Javascript must be enabled to continue!
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
View through CrossRef
ABSTRAK
Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan di fasilitas kesehatan belum maksimal, terjadi keterlambatan pelayanan rujukan, mengakibatkan sangat terlambatnya pasien tiba di fasilitas pelayanan rujukan. Berbagai hambatan termasuk ketidakjelasan hubungan dengan BPJS Kesehatan dalam hal pengaturan sistem rujukan, terjadinya perbedaan pendapat rujukan dan perhatian terhadap pengembangan sistem rujukan di daerah yang masih kurang kuat. Tahun 2020 Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan Permenkes No. 3/2020 yang mengatur Klasifikasi dan Perizinan Rumah sakit, yang tentunya mempengaruhi sistem rujukan. Dengan sistem rujukan diharapkan meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu. Metode yang diambil berdasarkan tinjauan literatur dan penelitian yang mencoba menggali lebih banyak informasi guna mengetahui sistem rujukan yang terjadi di Indonesia baik kabupaten, propinsi, Puskesmas dan Rumah Sakit.
Sistem rujukan pelayanan kesehatan merupakan salah satu upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang memberikan dampak penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi akibat keterlambatan penanganan kegawatdaruratan. Sistem rujukan merupakan sistem dimana kordinasi merupakan unsur utama yang bersifat multi sektor dan harus ada dukungan berbagai profesi multi disiplin dan multi profesi. Untuk mendukung hal tersebut seluruh sarana pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta agar melaksanakan prosedur rujukan kesehatan mengacu Petunjuk Teknis Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan. Setiap sarana pelayanan kesehatan di kabupaten/kota diharapkan membuat pemetaan alur rujukan pelayanan kesehatan disesuaikan dengan tingkat kemampuan fasilitas kesehatan, keberadaan jaringan transportasi dan keadaan geografis wilayah masing-masing.
Simpulan penyediaan akses pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas menjadi tantangan besar, pemerintah harus memiliki komitmen kuat meningkatkan status kesehatan ibu dan anak, untuk mewujudkan program Penurunan AKI dan AKB tersebut diperlukan perbaikan sistem rujukan yang efektif dan efisien dengan memperkuat sistem rujukan kesehatan diberbagai jenjang pelayanan kesehatan.
Kata kunci : Sistem Rujukan, Pelayanan Kesehatan, Maternal Perinatal
ABSTRACTLate of referral is one of the main problems in the occurrence of maternal and infant mortality in Indonesia. Maternal and infant deaths can be caused by services at health facilities not yet maximized, there is a delay in referral services, resulting in very late patients arriving at the referral service facility. Various obstacles include unclear relations with BPJS Health in terms of setting a referral system, the occurrence of differences of referral opinions and attention to the d The health service referral system is one of the efforts to improve the quality of health services which has the effect of reducing maternal and infant mortality rates due to delays in emergency handling. The referral system is a system where coordination evelopment of a referral system in regions that are still not strong enough. is the main element that is multi-sectoral and there must be support from various multi-disciplinary and multi-professional professions. To support this,
all public and private health service facilities should carry out health referral procedures referring to the Technical Guidelines for Health Services Referral Systems. Each health service facility in the district / city is expected to make a mapping of health service referral flow tailored to the level of ability of the health facility, the existence of the transportation network and the geographical situation of each region.Conclusion the provision of access to quality maternal and child health services is a big challenge, the government must have a strong commitment to improve maternal and child health status, to realize the MMR and IMR Reduction program, it is necessary to improve an effectiveand efficient referral system by strengthening the health referral system at various levels of service health.’ Keywords: Referral System, Health Services, Maternal Perinatal
ABSTRAK
Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan di fasilitas kesehatan belum maksimal, terjadi keterlambatan pelayanan rujukan, mengakibatkan sangat terlambatnya pasien tiba di fasilitas pelayanan rujukan. Berbagai hambatan termasuk ketidakjelasan hubungan dengan BPJS Kesehatan dalam hal pengaturan sistem rujukan, terjadinya perbedaan pendapat rujukan dan perhatian terhadap pengembangan sistem rujukan di daerah yang masih kurang kuat. Tahun 2020 Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan Permenkes No. 3/2020 yang mengatur Klasifikasi dan Perizinan Rumah sakit, yang tentunya mempengaruhi sistem rujukan. Dengan sistem rujukan diharapkan meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu. Metode yang diambil berdasarkan tinjauan literatur dan penelitian yang mencoba menggali lebih banyak informasi guna mengetahui sistem rujukan yang terjadi di Indonesia baik kabupaten, propinsi, Puskesmas dan Rumah Sakit.
