Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kitab Sunan Dar-Quthni

View through CrossRef
Artikel ini membahas metode imam Dar-Quthni dalam menulis kitab Sunannya. Yang mana kita ketahui bahwa sistematika penulisan kitab sunan identik disusun sesuai dengan bab fiqih. Kitab sunan adalah buku yang memuat banyak hadis tentang hukum yang disusun secara bab fiqih. Dalam kitab sunan ini terdiri dari hadis yang shohih, hasandan dhoif.Dalam menulis kitab sunan itu merujuk pada dalil-dalil yang ada di dalam madzhab Syafi’i dalam sebagian besar permasalahan fiqihiyah dengan jalan menguatkan dalil dan menyebutkan sebab-sebab lemahnya dalil yang bertentangan.Imam Dar-Quthni memberi perhatian khusus pada kitab “sunan” dengan mengumpulkan komentar-komentar dari gurunya. Artinya kitab sunan itu sendiri berisi kumpulan dari komentar 3 gurunnya diantara 8 gurunya itu. Jika meriwayatkan hadis dari salah satu gurunya itu imam Dar-Quthni mencantumkan  komentar dari gurunya itu dengan menggunakan lafadz “qola fulan kadza’” atau, “qola lana fulan kadza”. Ketiga gurunya tersebut yaitu Abu Bakar bin Abi Dawud, Abu Muhammad ibn So’id dan Abu Bakar An-Naisaburi.Imam Dar-Quthni dalam menjelaskan kualitas suatu hadis terkadang dengan jelas mengemukakan derajat hadisnya, terkadang dengan menjelaskan keadaan rowinya.
Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah 2 Brebes
Title: Kitab Sunan Dar-Quthni
Description:
Artikel ini membahas metode imam Dar-Quthni dalam menulis kitab Sunannya.
Yang mana kita ketahui bahwa sistematika penulisan kitab sunan identik disusun sesuai dengan bab fiqih.
Kitab sunan adalah buku yang memuat banyak hadis tentang hukum yang disusun secara bab fiqih.
Dalam kitab sunan ini terdiri dari hadis yang shohih, hasandan dhoif.
Dalam menulis kitab sunan itu merujuk pada dalil-dalil yang ada di dalam madzhab Syafi’i dalam sebagian besar permasalahan fiqihiyah dengan jalan menguatkan dalil dan menyebutkan sebab-sebab lemahnya dalil yang bertentangan.
Imam Dar-Quthni memberi perhatian khusus pada kitab “sunan” dengan mengumpulkan komentar-komentar dari gurunya.
Artinya kitab sunan itu sendiri berisi kumpulan dari komentar 3 gurunnya diantara 8 gurunya itu.
Jika meriwayatkan hadis dari salah satu gurunya itu imam Dar-Quthni mencantumkan  komentar dari gurunya itu dengan menggunakan lafadz “qola fulan kadza’” atau, “qola lana fulan kadza”.
Ketiga gurunya tersebut yaitu Abu Bakar bin Abi Dawud, Abu Muhammad ibn So’id dan Abu Bakar An-Naisaburi.
Imam Dar-Quthni dalam menjelaskan kualitas suatu hadis terkadang dengan jelas mengemukakan derajat hadisnya, terkadang dengan menjelaskan keadaan rowinya.

Related Results

Epistemological Transformation of Hadith Transmission in Post-3rd Century of Sufi Tradition
Epistemological Transformation of Hadith Transmission in Post-3rd Century of Sufi Tradition
The discourse on hadith transmission within the Sufi tradition presents a compelling subject for inquiry, particularly concerning its inherent dynamics and the intellectual tension...
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
Penetapan Kanon Kitab Suci Perjanjian Lama dalam Gereja Katolik merupakan sebuah proses panjang dan kompleks yang bertujuan untuk menentukan kitab-kitab mana yang secara sah diakui...
Kitab Ahl Menurut Al-Shahrastani dalam bukunya al-Mila wa al-Nihal
Kitab Ahl Menurut Al-Shahrastani dalam bukunya al-Mila wa al-Nihal
Al-Syahrastani (wafat 548 H/1153 M) adalah seorang sejarawan dan filsuf yang memiliki latar belakang keagamaan yang kuat yang mempengaruhi agama dan heresiografer. Dia adalah salah...
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
Kitab Durratun Nashihin merupakan salah satu kitab yang bercorak targhib dan tarhib, banyak digunakan oleh masyarakat muslim khususnya di Indonesia. Ternyata di dalamnya banyak mem...
ANALISIS KITAB RUJUKAN HADIS YANG DIGUNAKAN DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM OLEH SHAYKH AL-ZARNUJI
ANALISIS KITAB RUJUKAN HADIS YANG DIGUNAKAN DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM OLEH SHAYKH AL-ZARNUJI
<p class="06IsiAbstrak">Kitab <em>Ta’lim al-Muta’alim</em> yang dikarang oleh shaykh al-Zarnuji merupakan kitab klasik yang berisikan adab atau etika belajar dan ...
Kontribusi Pemikiran Blasius Sudarsono dalam Karya Sivitas Akademika Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Kontribusi Pemikiran Blasius Sudarsono dalam Karya Sivitas Akademika Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
ABSTRACT Blasius Sudarsono, as one of the figures in the field of librarianship and documentation in Indonesia, has many interesting thoughts to study. The dissemination of Blasius...
Peran dan Periodisasi Wali Songo Dalam Pengembangan Budaya Islam di Nusantara
Peran dan Periodisasi Wali Songo Dalam Pengembangan Budaya Islam di Nusantara
Wali Songo sangat terkenal sebagai dewan dakwah dan berhasil menanamkan akidah dan syariat Islam di Nusantara khususnya di Pulau Jawa.  Wali Songo merupakan  orang yang senantiasa ...
POLARISASI SUFISTIK DAN HADIS PADA POPULARITAS IHYA’ ‘ULUMUDDIN DI NUSANTARA
POLARISASI SUFISTIK DAN HADIS PADA POPULARITAS IHYA’ ‘ULUMUDDIN DI NUSANTARA
<p><a name="_Hlk39758655"></a><span>Imam al-Ghazali sebagai pengarang kitab <em>Ihya’ ‘Ulumuddin </em>memiliki latar belakang hidup yang beragam...

Back to Top