Javascript must be enabled to continue!
ARAHAN PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI KABUPATEN JEMBER
View through CrossRef
Abstrak: Keberadaan SK kumuh Kabupaten Jember nomor 188.45/439/1.12/2020 mengalami kenaikan persebaran titik dan luasan yang sangat tinggi, khususnya Kecamatan Sumbersari. Pada SK Kumuh sebelumnya nomor 188.45/1.12/2016 Kecamatan Sumbersari hanya memiliki 7 titik dengan luasan 16,17 Ha, meningkat menjadi 73 titik dengan luasan 399,68 Ha pada SK Kumuh 188.45/439/1.12/2020. Permasalahan ini perlu diperhatikan mengingat Kawasan memiliki perputaran ekonomi tinggi karena karakteristiknya sebagai pusat pendidikan, dan pusat perdagangan jasa yang menarik banyak guna lahan. Penelitihan bertujuan melihat karakteristik kawasan kumuh melalui observasi pada titik kumuh di Kelurahan Sumbersari dan Karangrejo berdasarkan penetapan titik di SK Kumuh nomor 188.45/439/1.12/2020, faktor penyebab terjadinya peningkatan luasan dan titik kumuh di Kecamatan Sumbersari melalui metode Delphi, dan menyusun strategi peningkatan kualitas lingkungan kumuh melalui metode SWOT. Pada Metode Delphi menghasilkan 9 variabel konsensus penyebab peningkatan kekumuhan yaitu Saluran drainase, jaringan persampahan, jaringan jalan, sanitasi, penghasilan rendah, tingkat pendidikan, urbanisasi, kepadatan penduduk, perilaku masyarakat. Penentuan arahan penanganan menghasilkan 4 strategi yaitu (1) Peningkatan kalaborasi program KOTAKU dengan elemen masyarakat dan lembaga pendidikan, (2) Melakukan pengembangan kualitas prasarana kawasan permukiman, (3) Pemeliharaan ketersediaan air bersih pada kecamatan Sumbersari. dan (4) Pemberdayaan kegiatan UMKM lokal pada event lingkup Kecamatan/ Kabupaten.Abstract: The existence of the Decree on Slums in Jember Regency number 188.45/439/1.12/2020 has experienced a very high increase in the distribution of points and areas, especially in the Sumbersari District. In the previous Slum Decree number 188.45/1.12/2016 Sumbersari District only had 7 points with an area of 16.17 Ha, increased to 73 points with an area of 399.68 Ha in Slum Decree 188.45/439/1.12/2020. This problem needs to be considered considering that the area has a high economic turnover because of its characteristics as an education center, and a service trade center that attracts a lot of land uses. The research aims to look at the characteristics of slum areas through observation at slum points in Sumbersari and Karangrejo Subdistricts based on point determination in SK Kumuh number 188.45/439/1.12/2020, factors causing an increase in the area and slum points in Sumbersari District through the Delphi method, and develop a strategy to improve the quality of the slum environment through the SWOT method. The Delphi method produces 9 consensus variables that cause an increase in slums, namely drainage channels, solid waste networks, road networks, sanitation, low income, education level, urbanization, population density, community behavior. Determining the handling directive resulted in 4 strategies, namely (1) Increasing the collaboration of the KOTAKU program with community elements and educational institutions, (2) Developing the quality of residential area infrastructure, (3) Maintaining the availability of clean water in the Sumbersari sub-district. and (4) Empowerment of local UMKM activities at District/Regency scope events.
Universitas Muhammadiyah Mataram
Title: ARAHAN PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI KABUPATEN JEMBER
Description:
Abstrak: Keberadaan SK kumuh Kabupaten Jember nomor 188.
45/439/1.
12/2020 mengalami kenaikan persebaran titik dan luasan yang sangat tinggi, khususnya Kecamatan Sumbersari.
Pada SK Kumuh sebelumnya nomor 188.
45/1.
12/2016 Kecamatan Sumbersari hanya memiliki 7 titik dengan luasan 16,17 Ha, meningkat menjadi 73 titik dengan luasan 399,68 Ha pada SK Kumuh 188.
45/439/1.
12/2020.
Permasalahan ini perlu diperhatikan mengingat Kawasan memiliki perputaran ekonomi tinggi karena karakteristiknya sebagai pusat pendidikan, dan pusat perdagangan jasa yang menarik banyak guna lahan.
Penelitihan bertujuan melihat karakteristik kawasan kumuh melalui observasi pada titik kumuh di Kelurahan Sumbersari dan Karangrejo berdasarkan penetapan titik di SK Kumuh nomor 188.
45/439/1.
12/2020, faktor penyebab terjadinya peningkatan luasan dan titik kumuh di Kecamatan Sumbersari melalui metode Delphi, dan menyusun strategi peningkatan kualitas lingkungan kumuh melalui metode SWOT.