Sistem rujukan pelayanan kesehatan merupakan salah satu upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang memberikan dampak penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi akibat keterlambatan penanganan kegawatdaruratan. Sistem rujukan merupakan sistem dimana kordinasi merupakan unsur utama yang bersifat multi sektor dan harus ada dukungan berbagai profesi multi disiplin dan multi profesi. Untuk mendukung hal tersebut seluruh sarana pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta agar melaksanakan prosedur rujukan kesehatan mengacu Petunjuk Teknis Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan. Setiap sarana pelayanan kesehatan di kabupaten/kota diharapkan membuat pemetaan alur rujukan pelayanan kesehatan disesuaikan dengan tingkat kemampuan fasilitas kesehatan, keberadaan jaringan transportasi dan keadaan geografis wilayah masing-masing.
Simpulan penyediaan akses pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas menjadi tantangan besar, pemerintah harus memiliki komitmen kuat meningkatkan status kesehatan ibu dan anak, untuk mewujudkan program Penurunan AKI dan AKB tersebut diperlukan perbaikan sistem rujukan yang efektif dan efisien dengan memperkuat sistem rujukan kesehatan diberbagai jenjang pelayanan kesehatan.
Kata kunci : Sistem Rujukan, Pelayanan Kesehatan, Maternal Perinatal
ABSTRACTLate of referral is one of the main problems in the occurrence of maternal and infant mortality in Indonesia. Maternal and infant deaths can be caused by services at health facilities not yet maximized, there is a delay in referral services, resulting in very late patients arriving at the referral service facility. Various obstacles include unclear relations with BPJS Health in terms of setting a referral system, the occurrence of differences of referral opinions and attention to the d The health service referral system is one of the efforts to improve the quality of health services which has the effect of reducing maternal and infant mortality rates due to delays in emergency handling. The referral system is a system where coordination evelopment of a referral system in regions that are still not strong enough. is the main element that is multi-sectoral and there must be support from various multi-disciplinary and multi-professional professions. To support this,
all public and private health service facilities should carry out health referral procedures referring to the Technical Guidelines for Health Services Referral Systems. Each health service facility in the district / city is expected to make a mapping of health service referral flow tailored to the level of ability of the health facility, the existence of the transportation network and the geographical situation of each region.Conclusion the provision of access to quality maternal and child health services is a big challenge, the government must have a strong commitment to improve maternal and child health status, to realize the MMR and IMR Reduction program, it is necessary to improve an effectiveand efficient referral system by strengthening the health referral system at various levels of service health.’ Keywords: Referral System, Health Services, Maternal Perinatal
Title: SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
Description:
ABSTRAK
Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia.
Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan di fasilitas kesehatan belum maksimal, terjadi keterlambatan pelayanan rujukan, mengakibatkan sangat terlambatnya pasien tiba di fasilitas pelayanan rujukan.
Berbagai hambatan termasuk ketidakjelasan hubungan dengan BPJS Kesehatan dalam hal pengaturan sistem rujukan, terjadinya perbedaan pendapat rujukan dan perhatian terhadap pengembangan sistem rujukan di daerah yang masih kurang kuat.
Tahun 2020 Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan Permenkes No.
3/2020 yang mengatur Klasifikasi dan Perizinan Rumah sakit, yang tentunya mempengaruhi sistem rujukan.
Dengan sistem rujukan diharapkan meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu.
Metode yang diambil berdasarkan tinjauan literatur dan penelitian yang mencoba menggali lebih banyak informasi guna mengetahui sistem rujukan yang terjadi di Indonesia baik kabupaten, propinsi, Puskesmas dan Rumah Sakit.
