Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS SOSIAL FENOMENA PINJAMAN ONLINE PEMICU PERILAKU KEJAHATAN DI SURABAYA

View through CrossRef
Pasca pandemi menyuguhkan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Indonesia seperti sapi di tengah gurun pasir, terutama masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi menengah ke bawah. Cari pekerjaan susah, begitu dapat pekerjaan gajinya rendah, kondisi ini diperparah dengan naiknya harga kebutuhan pokok. Kondisi sulit seperti ini ibarat sapi yang kehausan di tengah gurun, maka jika ada fatamorgana air sapi tersebut akan langsung datang berlari menghampiri. Seperti itulah kondisi masyarakat di Indonesia, terutama di Surabaya. Kondisi sulit dalam ekonomi dengan kebutuhan pokok yang tinggi menyebabkan masyarakat langsung berbondong-bondong ketika fatamorgana Pinjaman Onlline ditawarkan. Pinjaman online yang mudah dan cepat dalam pencairannya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang kesulitan dalam ekonomi. Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkap bagaimana fenomena pinjaman online bisa menjadi pemicu perilaku kejahatan di Surabaya dan apasaja faktor yang mempengaruhi perilaku kejahatan karena jeratan pinjaman online. Sehingga ditelaah secara komperehensif tentang kaitan dampak pinjaman online terhadap perilaku kejahatan secara tidak langsung (pemicu). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix method, yaitu memadukan data-data analisis kuantitatif untuk mengetahui dampak atau pengaruhnya dengan data-data kualitatif untuk mengetahui faktor-faktor penyebab perilaku kejahatan yang dipicu oleh pinjaman online. Sehingga teknik pengumpulan datanya menggunakan Observasi, kuesioner/angket, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian di analisis dengan dua metode, yaitu analisa atau uji instrument melalui uji validitas dan uji reliabilitas untuk menguji instrument kuantitatif, sedangkan analisa triangulasi untuk menguji validitas data kualitatif. Kemuadian dianalisa dengan regresi linier menggunakan uji asumsi klasik (uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji auto korelasi, uji t dan uji f) lalu diuji koefisien determinasinya untuk data kuantitatif, sehingga bisa diketahui pengaruh dan besaran pengaruhnya. Untuk data kualitatif dilakukan reduksi data agar data terpilah hanya yang sesuai tujuan penelitiannya, lalu dilakukan display data untuk menyusun data yang sudah direduksi agar sistematis dan mudah dipahami, baru terakhir verivikasi data atau interpretasi data agar tergampar simpulnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaji Rendah Berdampak signifikan (0,583) terhadap tindakan meminjam online (pinjol), karena 90% gaji atau upah tidak sampai UMR. Sehingga untuk menutup kekurangannya, seringkali pinjam secara online karena lebih mudah persyaratannya dan tanpa agunan. Kenaikan harga kebutuhan pokok berdampak signifikan (0,383) terhadap tindakan meminjam online (pinjol), karena ketidak mampuan dalam pemenuhan seluruh kebutuhan pokok, baik yang berhubungan dengan pangan, kesehatan, maupun pendidikan. Gaji Rendah dan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok berdampak signifikan (0,483) terhadap tindakan meminjam online (pinjol), karena Naiknya nilai UMR tidak dirasakan oleh sebagian besar pekerja di lembaga atau perusahaan swasta, sementara kenaikan harga keutuhan pokok yang terus meningkat pasti dirasakan oleh mereka yang tidak menikmati kenaikan UMR. Tindakan meminjam online (pinjol) berdampak signifikan (0,383) terhadap perilaku kejahatan/kriminal, karena denda keterlambatan sangat tinggi rata-rata 50-100 ribu/hari dan karena diintimidasi/diancam/dicaci-maki oleh pihak penagih hutang.
Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim Surabaya
Title: ANALISIS SOSIAL FENOMENA PINJAMAN ONLINE PEMICU PERILAKU KEJAHATAN DI SURABAYA
Description:
Pasca pandemi menyuguhkan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Indonesia seperti sapi di tengah gurun pasir, terutama masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi menengah ke bawah.
Cari pekerjaan susah, begitu dapat pekerjaan gajinya rendah, kondisi ini diperparah dengan naiknya harga kebutuhan pokok.
Kondisi sulit seperti ini ibarat sapi yang kehausan di tengah gurun, maka jika ada fatamorgana air sapi tersebut akan langsung datang berlari menghampiri.
Seperti itulah kondisi masyarakat di Indonesia, terutama di Surabaya.
Kondisi sulit dalam ekonomi dengan kebutuhan pokok yang tinggi menyebabkan masyarakat langsung berbondong-bondong ketika fatamorgana Pinjaman Onlline ditawarkan.
Pinjaman online yang mudah dan cepat dalam pencairannya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang kesulitan dalam ekonomi.
Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkap bagaimana fenomena pinjaman online bisa menjadi pemicu perilaku kejahatan di Surabaya dan apasaja faktor yang mempengaruhi perilaku kejahatan karena jeratan pinjaman online.
Sehingga ditelaah secara komperehensif tentang kaitan dampak pinjaman online terhadap perilaku kejahatan secara tidak langsung (pemicu).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix method, yaitu memadukan data-data analisis kuantitatif untuk mengetahui dampak atau pengaruhnya dengan data-data kualitatif untuk mengetahui faktor-faktor penyebab perilaku kejahatan yang dipicu oleh pinjaman online.
Sehingga teknik pengumpulan datanya menggunakan Observasi, kuesioner/angket, wawancara dan dokumentasi.
Data yang diperoleh kemudian di analisis dengan dua metode, yaitu analisa atau uji instrument melalui uji validitas dan uji reliabilitas untuk menguji instrument kuantitatif, sedangkan analisa triangulasi untuk menguji validitas data kualitatif.
Kemuadian dianalisa dengan regresi linier menggunakan uji asumsi klasik (uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji auto korelasi, uji t dan uji f) lalu diuji koefisien determinasinya untuk data kuantitatif, sehingga bisa diketahui pengaruh dan besaran pengaruhnya.
Untuk data kualitatif dilakukan reduksi data agar data terpilah hanya yang sesuai tujuan penelitiannya, lalu dilakukan display data untuk menyusun data yang sudah direduksi agar sistematis dan mudah dipahami, baru terakhir verivikasi data atau interpretasi data agar tergampar simpulnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaji Rendah Berdampak signifikan (0,583) terhadap tindakan meminjam online (pinjol), karena 90% gaji atau upah tidak sampai UMR.
Sehingga untuk menutup kekurangannya, seringkali pinjam secara online karena lebih mudah persyaratannya dan tanpa agunan.
Kenaikan harga kebutuhan pokok berdampak signifikan (0,383) terhadap tindakan meminjam online (pinjol), karena ketidak mampuan dalam pemenuhan seluruh kebutuhan pokok, baik yang berhubungan dengan pangan, kesehatan, maupun pendidikan.
Gaji Rendah dan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok berdampak signifikan (0,483) terhadap tindakan meminjam online (pinjol), karena Naiknya nilai UMR tidak dirasakan oleh sebagian besar pekerja di lembaga atau perusahaan swasta, sementara kenaikan harga keutuhan pokok yang terus meningkat pasti dirasakan oleh mereka yang tidak menikmati kenaikan UMR.
Tindakan meminjam online (pinjol) berdampak signifikan (0,383) terhadap perilaku kejahatan/kriminal, karena denda keterlambatan sangat tinggi rata-rata 50-100 ribu/hari dan karena diintimidasi/diancam/dicaci-maki oleh pihak penagih hutang.

