Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENDAMPINGAN CARA PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK STUNTING DAN GIZI KURANG DI DESA BAUMATA TIMUR

View through CrossRef
Berdasarkan hasil survey lokasi yang dilakukan pada bulan April 2024 di Desa dan Puskesmas Baumata Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang menunjukkan bahwa, Puskesmas telah menjalankan pelayanan kesehatan sesuai peraturan dan program yang berlaku, namun beberapa jenis penyakit masih tinggi seperti Penyakit tidak menular (Diabetes mielitus, Hipertensi, Remotoitartritis) dan penyakit menular (ISP, dan DBD ) Gisi kurang 30 balita Gizi buruk 3 balita, serta 2 kasus bayi lahir mati (letak lintang) serta stunting 44 balita. Berdasarkan wawancara dengan ibu saat memberikan makan kepada anaknya di dapatkan hasil anak di biarkan saja apabila tidak mau makan dan hanya mau makan makanan instant seperti mie instant yang langsung di makan tanpa di olah terlebih dahulu. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mendampingi cara pemberian makan pada anak gizi kurang dan stunting di Desa Baumata Timur. Target kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah anak balita yang mengalami stunting dan gizi kurang di Desa Baumata Timur. Hasil kegiatan untuk tahap awal adalah berkoordinasi dengan kepala desa pada tanggal 25 Agustus 2025 untuk pelaksanaan kegiatan yang akan di lakukan. Oleh kepala desa tim di arahkan untuk bertemu dengan ketua KPM desa Baumata Timur. Pada tanggal 12 September 2025 pertemuan ke dua, tim berkoordinasi dengan ketua PKM untuk menentukan pelaksanaan kegiatan dan mendapatkan data balita yang menderita gizi kurang dan stunting yang terbaru maka bersama tim pengabdian kepada masyarakat menyusun rencana kegiatan bersama. Jadwal kegiatan di tentukan oleh ketua PKM sehingga tidak bersamaan dengan kegiatan lain dari kementrian yang juga memberikan pendampingan kepada balita. Pelaksanaan kegiatan ketiga di laksanakan pada tanggal 27 September 2025. Kegiatan yang di laksanakan berupa pengukuran antropometri pada balita yang hadir sebanyak 15 orang balita yang meliputi: timbang berat badan, pengukuran tinggi badan dan ukur lingkar lengan. Setelah itu di berikan pendidikan kesehatan oleh tim berupa pentingnya gizi bagi balita terutama untuk pertumbuhan dan perkembangan, dan media yang di gunakan berupa booklet yang isinya tentang materi yang berkaitan dengan gizi anak dan stunting juga memuat resep tentang cara pembuatan susu kedelai dan cara membuat sup bakso tahu daun kelor. Pada saat tim melakukan demonstrasi pembuatan susu kedelai, tampak ibu-ibu balita sangat antusias memperhatikan jalannya demonstrasi, setelah bahan-bahan semua siap, kemudian susu di masak hingga mendidih, kemudian di sajikan dan di beri minum pada balita gizi kurang dan stunting yang hadir setelah susu dalam keadaan masih hangat. Pelaksanaan kegiatan ke empat di laksanakan pada tanggal 11 Oktober 2025 dengan agenda kegiatan pengukuran antropometri pada balita yang hadir pada pertemuan tersebut, setelah itu tim menyiapkan bahan-bahan untuk demonstrasi pembuatan sup bakso tahu daun kelor. Setelah demonstrasi dan semua bahan yang telah di siapkan di masak dalam bentuk sup matang, kemudian oleh para kader membagikan kepada balita yang hadir untuk di konsumsi bersama-sama dan tim melakukan pendampingan cara pemberian makan yang baik kepada anak. Setelah kegiatan pendampingan selesai, tim kemudian menyerahkan 10% untuk mitra berupa timbangan, mikrotois dan alat pengukuran LILA kepada ketua PKM desa Baumata Timur untuk dapat di gunakan sebagaimana mestinya
Title: PENDAMPINGAN CARA PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK STUNTING DAN GIZI KURANG DI DESA BAUMATA TIMUR
Description:
Berdasarkan hasil survey lokasi yang dilakukan pada bulan April 2024 di Desa dan Puskesmas Baumata Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang menunjukkan bahwa, Puskesmas telah menjalankan pelayanan kesehatan sesuai peraturan dan program yang berlaku, namun beberapa jenis penyakit masih tinggi seperti Penyakit tidak menular (Diabetes mielitus, Hipertensi, Remotoitartritis) dan penyakit menular (ISP, dan DBD ) Gisi kurang 30 balita Gizi buruk 3 balita, serta 2 kasus bayi lahir mati (letak lintang) serta stunting 44 balita.
