Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemanfaatan Limbah Ampas Kopi dan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai Bahan Formulasi Sabun Mandi Cair

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi limbah ampas kopi dan Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap mutu sabun mandi cair, menganalisis interaksi kedua bahan terhadap karakteristik sabun mandi cair, serta menentukan formulasi terbaik berdasarkan mutu produk dan tingkat penerimaan panelis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas limbah ampas kopi, Virgin Coconut Oil (VCO), kalium hidroksida (KOH), gliserin, Coco-DEA, aquades, dan Propilen glikol. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi limbah ampas kopi (2%, 3%, dan 4%) dan konsentrasi VCO (21%, 22%, dan 23%), sehingga diperoleh sembilan kombinasi perlakuan dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi pH, viskositas, tinggi busa, dan uji hedonik. Data pH, viskositas, dan tinggi busa dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan, sedangkan data uji hedonik dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi limbah ampas kopi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH dan viskositas, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi busa. Konsentrasi VCO tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati, sedangkan interaksi antara limbah ampas kopi dan VCO hanya berpengaruh nyata terhadap nilai pH. Peningkatan konsentrasi limbah ampas kopi menyebabkan nilai pH dan viskositas cenderung menurun, sedangkan peningkatan konsentrasi VCO dalam rentang yang digunakan belum memberikan perubahan yang nyata terhadap mutu sabun mandi cair. Seluruh formulasi menghasilkan nilai pH 8,036–8,293, viskositas 392–660 cPs, dan tinggi busa 117,36–142,51 mm, yang memenuhi persyaratan mutu sabun mandi cair. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa seluruh formulasi dapat diterima oleh panelis pada parameter warna, aroma, dan tekstur, sehingga sabun mandi cair yang dihasilkan memiliki tingkat penerimaan yang baik. Berdasarkan metode indeks efektivitas yang mempertimbangkan seluruh parameter mutu fisik, kimia, dan sensori, perlakuan A1B1 (ampas kopi 2% dan VCO 21%) ditetapkan sebagai formulasi terbaik karena menghasilkan keseimbangan mutu yang paling optimal dengan nilai pH 8,129, viskositas 660 cPs, tinggi busa 140,15 mm, serta memperoleh tingkat penerimaan panelis yang baik. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah ampas kopi memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam formulasi sabun mandi cair berbasis VCO yang memenuhi standar mutu, dapat diterima oleh konsumen, serta berpotensi dikembangkan sebagai produk perawatan tubuh yang bernilai tambah dan ramah lingkungan.
Title: Pemanfaatan Limbah Ampas Kopi dan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai Bahan Formulasi Sabun Mandi Cair
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi limbah ampas kopi dan Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap mutu sabun mandi cair, menganalisis interaksi kedua bahan terhadap karakteristik sabun mandi cair, serta menentukan formulasi terbaik berdasarkan mutu produk dan tingkat penerimaan panelis.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas limbah ampas kopi, Virgin Coconut Oil (VCO), kalium hidroksida (KOH), gliserin, Coco-DEA, aquades, dan Propilen glikol.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi limbah ampas kopi (2%, 3%, dan 4%) dan konsentrasi VCO (21%, 22%, dan 23%), sehingga diperoleh sembilan kombinasi perlakuan dengan tiga kali ulangan.
Parameter yang diamati meliputi pH, viskositas, tinggi busa, dan uji hedonik.
Data pH, viskositas, dan tinggi busa dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan, sedangkan data uji hedonik dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi limbah ampas kopi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH dan viskositas, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi busa.
Konsentrasi VCO tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati, sedangkan interaksi antara limbah ampas kopi dan VCO hanya berpengaruh nyata terhadap nilai pH.
Peningkatan konsentrasi limbah ampas kopi menyebabkan nilai pH dan viskositas cenderung menurun, sedangkan peningkatan konsentrasi VCO dalam rentang yang digunakan belum memberikan perubahan yang nyata terhadap mutu sabun mandi cair.
Seluruh formulasi menghasilkan nilai pH 8,036–8,293, viskositas 392–660 cPs, dan tinggi busa 117,36–142,51 mm, yang memenuhi persyaratan mutu sabun mandi cair.
Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa seluruh formulasi dapat diterima oleh panelis pada parameter warna, aroma, dan tekstur, sehingga sabun mandi cair yang dihasilkan memiliki tingkat penerimaan yang baik.
Berdasarkan metode indeks efektivitas yang mempertimbangkan seluruh parameter mutu fisik, kimia, dan sensori, perlakuan A1B1 (ampas kopi 2% dan VCO 21%) ditetapkan sebagai formulasi terbaik karena menghasilkan keseimbangan mutu yang paling optimal dengan nilai pH 8,129, viskositas 660 cPs, tinggi busa 140,15 mm, serta memperoleh tingkat penerimaan panelis yang baik.
Penelitian ini membuktikan bahwa limbah ampas kopi memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam formulasi sabun mandi cair berbasis VCO yang memenuhi standar mutu, dapat diterima oleh konsumen, serta berpotensi dikembangkan sebagai produk perawatan tubuh yang bernilai tambah dan ramah lingkungan.