Sistem rujukan pelayanan kesehatan merupakan salah satu upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang memberikan dampak penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi akibat keterlambatan penanganan kegawatdaruratan.
Sistem rujukan merupakan sistem dimana kordinasi merupakan unsur utama yang bersifat multi sektor dan harus ada dukungan berbagai profesi multi disiplin dan multi profesi.
Untuk mendukung hal tersebut seluruh sarana pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta agar melaksanakan prosedur rujukan kesehatan mengacu Petunjuk Teknis Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan.
Setiap sarana pelayanan kesehatan di kabupaten/kota diharapkan membuat pemetaan alur rujukan pelayanan kesehatan disesuaikan dengan tingkat kemampuan fasilitas kesehatan, keberadaan jaringan transportasi dan keadaan geografis wilayah masing-masing.
Simpulan penyediaan akses pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas menjadi tantangan besar, pemerintah harus memiliki komitmen kuat meningkatkan status kesehatan ibu dan anak, untuk mewujudkan program Penurunan AKI dan AKB tersebut diperlukan perbaikan sistem rujukan yang efektif dan efisien dengan memperkuat sistem rujukan kesehatan diberbagai jenjang pelayanan kesehatan.
Kata kunci : Sistem Rujukan, Pelayanan Kesehatan, Maternal Perinatal
ABSTRACTLate of referral is one of the main problems in the occurrence of maternal and infant mortality in Indonesia.
Maternal and infant deaths can be caused by services at health facilities not yet maximized, there is a delay in referral services, resulting in very late patients arriving at the referral service facility.
Various obstacles include unclear relations with BPJS Health in terms of setting a referral system, the occurrence of differences of referral opinions and attention to the d The health service referral system is one of the efforts to improve the quality of health services which has the effect of reducing maternal and infant mortality rates due to delays in emergency handling.
The referral system is a system where coordination evelopment of a referral system in regions that are still not strong enough.
is the main element that is multi-sectoral and there must be support from various multi-disciplinary and multi-professional professions.
To support this,
all public and private health service facilities should carry out health referral procedures referring to the Technical Guidelines for Health Services Referral Systems.
Each health service facility in the district / city is expected to make a mapping of health service referral flow tailored to the level of ability of the health facility, the existence of the transportation network and the geographical situation of each region.
Conclusion the provision of access to quality maternal and child health services is a big challenge, the government must have a strong commitment to improve maternal and child health status, to realize the MMR and IMR Reduction program, it is necessary to improve an effectiveand efficient referral system by strengthening the health referral system at various levels of service health.
’ Keywords: Referral System, Health Services, Maternal Perinatal
ABSTRAK
Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia.
Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan di fasilitas kesehatan belum maksimal, terjadi keterlambatan pelayanan rujukan, mengakibatkan sangat terlambatnya pasien tiba di fasilitas pelayanan rujukan.
Berbagai hambatan termasuk ketidakjelasan hubungan dengan BPJS Kesehatan dalam hal pengaturan sistem rujukan, terjadinya perbedaan pendapat rujukan dan perhatian terhadap pengembangan sistem rujukan di daerah yang masih kurang kuat.
Tahun 2020 Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan Permenkes No.
3/2020 yang mengatur Klasifikasi dan Perizinan Rumah sakit, yang tentunya mempengaruhi sistem rujukan.
Dengan sistem rujukan diharapkan meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu.
Metode yang diambil berdasarkan tinjauan literatur dan penelitian yang mencoba menggali lebih banyak informasi guna mengetahui sistem rujukan yang terjadi di Indonesia baik kabupaten, propinsi, Puskesmas dan Rumah Sakit.
Sistem rujukan pelayanan kesehatan merupakan salah satu upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang memberikan dampak penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi akibat keterlambatan penanganan kegawatdaruratan.
Sistem rujukan merupakan sistem dimana kordinasi merupakan unsur utama yang bersifat multi sektor dan harus ada dukungan berbagai profesi multi disiplin dan multi profesi.
Untuk mendukung hal tersebut seluruh sarana pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta agar melaksanakan prosedur rujukan kesehatan mengacu Petunjuk Teknis Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan.