Berdasarkan wawancara dengan ibu saat memberikan makan kepada anaknya di dapatkan hasil anak di biarkan saja apabila tidak mau makan dan hanya mau makan makanan instant seperti mie instant yang langsung di makan tanpa di olah terlebih dahulu.
Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mendampingi cara pemberian makan pada anak gizi kurang dan stunting di Desa Baumata Timur.
Target kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah anak balita yang mengalami stunting dan gizi kurang di Desa Baumata Timur.
Hasil kegiatan untuk tahap awal adalah berkoordinasi dengan kepala desa pada tanggal 25 Agustus 2025 untuk pelaksanaan kegiatan yang akan di lakukan.
Oleh kepala desa tim di arahkan untuk bertemu dengan ketua KPM desa Baumata Timur.
Pada tanggal 12 September 2025 pertemuan ke dua, tim berkoordinasi dengan ketua PKM untuk menentukan pelaksanaan kegiatan dan mendapatkan data balita yang menderita gizi kurang dan stunting yang terbaru maka bersama tim pengabdian kepada masyarakat menyusun rencana kegiatan bersama.
Jadwal kegiatan di tentukan oleh ketua PKM sehingga tidak bersamaan dengan kegiatan lain dari kementrian yang juga memberikan pendampingan kepada balita.
Pelaksanaan kegiatan ketiga di laksanakan pada tanggal 27 September 2025.
Kegiatan yang di laksanakan berupa pengukuran antropometri pada balita yang hadir sebanyak 15 orang balita yang meliputi: timbang berat badan, pengukuran tinggi badan dan ukur lingkar lengan.
Setelah itu di berikan pendidikan kesehatan oleh tim berupa pentingnya gizi bagi balita terutama untuk pertumbuhan dan perkembangan, dan media yang di gunakan berupa booklet yang isinya tentang materi yang berkaitan dengan gizi anak dan stunting juga memuat resep tentang cara pembuatan susu kedelai dan cara membuat sup bakso tahu daun kelor.
Pada saat tim melakukan demonstrasi pembuatan susu kedelai, tampak ibu-ibu balita sangat antusias memperhatikan jalannya demonstrasi, setelah bahan-bahan semua siap, kemudian susu di masak hingga mendidih, kemudian di sajikan dan di beri minum pada balita gizi kurang dan stunting yang hadir setelah susu dalam keadaan masih hangat.
Pelaksanaan kegiatan ke empat di laksanakan pada tanggal 11 Oktober 2025 dengan agenda kegiatan pengukuran antropometri pada balita yang hadir pada pertemuan tersebut, setelah itu tim menyiapkan bahan-bahan untuk demonstrasi pembuatan sup bakso tahu daun kelor.
Setelah demonstrasi dan semua bahan yang telah di siapkan di masak dalam bentuk sup matang, kemudian oleh para kader membagikan kepada balita yang hadir untuk di konsumsi bersama-sama dan tim melakukan pendampingan cara pemberian makan yang baik kepada anak.
Setelah kegiatan pendampingan selesai, tim kemudian menyerahkan 10% untuk mitra berupa timbangan, mikrotois dan alat pengukuran LILA kepada ketua PKM desa Baumata Timur untuk dapat di gunakan sebagaimana mestinya.

Related Results

Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA REMAJA PUTRI DI SMPN KOTA JAMBI
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA REMAJA PUTRI DI SMPN KOTA JAMBI
Abstrak Pola makan yang baik akan mempengaruhi status gizi pada remaja. Salah satu masalah gizi yang disebabkan oleh pola makan yang tidak baik adalah  gizi kurang pada remaja yang...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pola Makan Balita Status Gizi Kurang di Puskesmas Ciumbuleuit Cidadap Bandung
Pola Makan Balita Status Gizi Kurang di Puskesmas Ciumbuleuit Cidadap Bandung
Abstract Underweight is a health disorder which is caused imbalance of nutrient needed for growth. The direct factor of underweight are food intake and infectious diseases. F...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
PENTINGYA PERAN TOKOH AGAMA DALAM MENCEGAH STUNTING PADA ANAK di KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG
PENTINGYA PERAN TOKOH AGAMA DALAM MENCEGAH STUNTING PADA ANAK di KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup serius di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah pedesaan dan terpencil di Kabupaten Kupang. Provinsi Nusa Tenggara T...

Back to Top