Javascript must be enabled to continue!
DAMPAK PENGGUNAAN AMPAS KOPI TERHADAP KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR PAVING BLOCK
View through CrossRef
With the decreasing availability of sand due to excessive exploitation and the increasing volume of organic waste such as coffee grounds, utilizing coffee grounds as a substitute for fine aggregates is expected to support the concept of sustainable development. This study aims to evaluate the effect of adding coffee grounds as a partial substitute for fine aggregates on the compressive strength and water absorption of paving blocks. The paving blocks were made with a cement-to-sand ratio of 1:6 and dimensions of 10.5 cm × 10.5 cm × 6 cm. Substitution was carried out in two conditions: untreated coffee grounds and washed coffee grounds, each at levels of 5%, 10%, 15%, and 20% by weight of fine aggregate. Of all variations, only the mixtures with 5% untreated coffee grounds and 5% washed coffee grounds were suitable for compressive strength testing. Compared to normal paving blocks, the compressive strength decreased by 61.2% for paving blocks using regular coffee grounds, and by 76.6% for those using washed coffee grounds. Water absorption tests showed that the addition of coffee grounds tended to increase the water absorption of the paving blocks. This study concludes that the use of coffee grounds, whether untreated or washed, is not recommended as a substitute material in paving blocks.
Abstrak
Dengan semakin berkurangnya ketersediaan pasir akibat eksploitasi berlebihan serta meningkatnya volume limbah organik seperti ampas kopi, pemanfaatan ampas kopi sebagai substitusi agregat halus diharapkan dapat mendukung konsep pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan ampas kopi sebagai substitusi parsial agregat halus terhadap kuat tekan dan daya serap paving block. Paving block dibuat dengan perbandingan semen terhadap pasir 1:6 dan ukuran 10,5 cm × 10,5 cm × 6 cm. Substitusi dilakukan dalam dua kondisi, yaitu ampas kopi biasa dan ampas kopi yang telah dicuci, masing-masing pada kadar 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat agregat halus. Dari seluruh variasi, hanya campuran dengan 5% ampas kopi biasa dan 5% ampas kopi cuci yang dapat dilanjutkan ke pengujian kuat tekan. Jika dibandingkan dengan paving block normal, penurunan kuat tekan tercatat sebesar 61,2% untuk paving block yang menggunakan ampas kopi biasa, dan sebesar 76,6% untuk paving block dengan ampas kopi cuci. Pengujian daya serap air menunjukkan bahwa penambahan ampas kopi cenderung meningkatkan daya serap paving block. Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan ampas kopi, baik dalam kondisi asli maupun setelah proses pencucian, tidak direkomendasikan sebagai bahan substitusi pada paving block.
Title: DAMPAK PENGGUNAAN AMPAS KOPI TERHADAP KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR PAVING BLOCK
Description:
With the decreasing availability of sand due to excessive exploitation and the increasing volume of organic waste such as coffee grounds, utilizing coffee grounds as a substitute for fine aggregates is expected to support the concept of sustainable development.
This study aims to evaluate the effect of adding coffee grounds as a partial substitute for fine aggregates on the compressive strength and water absorption of paving blocks.
The paving blocks were made with a cement-to-sand ratio of 1:6 and dimensions of 10.
5 cm × 10.
5 cm × 6 cm.
Substitution was carried out in two conditions: untreated coffee grounds and washed coffee grounds, each at levels of 5%, 10%, 15%, and 20% by weight of fine aggregate.
Of all variations, only the mixtures with 5% untreated coffee grounds and 5% washed coffee grounds were suitable for compressive strength testing.
Compared to normal paving blocks, the compressive strength decreased by 61.
2% for paving blocks using regular coffee grounds, and by 76.
6% for those using washed coffee grounds.
Water absorption tests showed that the addition of coffee grounds tended to increase the water absorption of the paving blocks.
This study concludes that the use of coffee grounds, whether untreated or washed, is not recommended as a substitute material in paving blocks.
Abstrak
Dengan semakin berkurangnya ketersediaan pasir akibat eksploitasi berlebihan serta meningkatnya volume limbah organik seperti ampas kopi, pemanfaatan ampas kopi sebagai substitusi agregat halus diharapkan dapat mendukung konsep pembangunan berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan ampas kopi sebagai substitusi parsial agregat halus terhadap kuat tekan dan daya serap paving block.