Related Results

PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) FERMENTASI DAN SABUN VCO DI KELURAHAN PALLANTIKANG, KECAMATAN MAROS, KABUPATEN MAROS
PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) FERMENTASI DAN SABUN VCO DI KELURAHAN PALLANTIKANG, KECAMATAN MAROS, KABUPATEN MAROS
Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa yang dibuat tanpa pemanasan atau tambahan bahan apapun sehingga komponen antioksidannya tidak mengalami kerusakan sehingga sering d...
Penambahan Limbah Ampas Kopi dengan Perlakuan Alkalisasi KOH pada Komposit Bermatriks Polipropilena
Penambahan Limbah Ampas Kopi dengan Perlakuan Alkalisasi KOH pada Komposit Bermatriks Polipropilena
Seiring berkembangnya teknologi maka perkembangan pengolahan dan pemanfaatan limbah juga semakin meningkat. Pada penelitian ini, limbah ampas kopi digunakan sebagai campuran bahan ...
Pemanfaatan Kombinasi Ampas Kopi Arabika dan Ampas Teh : Potensi sebagai Body Scrub Alami
Pemanfaatan Kombinasi Ampas Kopi Arabika dan Ampas Teh : Potensi sebagai Body Scrub Alami
Abstrak   Ampas kopi Arabika (Coffea arabica L.) dan ampas teh  merupakan limbah dari bahan alami yang berpotensi dijadikan bahan utama dalam formulasi body scrub. Ampas kopi den...
Pretreatment Limbah Pengolahan Kopi Untuk Menghasilkan Biogas Pada Proses Anaerobik
Pretreatment Limbah Pengolahan Kopi Untuk Menghasilkan Biogas Pada Proses Anaerobik
Pada penelitian ini mempelajari proses pretreatment limbah pengolahan kopi untuk menghasilkan biogas pada proses anaerobik. Limbah cair pengolahan kopi merupakan limbah cair yang b...
Prediksi Potensi Timbulan Limbah Ampas Kopi sebagai Sumber Penghasil Senyawa Bioaktif di Kota Pekanbaru
Prediksi Potensi Timbulan Limbah Ampas Kopi sebagai Sumber Penghasil Senyawa Bioaktif di Kota Pekanbaru
Prediksi yang akurat dari jumlah timbulan limbah ampas kopi sangat penting untuk pemanfaatan dan pengelolaannya. Metode pemodelan sering digunakan untuk memprediksi timbulan sampah...
DAMPAK PENGGUNAAN AMPAS KOPI TERHADAP KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR PAVING BLOCK
DAMPAK PENGGUNAAN AMPAS KOPI TERHADAP KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR PAVING BLOCK
With the decreasing availability of sand due to excessive exploitation and the increasing volume of organic waste such as coffee grounds, utilizing coffee grounds as a substitute f...
Pengolahan Kelapa Menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Metode Fermentasi Sederhana
Pengolahan Kelapa Menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Metode Fermentasi Sederhana
Coconut plant is frequently referred to as the plant of life since every part of it may be utilized and turned into a product. One of the commercial processed product by coconut is...

Back to Top