Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Ekstrak Daun Kelor Terhadap Berat Badan Balita Gizi Kurang Puskesmas Tamalate

View through CrossRef
Gizi kurang merupakan permasalahan gizi yang masih sering terjadi pada balita. Gizi kurang pada anak dapat membuat anak menjadi kurus dan pertumbuhan menjadi terhambat. Di Indonesia menurut UNICEF yaitu diperkirakan sebanyak 7,8 juta anak mengalami gizi kurang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi ekstrak daun kelor terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang di Puskesmas Tamalate Makassar. Penelitian ini dilakukan pada balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Tamalate Makassar. Jenis Penelitian ini menggunakan pre-exsperiment dengan desain (one group pre test-post test). Pengambilan sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 35 sampel berdasarkan menurut Gay dan Dhiel. Pemberian ekstrak daun kelor dikonsumsi setiap hari 1 kapsul (10 gram) selama 14 hari. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan berat badan balita gizi kurang sesudah pemberian ekstrak daun kelor (moringa oleifera). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh ekstrak daun kelor terhadap balita gizi kurang. Dari hasil uji Wilxocon didapatkan p=0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Diharapkan petugas kesehatan agar lebih berperan aktif dalam memberikan konseling atau pendidikan kesehatan tentang gizi pada balita serta mencari solusi terhadap dampak pada balita gizi kurang yang sangat berpengaruh pada tumbuh kembang balita tersebut.
Title: Pengaruh Ekstrak Daun Kelor Terhadap Berat Badan Balita Gizi Kurang Puskesmas Tamalate
Description:
Gizi kurang merupakan permasalahan gizi yang masih sering terjadi pada balita.
Gizi kurang pada anak dapat membuat anak menjadi kurus dan pertumbuhan menjadi terhambat.
Di Indonesia menurut UNICEF yaitu diperkirakan sebanyak 7,8 juta anak mengalami gizi kurang.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi ekstrak daun kelor terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang di Puskesmas Tamalate Makassar.
Penelitian ini dilakukan pada balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Tamalate Makassar.
Jenis Penelitian ini menggunakan pre-exsperiment dengan desain (one group pre test-post test).
Pengambilan sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 35 sampel berdasarkan menurut Gay dan Dhiel.
Pemberian ekstrak daun kelor dikonsumsi setiap hari 1 kapsul (10 gram) selama 14 hari.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan berat badan balita gizi kurang sesudah pemberian ekstrak daun kelor (moringa oleifera).
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh ekstrak daun kelor terhadap balita gizi kurang.
Dari hasil uji Wilxocon didapatkan p=0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima.
Diharapkan petugas kesehatan agar lebih berperan aktif dalam memberikan konseling atau pendidikan kesehatan tentang gizi pada balita serta mencari solusi terhadap dampak pada balita gizi kurang yang sangat berpengaruh pada tumbuh kembang balita tersebut.

Related Results

Karakterisasi Nanoemulsi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.)
Karakterisasi Nanoemulsi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.)
Kelor dikenal di seluruh dunia sebagai tanaman bergizi dan WHO telah memperkenalkan kelor sebagai salah satu pangan alternatif untuk mengatasi masalah gizi (malnutrisi) (Broin, 201...
REPRESENTASI SIMPLISIA DAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) TERPURIFIKASI
REPRESENTASI SIMPLISIA DAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) TERPURIFIKASI
Latar belakang: Kelor memiliki kandungan nutrisi yang tinggi oleh karena itu kelor termasuk dalam tumbuhan nutrasetika. Kelor berpotensi sebagai sumber pangan fungsional dan obat-o...
Pola Makan Balita Status Gizi Kurang di Puskesmas Ciumbuleuit Cidadap Bandung
Pola Makan Balita Status Gizi Kurang di Puskesmas Ciumbuleuit Cidadap Bandung
Abstract Underweight is a health disorder which is caused imbalance of nutrient needed for growth. The direct factor of underweight are food intake and infectious diseases. F...
UJI TOKSISITAS EKSTRAK TUMBUHAN AGERATUM CONYZOIDES L.TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGI DARAH MENCIT
UJI TOKSISITAS EKSTRAK TUMBUHAN AGERATUM CONYZOIDES L.TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGI DARAH MENCIT
Telah dilakukan penelitian tentang uji toksisitas ekstrak tumbuhan Ageratum conyzoides L. dari ekstrak akar dan daun terhadap pertum-buhan dan fisiologi darah mencit. Tujuan peneli...
PENDAMPINGAN CARA PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK STUNTING DAN GIZI KURANG DI DESA BAUMATA TIMUR
PENDAMPINGAN CARA PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK STUNTING DAN GIZI KURANG DI DESA BAUMATA TIMUR
Berdasarkan hasil survey lokasi yang dilakukan pada bulan April 2024 di Desa dan Puskesmas Baumata Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang menunjukkan bahwa, Puskesmas telah menjalankan...

Back to Top