Paving block dibuat dengan perbandingan semen terhadap pasir 1:6 dan ukuran 10,5 cm × 10,5 cm × 6 cm.
Substitusi dilakukan dalam dua kondisi, yaitu ampas kopi biasa dan ampas kopi yang telah dicuci, masing-masing pada kadar 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat agregat halus.
Dari seluruh variasi, hanya campuran dengan 5% ampas kopi biasa dan 5% ampas kopi cuci yang dapat dilanjutkan ke pengujian kuat tekan.
Jika dibandingkan dengan paving block normal, penurunan kuat tekan tercatat sebesar 61,2% untuk paving block yang menggunakan ampas kopi biasa, dan sebesar 76,6% untuk paving block dengan ampas kopi cuci.
Pengujian daya serap air menunjukkan bahwa penambahan ampas kopi cenderung meningkatkan daya serap paving block.
Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan ampas kopi, baik dalam kondisi asli maupun setelah proses pencucian, tidak direkomendasikan sebagai bahan substitusi pada paving block.
Related Results
PEMANFAATAN LIMBAH POPOK BAYI SEBAGAI BAHAN CAMPURAN PEMBUATAN PAVING BLOCK
PEMANFAATAN LIMBAH POPOK BAYI SEBAGAI BAHAN CAMPURAN PEMBUATAN PAVING BLOCK
Popok bayi terbuat dari plastik dan campuran bahan kimia untuk menampung sisa-sisa metabolisme seperti air seni dan feses. Solusi dalam memanfaatkan limbah popok adalah dengan cara...
Pemanfaatan Kombinasi Ampas Kopi Arabika dan Ampas Teh : Potensi sebagai Body Scrub Alami
Pemanfaatan Kombinasi Ampas Kopi Arabika dan Ampas Teh : Potensi sebagai Body Scrub Alami
Abstrak
Ampas kopi Arabika (Coffea arabica L.) dan ampas teh merupakan limbah dari bahan alami yang berpotensi dijadikan bahan utama dalam formulasi body scrub. Ampas kopi den...
Sifat Fisik Paving Block Komposit sebagai Lapis Perkerasan Bebas Genangan Air (Permeable Pavement)
Sifat Fisik Paving Block Komposit sebagai Lapis Perkerasan Bebas Genangan Air (Permeable Pavement)
ABSTRAK
Peningkatan pembangunan menyebabkan semakin berkurangnya daerah resapan air. Hal ini dapat mengganggu sistem hidrologi dan menyebabkan banjir ketika musim hujan. Alte...
Analisa Segmenting, Targeting, Positioning, dan Swot Sebagai Strategi Pemasaran Kopi Karlos (Studi pada Produsen Kopi Karlos Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang)
Analisa Segmenting, Targeting, Positioning, dan Swot Sebagai Strategi Pemasaran Kopi Karlos (Studi pada Produsen Kopi Karlos Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang)
Kopi menjadi komoditas unggulan dalam sektor pertanian Indonesia. Salah satu daerah yang menjadi penghasil kopi terbesar adalah Malang, Jawa Timur. Kopi yang menjadi daya tarik dar...
Paving Blocks Made from Plastic Waste: Environmental Solutions & Business Potential
Paving Blocks Made from Plastic Waste: Environmental Solutions & Business Potential
The research in this thesis aims to find out the process of developing plastic waste products into paving blocks, to find out the business prospects of paving blocks from plastic w...
Penambahan Limbah Ampas Kopi dengan Perlakuan Alkalisasi KOH pada Komposit Bermatriks Polipropilena
Penambahan Limbah Ampas Kopi dengan Perlakuan Alkalisasi KOH pada Komposit Bermatriks Polipropilena
Seiring berkembangnya teknologi maka perkembangan pengolahan dan pemanfaatan limbah juga semakin meningkat. Pada penelitian ini, limbah ampas kopi digunakan sebagai campuran bahan ...
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Kayu sering digunakan sebagai batang tekan pada kuda-kuda dan kolom. Untuk mendukung bebanbesar dibutuhkan dimensi batang tekan tunggal cukup besar. Batang tekan tunggal dapat diga...
PENGARUH GENANGAN AIR TERHADAP PENGECORAN BETON IN-SITU
PENGARUH GENANGAN AIR TERHADAP PENGECORAN BETON IN-SITU
ABSTRACTHigh rainfall intensity maybe occur during the dry season. This can certainly disturb the erection of a building project, especially in a case of construction works requiri...

