Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Eksistensi dan Keberlanjutan Budaya Baduy Luar Berbasis Permainan Tradisional

View through CrossRef
Traditional games activities are fun activities carried out by children, adolescents and adults, which are important for the development of abilities, character, morals and emotions in their efforts to form a strong personality needed during the period of growth to adulthood. This traditional game is also part of the cultural representation of the Baduy tribe, Banten. The aspect of sustainability is the main problem that must be faced because it is dealing directly with globalization, which can result in reduced existence in the future, which one day can make this culture only found in game museums or only in books because it is no longer played or separated from culture and the Baduy people. The author assumes that the original culture that exists in the Baduy tribe can maintain the existence of traditional folk games, so that they continue to grow and be played from generation to generation. This research method uses a qualitative approach, by carrying out the data collection and analysis stages of traditional folk game objects to see their existence, then through in-depth interviews to analyze their sustainability. The results of the study show that the existence and number of common traditional games in the Baduy have decreased and have even been played very little from year to year. This is different from the special traditional games of the Baduy which are still running because the tradition has been passed down from parent to child as an educational skill for daily activities that continues to be taught. The three pillars refer to the CSA (Community Sustainable Assessment), namely (1) Ecological aspects; (2) Social aspects; and (3) Spiritual sspect; shows a positive value for the Baduy tribe, even though the communication indicators in the social aspect are starting to see the entry of globalization information through the internet causing a degradation or declining in negative new habits, so that the existence and sustainability of the cultural side must begin to be a concern.Aktivitas permainan tradisional adalah kegiatan menyenangkan yang dilakukan oleh anak-anak, remaja maupun dewasa, yang penting bagi perkembangan kemampuan, karakter, moral dan emosional dalam usahanya membentuk kepribadian kuat yang dibutuhkan pada masa pertumbuhan sampai dengan dewasa. Permainan tradisional ini juga bagian dari representasi budaya pada suku Baduy, Banten. Aspek keberlanjutan adalah masalah utama yang harus dihadapi karena berhadapan langsung dengan globalisasi, yang bisa mengakibatkan berkurangnya eksistensi di masa mendatang, yang suatu saat bisa membuat budaya tersebut hanya bisa ditemui di museum permainan atau hanya di buku-buku karena sudah tidak dimainkan atau lepas dari budaya dan masyarakat Baduy. Penulis berasumsi bahwa budaya asli yang ada pada suku Baduy dapat menjaga eksistensi permainan rakyat tradisional, sehingga tetap tumbuh dan dimainkan dari generasi ke generasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melakukan tahap pendataan dan analisis objek permainan rakyat tradisional untuk melihat eksistensi yang ada, selanjutnya melalui wawancara mendalam untuk menganalisis keberlanjutannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi dan jumlah permainan tradisional umum di Baduy mengalami penurunan dan bahkan sudah sangat kurang dimainkan dari tahun ke tahun. Ini berbeda dengan permainan tradisional khusus Baduy yang tetap berjalan karena tradisi turun-temurun dari orangtua ke anak sebagai pendidikan keterampilan untuk aktivitas sehari-hari yang terus diajarkan. Tiga pilar berkelanjutan mengacu pada CSA (Community Sustainable Assessment), yaitu: (1) Aspek ekologis; (2) Aspek sosial; dan (3) Aspek spiritual; menunjukkan nilai yang positif pada suku Baduy, walaupun pada indikator komunikasi di aspek sosial mulai terlihat masuknya informasi globalisasi melalui internet menyebabkan adanya degradasi/penurunan terhadap kebiasaan baru yang negatif, sehingga eksistensi dan berkelanjutan dari sisi budaya harus mulai menjadi perhatian.
Title: Eksistensi dan Keberlanjutan Budaya Baduy Luar Berbasis Permainan Tradisional
Description:
Traditional games activities are fun activities carried out by children, adolescents and adults, which are important for the development of abilities, character, morals and emotions in their efforts to form a strong personality needed during the period of growth to adulthood.
This traditional game is also part of the cultural representation of the Baduy tribe, Banten.
The aspect of sustainability is the main problem that must be faced because it is dealing directly with globalization, which can result in reduced existence in the future, which one day can make this culture only found in game museums or only in books because it is no longer played or separated from culture and the Baduy people.
The author assumes that the original culture that exists in the Baduy tribe can maintain the existence of traditional folk games, so that they continue to grow and be played from generation to generation.
This research method uses a qualitative approach, by carrying out the data collection and analysis stages of traditional folk game objects to see their existence, then through in-depth interviews to analyze their sustainability.
The results of the study show that the existence and number of common traditional games in the Baduy have decreased and have even been played very little from year to year.
This is different from the special traditional games of the Baduy which are still running because the tradition has been passed down from parent to child as an educational skill for daily activities that continues to be taught.
The three pillars refer to the CSA (Community Sustainable Assessment), namely (1) Ecological aspects; (2) Social aspects; and (3) Spiritual sspect; shows a positive value for the Baduy tribe, even though the communication indicators in the social aspect are starting to see the entry of globalization information through the internet causing a degradation or declining in negative new habits, so that the existence and sustainability of the cultural side must begin to be a concern.
Aktivitas permainan tradisional adalah kegiatan menyenangkan yang dilakukan oleh anak-anak, remaja maupun dewasa, yang penting bagi perkembangan kemampuan, karakter, moral dan emosional dalam usahanya membentuk kepribadian kuat yang dibutuhkan pada masa pertumbuhan sampai dengan dewasa.
Permainan tradisional ini juga bagian dari representasi budaya pada suku Baduy, Banten.
Aspek keberlanjutan adalah masalah utama yang harus dihadapi karena berhadapan langsung dengan globalisasi, yang bisa mengakibatkan berkurangnya eksistensi di masa mendatang, yang suatu saat bisa membuat budaya tersebut hanya bisa ditemui di museum permainan atau hanya di buku-buku karena sudah tidak dimainkan atau lepas dari budaya dan masyarakat Baduy.
Penulis berasumsi bahwa budaya asli yang ada pada suku Baduy dapat menjaga eksistensi permainan rakyat tradisional, sehingga tetap tumbuh dan dimainkan dari generasi ke generasi.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melakukan tahap pendataan dan analisis objek permainan rakyat tradisional untuk melihat eksistensi yang ada, selanjutnya melalui wawancara mendalam untuk menganalisis keberlanjutannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi dan jumlah permainan tradisional umum di Baduy mengalami penurunan dan bahkan sudah sangat kurang dimainkan dari tahun ke tahun.
Ini berbeda dengan permainan tradisional khusus Baduy yang tetap berjalan karena tradisi turun-temurun dari orangtua ke anak sebagai pendidikan keterampilan untuk aktivitas sehari-hari yang terus diajarkan.
Tiga pilar berkelanjutan mengacu pada CSA (Community Sustainable Assessment), yaitu: (1) Aspek ekologis; (2) Aspek sosial; dan (3) Aspek spiritual; menunjukkan nilai yang positif pada suku Baduy, walaupun pada indikator komunikasi di aspek sosial mulai terlihat masuknya informasi globalisasi melalui internet menyebabkan adanya degradasi/penurunan terhadap kebiasaan baru yang negatif, sehingga eksistensi dan berkelanjutan dari sisi budaya harus mulai menjadi perhatian.

