Javascript must be enabled to continue!
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI ANTARA PENYUMBANG DAN PETUGAS AMAL PEMBANGUNAN MASJID DI KABUPATEN PAMEKASAN MADURA
View through CrossRef
Setiap manusia akan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Cara manusia bersosialisasi adalah dengan cara interaksi sosial. Tentu saja berinteraksi dengan kata-kata menggunakan bahasa. Bahasa merupakan alat komunikasi antar manusia. Bahasa tentu sangat penting dalam kehidupan manusia. Kesantunan adalah norma atau etika komunikasi dalam masyarakat. Jadi orang akan setuju itu adalah untuk setiap individu untuk berinteraksi secara sosial dengan kata yang diucapkan akan diucapkan dengan santun. Kesantunan hanya dinilai tidak cukup bila membuat masyarakat yang santun dalam berbahasa. Solusinya adalah dengan memperhatikan prinsip kesantunan. Semua lapisan masyarakat harus mengetahui dan memahami hal ini, tidak terkecuali para donatur atau pejabat amal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena penelitian ini sendiri bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan penggunaan prinsip kesantunan yang muncul dalam interaksi antara donatur dan petugas zakat pembangunan masjid di Pamekasan Madura. Data penelitian ini berupa tuturan atau satuan percakapan antara kontributor petugas zakat di pinggir jalan di Pamekasan Madura. Sumber data adalah kontributor dan pengurus zakat di Pamekasan Madura. Berdasarkan temuan data dan analisis data ditemukan beberapa maksim kesantunan dalam interaksi antara donatur dengan petugas zakat di Pamekasan Madura. Prinsip kesatuan berdasarkan Lintah yang diterjemahkan ke dalam maksim kesantunan. Hasil penelitian Maxim sebagai berikut: (1) 4 tuturan hikmah, (2) 7 tuturan penyambutan, (3) 8 tuturan kedermawanan, (4) 3 tuturan rendah, (5) 21 tuturan kecocokan, dan (6) 8 ucapan simpati, Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa interaksi antara donatur dengan petugas zakat di Pamekasan Madura relatif santun. Karena interaksi mereka antara donatur dan petugas amal telah memenuhi prinsip kesopanan seperti yang dikemukakan oleh Lintah yang dijelaskan dengan maksim.
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Title: KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI ANTARA PENYUMBANG DAN PETUGAS AMAL PEMBANGUNAN MASJID DI KABUPATEN PAMEKASAN MADURA
Description:
Setiap manusia akan bersosialisasi dengan manusia lainnya.
Cara manusia bersosialisasi adalah dengan cara interaksi sosial.
Tentu saja berinteraksi dengan kata-kata menggunakan bahasa.
Bahasa merupakan alat komunikasi antar manusia.
Bahasa tentu sangat penting dalam kehidupan manusia.
Kesantunan adalah norma atau etika komunikasi dalam masyarakat.
Jadi orang akan setuju itu adalah untuk setiap individu untuk berinteraksi secara sosial dengan kata yang diucapkan akan diucapkan dengan santun.
Kesantunan hanya dinilai tidak cukup bila membuat masyarakat yang santun dalam berbahasa.
Solusinya adalah dengan memperhatikan prinsip kesantunan.
Semua lapisan masyarakat harus mengetahui dan memahami hal ini, tidak terkecuali para donatur atau pejabat amal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena penelitian ini sendiri bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan penggunaan prinsip kesantunan yang muncul dalam interaksi antara donatur dan petugas zakat pembangunan masjid di Pamekasan Madura.
Data penelitian ini berupa tuturan atau satuan percakapan antara kontributor petugas zakat di pinggir jalan di Pamekasan Madura.
Sumber data adalah kontributor dan pengurus zakat di Pamekasan Madura.
Berdasarkan temuan data dan analisis data ditemukan beberapa maksim kesantunan dalam interaksi antara donatur dengan petugas zakat di Pamekasan Madura.
Prinsip kesatuan berdasarkan Lintah yang diterjemahkan ke dalam maksim kesantunan.
Hasil penelitian Maxim sebagai berikut: (1) 4 tuturan hikmah, (2) 7 tuturan penyambutan, (3) 8 tuturan kedermawanan, (4) 3 tuturan rendah, (5) 21 tuturan kecocokan, dan (6) 8 ucapan simpati, Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa interaksi antara donatur dengan petugas zakat di Pamekasan Madura relatif santun.
Karena interaksi mereka antara donatur dan petugas amal telah memenuhi prinsip kesopanan seperti yang dikemukakan oleh Lintah yang dijelaskan dengan maksim.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DUA SISI EPISODE CAP GUBERNUR PEMBOHONG
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DUA SISI EPISODE CAP GUBERNUR PEMBOHONG
ABSTRAKPenelitian ini berjudul Kesantunan Berbahasa dalam Acara Dua Sisi Episode Cap Gubernur Pembohong. Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah bahwa pada era mod...
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT BATAK TOBA
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT BATAK TOBA
Upacara adat Batak Toba adalah upacara yang dihadiri oleh ketiga unsur Dalihan Na Tolu yaitu hula-hula (pihak perempuan), dongan sabutuha (kerabat semarga), dan boru (pihak laki-la...
KESANTUNAN DIREKTIF DAN EKSPRESIF DALAM WACANA FILM KARTUN ADIT SOPO JARWO (DIRECTIVE AND EXPRESSIVE POLITENESS IN THE DISCOURSE OF THE CARTOON FILM OF ADIT SOPO JARWO)
KESANTUNAN DIREKTIF DAN EKSPRESIF DALAM WACANA FILM KARTUN ADIT SOPO JARWO (DIRECTIVE AND EXPRESSIVE POLITENESS IN THE DISCOURSE OF THE CARTOON FILM OF ADIT SOPO JARWO)
Kesantunan Direktif dan Ekspressif dalam Film Kartun Adit Sopo Jarwo. Kesantunan pada zamansekarang semakin berkurang, hal ini dapat disebabkan zaman yang semakin modern, kesantuna...
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
Abstrak- Penyebaran Islam di Indonesia meninggalkan keberagaman budaya akibat adanya akulturasi khususnya di Pulau Jawa. Di antaranya adalah ritual-ritual atau aktivitas asli Jawa ...
PEMBERDAYAAN MASJID: Pembinaan Masjid agar Menjadi Masjid yang Makmur di Masjid Al-Huda Dusun Darussalam Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember
PEMBERDAYAAN MASJID: Pembinaan Masjid agar Menjadi Masjid yang Makmur di Masjid Al-Huda Dusun Darussalam Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember
Pemberdayaan ini bertujuan untuk mendampingi pembinaan masjid agar menjadi masjid yang makmur di Masjid Al-Huda Dusun Darussalam Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember...
Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Sosial di Pondok Pesantren Darul Husna Karawang: Perspektif Pragmatik
Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Sosial di Pondok Pesantren Darul Husna Karawang: Perspektif Pragmatik
Kesantunan berbahasa merupakan aspek fundamental dalam interaksi sosial, terutama di lingkungan pesantren yang menekankan nilai-nilai keislaman dan pendidikan karakter. Penelitian ...
MALE AND FEMALE STUDENTS’ POLITENESS IN SRAGEN, CENTRAL JAVA
MALE AND FEMALE STUDENTS’ POLITENESS IN SRAGEN, CENTRAL JAVA
The students' language politeness can be observed from gender perspective. The objective of this research is to describe the form of language politeness between male and female stu...

