Javascript must be enabled to continue!
MAKNA DIBALIK PESAN POLITIK KEBANGSAAN PRESIDEN JOKOWI (Analisis Wacana Kritis Fairclaugh Terhadap Pernyataan Sikap Presiden Joko Widodo Menanggapi Kerusuhan Rasial di Papua dan Papua Barat)
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mencari makna yang ada di balik pernyataan sikap Presiden Joko Widodo ketika menanggapi kerusuhan rasial yang menimpa masyarakat Papua dan Papua Barat beberapa waktu yang lalu. Pidato pernyataan sikap Jokowi tersebut menimbulkan pro dan kontra karena dianggap menyederhanakan persoalan yang terjadi. Aksi demo rusuh yang berujung pada kerusuhan rasial sendiri terjadi diberbagai daerah Papua bukan hanya dikarenakan adanya penangkapan mahasiswa papua oleh Polrestabes Surabaya saja, melainkan karena banyaknya berita dan informasi yang kurang bisa dipertanggung jawabkan bertebaran di media sosial yang sekarang ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Peneliti menganalisis pidato Presiden tersebut dengan menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Hasilnya menunjukkan bahwa presiden mewacanakan persoalan kesejahteraan yang tidak dinikmati masyarakat Papua dan Papua Barat sebagai biang keladi dari kerusuhan rasial yang terjadi. Pernyataan tersebut terlihat dimanfaatkan sebagai pembenaran untuk program-program Pemerintahan Jokowi di Papua dan Papua Barat, termasuk tentang infrastruktur karena program itulah yang diyakini akan mempercepat kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang
Title: MAKNA DIBALIK PESAN POLITIK KEBANGSAAN PRESIDEN JOKOWI (Analisis Wacana Kritis Fairclaugh Terhadap Pernyataan Sikap Presiden Joko Widodo Menanggapi Kerusuhan Rasial di Papua dan Papua Barat)
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mencari makna yang ada di balik pernyataan sikap Presiden Joko Widodo ketika menanggapi kerusuhan rasial yang menimpa masyarakat Papua dan Papua Barat beberapa waktu yang lalu.
Pidato pernyataan sikap Jokowi tersebut menimbulkan pro dan kontra karena dianggap menyederhanakan persoalan yang terjadi.
Aksi demo rusuh yang berujung pada kerusuhan rasial sendiri terjadi diberbagai daerah Papua bukan hanya dikarenakan adanya penangkapan mahasiswa papua oleh Polrestabes Surabaya saja, melainkan karena banyaknya berita dan informasi yang kurang bisa dipertanggung jawabkan bertebaran di media sosial yang sekarang ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Peneliti menganalisis pidato Presiden tersebut dengan menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough.
Hasilnya menunjukkan bahwa presiden mewacanakan persoalan kesejahteraan yang tidak dinikmati masyarakat Papua dan Papua Barat sebagai biang keladi dari kerusuhan rasial yang terjadi.
Pernyataan tersebut terlihat dimanfaatkan sebagai pembenaran untuk program-program Pemerintahan Jokowi di Papua dan Papua Barat, termasuk tentang infrastruktur karena program itulah yang diyakini akan mempercepat kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat.
Related Results
Implementasi Gaya Komunikasi Joko Widodo dalam Berpolitik
Implementasi Gaya Komunikasi Joko Widodo dalam Berpolitik
Penelitian ini didasarkan pada gaya komunikasi Joko Widodo yang sedikit berbeda dalam melakukan upaya pendekatan pada komunikasi politik. Sebagai aktor politik Joko Widodo mampu be...
Strategi Komunikasi Politik Staf Khusus Presiden Dalam Menangani Isu-Isu Disabilitas di Indonesia
Strategi Komunikasi Politik Staf Khusus Presiden Dalam Menangani Isu-Isu Disabilitas di Indonesia
Staf Khusus Presiden merupakan lembaga atau organisasi non struktural yang bertugas membantu dan memperlancar pelaksanaan tugas Presiden dalam memberikan pandangan dan pendapat ber...
Propaganda Ancaman Politik Identitas dalam Teks Pidato Jokowi
Propaganda Ancaman Politik Identitas dalam Teks Pidato Jokowi
Dalam kajian wacana, sebuah teks tidaklah netral dan steril karena memuat nilai-nilai yang diwujudkan melalui pemilihan kosakata. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap propagan...
GAYA RETORIKA KEPALA NEGARA RI: ANALISIS KOMPARATIF SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY) DAN JOKO WIDODO
GAYA RETORIKA KEPALA NEGARA RI: ANALISIS KOMPARATIF SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY) DAN JOKO WIDODO
AbstrakPenelitian ini membahas tentang kanon gaya retorika (Chanon Rethoric) kepala negara, yaitu Susilo BambangYudhoyono dan Joko Widodo. Baik Susilo Bambang Yudhoyono maupun Joko...
KATEGORI FATIS DAN UNGKAPAN SAPAAN BAHASA INDONESIA DALAM TEKS PIDATO PRESIDEN JOKOWI
KATEGORI FATIS DAN UNGKAPAN SAPAAN BAHASA INDONESIA DALAM TEKS PIDATO PRESIDEN JOKOWI
Teks-teks pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuat kategori fatis dan ungkapan sapaan bahasa Indonesia. Terkait itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori fati...
Citra Diri dalam Instagram Jokowi
Citra Diri dalam Instagram Jokowi
Communication is one of the basic human basic needs in living life as a social creature. Along with the development of the times that there is technology developing until social me...
ANALISIS TERHADAP PEMBAGIAN KEWENANGAN ANTARA PRESIDEN DENGAN WAKIL PRESIDEN DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA
ANALISIS TERHADAP PEMBAGIAN KEWENANGAN ANTARA PRESIDEN DENGAN WAKIL PRESIDEN DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA
Abstrak
Negara Republik Indonesia menerapkan sistem pemisahan kekuasaan dan puncak kepemimpinan dipimpin oleh Presiden dan Wakil Presiden, Indonesia yang menganut sistem Pres...
Politik Kreatif Ala Presiden Jokowi (Analisis Berdasarkan Habitus, Modal dan Ranah Perspektif Pierre Felix Bourdieu)
Politik Kreatif Ala Presiden Jokowi (Analisis Berdasarkan Habitus, Modal dan Ranah Perspektif Pierre Felix Bourdieu)
Politik kreatif menjadi salah satu pilihan terbaik bagi para pemimpin khususnya di Indonesia dalam memenangkan kepercayaan masyarakat. Politik kreatif menjadi salah satu sarana unt...