Related Results

Baduy Indigenous People's Food Accessibility Through Social Forest Management
Baduy Indigenous People's Food Accessibility Through Social Forest Management
AbstractFood Accessibility of the Baduy community through social forestry can increase the food security of the community, which in turn will also affect the welfare of the Baduy. ...
Harmoni dan Toleransi dalam Keragaman (Studi Kasus Umat Beragama pada Masyarakat Suku Baduy Lebak Banten)
Harmoni dan Toleransi dalam Keragaman (Studi Kasus Umat Beragama pada Masyarakat Suku Baduy Lebak Banten)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis; (1) Untuk mengetahui tentang keberagaman agama masyarakat suku Baduy, (2) Untuk mengetahui bentuk kerukunan dan tol...
Advancement of Baduy Muslims (Historical Overview of Religious Conversion in The Baduy Community)
Advancement of Baduy Muslims (Historical Overview of Religious Conversion in The Baduy Community)
Many people think that the Baduy people are very fanatical in carrying out their customary system and at the same time rejecting outside influences, including Islam. However, resea...
Adaptasi masyarakat suku baduy luar terhadap perkembangan global berbasis kearifan lokal
Adaptasi masyarakat suku baduy luar terhadap perkembangan global berbasis kearifan lokal
Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman. Salah satu keanekaragaman yang dimiliki Indonesia yaitu terdapatnya beragam suku. Suku-suku tersebut tersebar dari Sabang hin...
MADRASAH WIWITAN DI BADUY LUAR
MADRASAH WIWITAN DI BADUY LUAR
AbstractThis paper is the result of research that reveals the role of the Alam Wiwitan madrasah in providing educational services to  Baduy community in Cicakal Girang as an area i...
Makalah Permainan Bola Voli (Andriany Putri X MIA 3)
Makalah Permainan Bola Voli (Andriany Putri X MIA 3)
BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangPermainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) di YMCA pada tanggal ...
Model Pemberdayaan Kemandirian Pangan Berbasis Kearifan Lokal pada Masyarakat Adat Baduy
Model Pemberdayaan Kemandirian Pangan Berbasis Kearifan Lokal pada Masyarakat Adat Baduy
Krisis pangan global, perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan kerentanan sistem pangan modern mendorong pentingnya pengembangan model pangan berkelanjutan berbasis komunitas lok...

Back to Top