Related Results

PENGARUH KONDISI LINGKUNGAN TERHADAP KERAWANAN KEJAHATAN DI KAWASAN PERKOTAAN Studi Kasus di Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung
PENGARUH KONDISI LINGKUNGAN TERHADAP KERAWANAN KEJAHATAN DI KAWASAN PERKOTAAN Studi Kasus di Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung
Kejahatan merupakan perubahan yang tidak direncanakan akibat proses pengembangan perkotaan. Pendekatan geografis dalam analisis kejahatan mampu menganalisis pola kejahatan mengguna...
ANALISIS EFEKTIVITAS APLIKASI WARGAKU SURABAYA DALAM MENUNJANG PELAYANAN PUBLIK MASYARAKAT KOTA SURABAYA
ANALISIS EFEKTIVITAS APLIKASI WARGAKU SURABAYA DALAM MENUNJANG PELAYANAN PUBLIK MASYARAKAT KOTA SURABAYA
Era revolusi industri 4.0 telah memaksa dunia bergerak kedalam trend digital dan internet di berbagai lini kehidupan bermasyarakat. Hal ini telah direspons secara positif oleh peme...
KEWIRAUSAHAAN
KEWIRAUSAHAAN
Pembahasan mengenai cara mengajukan pinjaman, langkah awal yang perlu dipahami yakni, apa yang dimaksud pinjaman?. Pinjaman adalah suatu jenis hutang yang dapat melibatkan semua je...
Tinjauan Hukum Mengenai Pinjaman Online (Spinjam) Pada Aplikasi Shopee Dalam Perspektif Perikatan Islam
Tinjauan Hukum Mengenai Pinjaman Online (Spinjam) Pada Aplikasi Shopee Dalam Perspektif Perikatan Islam
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sektor keuangan, termasuk munculnya layanan pinjaman online (fintech lending). Salah satu platform yang meny...
Kebijakan Perlakuan Piutang Bermasalah pada Koperasi Simpan Pinjam Artha Tunggal Makmur
Kebijakan Perlakuan Piutang Bermasalah pada Koperasi Simpan Pinjam Artha Tunggal Makmur
ABSTRAKKoperasi simpan pinjam adalah salah satu koperasi dimana paling dominan yang digunakan masyarakat saat ini. Pinjaman kredit adalah salah satu sarana dimana masyarakat mengun...
FENOMENA JUDI ONLINE DAN PINJAMAN ONLINE DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM : PENCUCIAN UANG MELALUI PINJAMAN ONLINE
FENOMENA JUDI ONLINE DAN PINJAMAN ONLINE DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM : PENCUCIAN UANG MELALUI PINJAMAN ONLINE
Fenomena judi online dan pencucian uang melalui pinjaman online telah menjadi isu serius di Indonesia, yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara norma sosial dan hukum positif...
Tinjauan Yuridis terhadap Kasus Pembunuhan dengan Racun Sianida
Tinjauan Yuridis terhadap Kasus Pembunuhan dengan Racun Sianida
Abstrak Kriminologi adalah ilmu  yang mempelajari  kejahatan dan kejahatan. Kriminologi berasal dari kata Crimen yang berarti kejahatan dan logos yang berarti ilmu pengetahuan, jad...
PERAN FKPM (FORUM KOMUNIKASI POLISI MASYARAKAT)KABUPATEN TRENGGALEK DALAMMENDUKUNG PENEGAKANHUKUM
PERAN FKPM (FORUM KOMUNIKASI POLISI MASYARAKAT)KABUPATEN TRENGGALEK DALAMMENDUKUNG PENEGAKANHUKUM
Perkembangan masyarakat saat ini yang telah masuk pada fase modern menyebabkan berkembangnya kejahatan atau tindak pidana yang mencakup jenis serta dimensi – dimensi yang sebelumny...

Back to Top