Setiap sarana pelayanan kesehatan di kabupaten/kota diharapkan membuat pemetaan alur rujukan pelayanan kesehatan disesuaikan dengan tingkat kemampuan fasilitas kesehatan, keberadaan jaringan transportasi dan keadaan geografis wilayah masing-masing.
Simpulan penyediaan akses pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas menjadi tantangan besar, pemerintah harus memiliki komitmen kuat meningkatkan status kesehatan ibu dan anak, untuk mewujudkan program Penurunan AKI dan AKB tersebut diperlukan perbaikan sistem rujukan yang efektif dan efisien dengan memperkuat sistem rujukan kesehatan diberbagai jenjang pelayanan kesehatan.
Kata kunci : Sistem Rujukan, Pelayanan Kesehatan, Maternal Perinatal
ABSTRACTLate of referral is one of the main problems in the occurrence of maternal and infant mortality in Indonesia.
Maternal and infant deaths can be caused by services at health facilities not yet maximized, there is a delay in referral services, resulting in very late patients arriving at the referral service facility.
Various obstacles include unclear relations with BPJS Health in terms of setting a referral system, the occurrence of differences of referral opinions and attention to the d The health service referral system is one of the efforts to improve the quality of health services which has the effect of reducing maternal and infant mortality rates due to delays in emergency handling.
The referral system is a system where coordination evelopment of a referral system in regions that are still not strong enough.
is the main element that is multi-sectoral and there must be support from various multi-disciplinary and multi-professional professions.
To support this,
all public and private health service facilities should carry out health referral procedures referring to the Technical Guidelines for Health Services Referral Systems.
Each health service facility in the district / city is expected to make a mapping of health service referral flow tailored to the level of ability of the health facility, the existence of the transportation network and the geographical situation of each region.
Conclusion the provision of access to quality maternal and child health services is a big challenge, the government must have a strong commitment to improve maternal and child health status, to realize the MMR and IMR Reduction program, it is necessary to improve an effectiveand efficient referral system by strengthening the health referral system at various levels of service health.
’ Keywords: Referral System, Health Services, Maternal Perinatal.
Related Results
Penerapan Alur Pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) di Puskesmas Kota Parepare pada masa pandemi Covid
Penerapan Alur Pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) di Puskesmas Kota Parepare pada masa pandemi Covid
Latar belakang: Alur pelayanan di puskesmas selama pandemi di seluruh Puskesmas di kota parepare mengalami perubahanan pada mekanisme pelayanan terhadap pasien yang datang ke fa...
Gambaran Faktor Penyebab Rujukan Di Puskesmas Kota Depok
Gambaran Faktor Penyebab Rujukan Di Puskesmas Kota Depok
Referral System for Individual Health Services states that health services are conducted in stages according to medical needs, starting from basic, second, and then third level hea...
Implementasi Sistem Rujukan Layanan Kesehatan: Systematic Literature Review
Implementasi Sistem Rujukan Layanan Kesehatan: Systematic Literature Review
AbstractThe Health Care Referral System is a service system that controls the delegation of authority and responsibility for health problems which is carried out reciprocally verti...
Studi Kualitatif Penyebab Kematian Perinatal
Studi Kualitatif Penyebab Kematian Perinatal
The ability to administer a nation's health services is measured by determining the high and low maternal and perinatal mortality rates. The perinatal mortality rate is the largest...
Naskah Kebijakan Pelayanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Naskah Kebijakan Pelayanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28H Ayat (1) dan UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Pasal 5 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kesehatan. UU 1945 Pasal 28H Ayat (1) men...
Penetapan Dokter Gigi Layanan Primer di Indonesia
Penetapan Dokter Gigi Layanan Primer di Indonesia
Pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN) di Indonesia yang di implementasikan pada tahun 2014 merupakan tantangan untuk dapat melakukan perubahan pelayanan yang lebih terstrukt...
ANALISIS FAKTOR INTERNAL KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN
ANALISIS FAKTOR INTERNAL KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN
ABSTRAKLatar Belakang : Pelayanan kebidanan secara berkesinambungan (Continuity of care/ CoC), yang bertujuan untuk mengetahui tumbuh kembang janin dan kesehatan ibu, yang diberika...