Pada Metode Delphi menghasilkan 9 variabel konsensus penyebab peningkatan kekumuhan yaitu Saluran drainase, jaringan persampahan, jaringan jalan, sanitasi, penghasilan rendah, tingkat pendidikan, urbanisasi, kepadatan penduduk, perilaku masyarakat.
Penentuan arahan penanganan menghasilkan 4 strategi yaitu (1) Peningkatan kalaborasi program KOTAKU dengan elemen masyarakat dan lembaga pendidikan, (2) Melakukan pengembangan kualitas prasarana kawasan permukiman, (3) Pemeliharaan ketersediaan air bersih pada kecamatan Sumbersari.
dan (4) Pemberdayaan kegiatan UMKM lokal pada event lingkup Kecamatan/ Kabupaten.
Abstract: The existence of the Decree on Slums in Jember Regency number 188.
45/439/1.
12/2020 has experienced a very high increase in the distribution of points and areas, especially in the Sumbersari District.
In the previous Slum Decree number 188.
45/1.
12/2016 Sumbersari District only had 7 points with an area of 16.
17 Ha, increased to 73 points with an area of 399.
68 Ha in Slum Decree 188.
45/439/1.
12/2020.
This problem needs to be considered considering that the area has a high economic turnover because of its characteristics as an education center, and a service trade center that attracts a lot of land uses.
The research aims to look at the characteristics of slum areas through observation at slum points in Sumbersari and Karangrejo Subdistricts based on point determination in SK Kumuh number 188.
45/439/1.
12/2020, factors causing an increase in the area and slum points in Sumbersari District through the Delphi method, and develop a strategy to improve the quality of the slum environment through the SWOT method.
The Delphi method produces 9 consensus variables that cause an increase in slums, namely drainage channels, solid waste networks, road networks, sanitation, low income, education level, urbanization, population density, community behavior.
Determining the handling directive resulted in 4 strategies, namely (1) Increasing the collaboration of the KOTAKU program with community elements and educational institutions, (2) Developing the quality of residential area infrastructure, (3) Maintaining the availability of clean water in the Sumbersari sub-district.
and (4) Empowerment of local UMKM activities at District/Regency scope events.
Related Results
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI SURAKARTA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI SURAKARTA
<p class="Style1">Kawasan permukiman kumuh merupakan kawasan yang terabaikan dari pembangunan kota dengan kondisi lingkungan permukiman yang mengalami penurunan kualitas fisi...
Evaluasi program kotaku sebagai penanganan kumuh di kecamatan panjang
Evaluasi program kotaku sebagai penanganan kumuh di kecamatan panjang
Bandar Lampung merupakan salah satu kota di Indonesia yang terdapat kawasan kumuh. Kawasan kumuh Kota Bandar Lampung adalah 4.365,26 Ha, dimana 44,55 Ha kawasan kumuh berat, 2.073,...
Peningkatan Kualitas Permukiman Melalui Program Kotaku Di Kelurahan Muara Bulian
Peningkatan Kualitas Permukiman Melalui Program Kotaku Di Kelurahan Muara Bulian
Kabupaten Batanghari merupakan kabupaten yang memiliki permasalahan permukiman kumuh. Dalam rangka menjaga dan meningkatkan kualitas permukiman di kabupaten Batanghari Dirjen Cipta...
Rencana Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh Perkotaan ( RP2KPKPK ) Kabupaten Musi Rawas Utara
Rencana Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh Perkotaan ( RP2KPKPK ) Kabupaten Musi Rawas Utara
Penyusunan Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKPK) Merupakan pendukung Rencana Strategis Kementerian PUPR tahun 2020 –...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH MASYARAKAT PESISIR DI DESA SANGSIT
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH MASYARAKAT PESISIR DI DESA SANGSIT
Desa Sangsit merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Buleleng yang memiliki sumberdaya kelautan yang potensial. Kenyataan ini didukung dengan peningkatan produktivitas hasil tangka...
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Lingkungan permukiman Kekalik Timur mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan, hal ini dapat mempengaruhi ruang terbuka hijau dan ketersediaan prasarana lingkungan ya...
PENDATAAN KAWASAN KUMUH PADA KELURAHAN BANGUN JAYA DAN MUARA LAKITAN KABUPATEN MUSI RAWAS
PENDATAAN KAWASAN KUMUH PADA KELURAHAN BANGUN JAYA DAN MUARA LAKITAN KABUPATEN MUSI RAWAS
Penanganan kawasan permukiman kumuh sesungguhnya perlu dilakukan tidak saja di kawasan-kawasan permukiman kumuh yang menjadi bagian kota metropolitan dan atau kota besar, tetapi ju...

