Javascript must be enabled to continue!
SISTEM MANAJEMEN OPERASI DAN PEMELIHARAAN KONSTRUKSI UNTUK MENJAGA KELESTARIAN HUTAN KOTA DI IBU KOTA NUSANTARA
View through CrossRef
Hutan kota Ibu Kota Nusantara (IKN), penting dan perlu didukung keberlanjutannya. Salah satu
yang dapat mendukung hutan kota IKN, adalah dipersiapkannya sistem manajemen operasi dan
pemeliharaan konstruksi, khususnya Bendungan Sipaku Semoi yang sedang dibangun dan mulai
diisi. Bendungan ini akan memasok 2.500 liter/detik air, dengan rincian untuk IKN 2.000
liter/detik dan Balikpapan 500 liter/detik. Masih juga ada pasokan dari intake Sepaku dan akan
dibangun 19 embung. Ada dua embung tambahan ditempatkan di Bandara VVIP IKN dan di
daerah Pamaluan. Ketersediaan air ini sangat mendukung konsep hutan kota IKN. Hal ini
mendorong dipersiapkannya sistem manajemen operasi dan pemeliharaan (OP) konstruksi
bendungan/embung/intake untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan fungsinya, sehingga tetap
terjaga kelestarian hutan kota IKN. Pengalaman dari bendungan Sadawarna dan bendungan
Kuningan dalam sistem OP keadaan darurat dapat menjadi persiapan sistem OP di lokasi studi.
Dokumen persiapan ini antara lain: Rencana pengelolaan bendungan; Pedoman OP bendungan
beserta waduknya; Pola operasi waduk; Rencana tindak darurat; Penetapan status penggunaan dan
Rencana penataan kawasan bendungan beserta waduknya, termasuk sempadan waduk. Semua ini
dilengkapi dengan standar operasional dan prosedur (SOP) dari kegiatan operasi, pemeliharaan,
pemantauan dan pengamanan bendungan beserta waduknya. Melalui kesiapan SOP peralatan
hidromekanikal dan elektrikal, SOP instrumen pantau keamanan bendungan dan SOP pemantauan
kawasan, yang didukung pula ketersediaan data dan analisis hidrologi dalam mengantisipasi segala
kemungkinan yang terjadi. Dengan sistem manajemen OP bendungan/embung/intake yang telah
dipersiapkan dan dilaksanakan secara konsisten, maka kelestarian hutan kota untuk IKN akan tetap
ada dan berkelanjutan menjaga ekosistem dan kenyamanan IKN.
Title: SISTEM MANAJEMEN OPERASI DAN PEMELIHARAAN KONSTRUKSI UNTUK MENJAGA KELESTARIAN HUTAN KOTA DI IBU KOTA NUSANTARA
Description:
Hutan kota Ibu Kota Nusantara (IKN), penting dan perlu didukung keberlanjutannya.
Salah satu
yang dapat mendukung hutan kota IKN, adalah dipersiapkannya sistem manajemen operasi dan
pemeliharaan konstruksi, khususnya Bendungan Sipaku Semoi yang sedang dibangun dan mulai
diisi.
Bendungan ini akan memasok 2.
500 liter/detik air, dengan rincian untuk IKN 2.
000
liter/detik dan Balikpapan 500 liter/detik.
Masih juga ada pasokan dari intake Sepaku dan akan
dibangun 19 embung.
Ada dua embung tambahan ditempatkan di Bandara VVIP IKN dan di
daerah Pamaluan.
Ketersediaan air ini sangat mendukung konsep hutan kota IKN.
Hal ini
mendorong dipersiapkannya sistem manajemen operasi dan pemeliharaan (OP) konstruksi
bendungan/embung/intake untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan fungsinya, sehingga tetap
terjaga kelestarian hutan kota IKN.
Pengalaman dari bendungan Sadawarna dan bendungan
Kuningan dalam sistem OP keadaan darurat dapat menjadi persiapan sistem OP di lokasi studi.
Dokumen persiapan ini antara lain: Rencana pengelolaan bendungan; Pedoman OP bendungan
beserta waduknya; Pola operasi waduk; Rencana tindak darurat; Penetapan status penggunaan dan
Rencana penataan kawasan bendungan beserta waduknya, termasuk sempadan waduk.
Semua ini
dilengkapi dengan standar operasional dan prosedur (SOP) dari kegiatan operasi, pemeliharaan,
pemantauan dan pengamanan bendungan beserta waduknya.
Melalui kesiapan SOP peralatan
hidromekanikal dan elektrikal, SOP instrumen pantau keamanan bendungan dan SOP pemantauan
kawasan, yang didukung pula ketersediaan data dan analisis hidrologi dalam mengantisipasi segala
kemungkinan yang terjadi.
Dengan sistem manajemen OP bendungan/embung/intake yang telah
dipersiapkan dan dilaksanakan secara konsisten, maka kelestarian hutan kota untuk IKN akan tetap
ada dan berkelanjutan menjaga ekosistem dan kenyamanan IKN.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
ABSTRAK
Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan d...
Analisis Strategi Pengembangan Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun Di Kabupaten Sarolangun
Analisis Strategi Pengembangan Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun Di Kabupaten Sarolangun
ABSTRACT
The Gunung Kembang Sarolangun City Forest is located in the Sarolangun Regency Government Office Complex. The urban forest was originally a biodiversity park and is includ...
ANALISIS PERANAN KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI DALAM MENCEGAH KETERLAMBATAN WAKTU KONSTRUKSI
ANALISIS PERANAN KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI DALAM MENCEGAH KETERLAMBATAN WAKTU KONSTRUKSI
ABSTRAK Seorang konsultan manajemen konstruksi berperan sebagai penasehat, pembantu, dan partner. Keterlibatan konsultan manajemen konstruksi diharapkan dapat memberikan informasi ...
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
Dalam ilmu statika benda didalam bidang dapat dibedakan menjadi konstruksi batang dan konstruksi rangka batang. Konstruksi rangka batang merupakan konstruksi yang terdiri dari elem...
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, menyebutkan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan...

