Toman Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin. Dalam penelitian ini menggu...
Thomas Bowrey (1701) 17th Century Description of Malay
Thomas Bowrey (1701) 17th Century Description of Malay
Thomas Bowrey, who was an employee of the British colonial government, visited the Malay-speaking region at the end of the 17th century and published a dictionary of Malay (1701) w...
THE MALAY WORLD IN HISTORY: STUDY ON MALAY IDENTITY
THE MALAY WORLD IN HISTORY: STUDY ON MALAY IDENTITY
Islam in the Malay World is recognized as one of the most influential cultural areas of the seven cultural regions in the world. Each of these cultural areas despite the Islamic fl...
PENCITRAAN BUDAYA POLITIK DALAM MOTIF TENUN SONGKET PALEMBANG ABAD KE-18-19 MASEHI
PENCITRAAN BUDAYA POLITIK DALAM MOTIF TENUN SONGKET PALEMBANG ABAD KE-18-19 MASEHI
Kain tenun songket adalah kain mewah yang aslinya memerlukan sejumlah emas asli untuk dijadikan benang emas, kemudian menjadi kain yang cantik. Kain songket merupakan kain tradisio...

