Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Model Pemberdayaan Kemandirian Pangan Berbasis Kearifan Lokal pada Masyarakat Adat Baduy

View through CrossRef
Krisis pangan global, perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan kerentanan sistem pangan modern mendorong pentingnya pengembangan model pangan berkelanjutan berbasis komunitas lokal dan kearifan tradisional. Masyarakat adat Baduy di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, merupakan salah satu komunitas adat yang masih mempertahankan sistem pangan tradisional berbasis nilai adat, konservasi lingkungan, dan solidaritas sosial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Baduy dalam mendukung sistem pangan komunitas, menganalisis mekanisme kemandirian pangan masyarakat adat Baduy, serta merumuskan model konseptual kemandirian pangan dan pemberdayaan berbasis kearifan lokal sebagai alternatif pembangunan pangan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif melalui studi literatur, dokumentasi, dan analisis deskriptif-kualitatif terhadap berbagai sumber ilmiah terkait masyarakat adat Baduy, sistem pangan lokal, dan pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian pangan masyarakat Baduy dibangun melalui integrasi antara pikukuh adat, kelembagaan adat, sistem pertanian huma, konservasi lingkungan, diversifikasi pangan, serta solidaritas sosial komunitas. Sistem pangan masyarakat Baduy memiliki karakter agroekologi yang ditunjukkan melalui penggunaan benih lokal, pembatasan eksploitasi alam, rotasi lahan, dan minimnya ketergantungan terhadap input eksternal pertanian. Selain memiliki kontribusi terhadap ketahanan pangan komunitas, sistem pangan Baduy juga memperkuat pemberdayaan masyarakat adat, mendukung konservasi lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. Namun demikian, keberlanjutan sistem pangan masyarakat Baduy menghadapi tantangan berupa modernisasi, tekanan pembangunan, perubahan sosial, dan masih terbatasnya perlindungan terhadap masyarakat adat. Model pangan masyarakat Baduy relevan sebagai alternatif pengembangan pembangunan pangan nasional yang berkelanjutan, resilien, dan berbasis komunitas lokal.
Title: Model Pemberdayaan Kemandirian Pangan Berbasis Kearifan Lokal pada Masyarakat Adat Baduy
Description:
Krisis pangan global, perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan kerentanan sistem pangan modern mendorong pentingnya pengembangan model pangan berkelanjutan berbasis komunitas lokal dan kearifan tradisional.
Masyarakat adat Baduy di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, merupakan salah satu komunitas adat yang masih mempertahankan sistem pangan tradisional berbasis nilai adat, konservasi lingkungan, dan solidaritas sosial.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Baduy dalam mendukung sistem pangan komunitas, menganalisis mekanisme kemandirian pangan masyarakat adat Baduy, serta merumuskan model konseptual kemandirian pangan dan pemberdayaan berbasis kearifan lokal sebagai alternatif pembangunan pangan berkelanjutan.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif melalui studi literatur, dokumentasi, dan analisis deskriptif-kualitatif terhadap berbagai sumber ilmiah terkait masyarakat adat Baduy, sistem pangan lokal, dan pembangunan berkelanjutan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian pangan masyarakat Baduy dibangun melalui integrasi antara pikukuh adat, kelembagaan adat, sistem pertanian huma, konservasi lingkungan, diversifikasi pangan, serta solidaritas sosial komunitas.
Sistem pangan masyarakat Baduy memiliki karakter agroekologi yang ditunjukkan melalui penggunaan benih lokal, pembatasan eksploitasi alam, rotasi lahan, dan minimnya ketergantungan terhadap input eksternal pertanian.
Selain memiliki kontribusi terhadap ketahanan pangan komunitas, sistem pangan Baduy juga memperkuat pemberdayaan masyarakat adat, mendukung konservasi lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.
Namun demikian, keberlanjutan sistem pangan masyarakat Baduy menghadapi tantangan berupa modernisasi, tekanan pembangunan, perubahan sosial, dan masih terbatasnya perlindungan terhadap masyarakat adat.
Model pangan masyarakat Baduy relevan sebagai alternatif pengembangan pembangunan pangan nasional yang berkelanjutan, resilien, dan berbasis komunitas lokal.

Related Results

Baduy Indigenous People's Food Accessibility Through Social Forest Management
Baduy Indigenous People's Food Accessibility Through Social Forest Management
AbstractFood Accessibility of the Baduy community through social forestry can increase the food security of the community, which in turn will also affect the welfare of the Baduy. ...
Harmoni dan Toleransi dalam Keragaman (Studi Kasus Umat Beragama pada Masyarakat Suku Baduy Lebak Banten)
Harmoni dan Toleransi dalam Keragaman (Studi Kasus Umat Beragama pada Masyarakat Suku Baduy Lebak Banten)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis; (1) Untuk mengetahui tentang keberagaman agama masyarakat suku Baduy, (2) Untuk mengetahui bentuk kerukunan dan tol...
Advancement of Baduy Muslims (Historical Overview of Religious Conversion in The Baduy Community)
Advancement of Baduy Muslims (Historical Overview of Religious Conversion in The Baduy Community)
Many people think that the Baduy people are very fanatical in carrying out their customary system and at the same time rejecting outside influences, including Islam. However, resea...
Adaptasi masyarakat suku baduy luar terhadap perkembangan global berbasis kearifan lokal
Adaptasi masyarakat suku baduy luar terhadap perkembangan global berbasis kearifan lokal
Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman. Salah satu keanekaragaman yang dimiliki Indonesia yaitu terdapatnya beragam suku. Suku-suku tersebut tersebar dari Sabang hin...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
MADRASAH WIWITAN DI BADUY LUAR
MADRASAH WIWITAN DI BADUY LUAR
AbstractThis paper is the result of research that reveals the role of the Alam Wiwitan madrasah in providing educational services to  Baduy community in Cicakal Girang as an area i...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...

Back to Top