Javascript must be enabled to continue!
Peran dan Kedudukan Kalang dalam Pemerintahan Masa Kerajaan Mataram Kuno Berdasarkan Data Prasasti
View through CrossRef
Abstract. The Role and Status of the Kalang in the Administration of the Ancient Mataram Kingdom Based on Epigraphic Data. Kalang was an officer at the wanua (village) level and frequently mentioned in various inscriptions, especially regarding sīma ceremonies. The position of Kalang is associated with people whose work was related to forests and timber. Although there have been several previous studies on Kalang, discussions on the role and position of Kalang in the village administration during the Mataram Kingdom based on the details of pasĕk-pasĕk (gift) they received in ceremonies are still limited. This research aims to analyse the role and position of Kalang in the government during the Mataram Kingdom based on inscriptional data. This research uses a qualitative approach by collecting data from 29 inscriptions from 804 CE to 909 CE. The data was then subjected to processing, content analysis, and interpretation. The results of this study show that Kalang did not only stand as Kalang alone, but there were also other positions related to Kalang such as Tuha Kalang, Kalang Manguwu, Kalang Tunggu Durung, and others, which signalled the difference in their roles from one another. As for status, the results show that in some villages during the late Rakai Kayuwangi period and briefly during the Dyah Balitung period, Kalang and other Kalang-related positions occupied a high degree within the wanua bureaucracy, as seen from the number of pasĕk-pasĕk received which tended to be higher than other officials from the village that organised the ceremony.
Keywords: Kalang, Mataram Kingdom, Inscriptions, Pasĕk-Pasĕk
Abstrak. Kalang adalah jabatan di tingkat wanua (desa) dan kerap disebut dalam berbagai prasasti, utamanya mengenai upacara penetapan sīma. Posisi Kalang erat diasosiasikan dengan orang-orang yang pekerjaannya berkaitan dengan hutan dan kayu. Meski telah ada beberapa penelitian terdahulu mengenai Kalang, pembahasan mengenai peran dan kedudukan Kalang dalam bidang pemerintahan desa masa Kerajaan Mataram Kuno secara spesifik, misalnya melihat secara detail pasĕk-pasĕk (semacam hadiah) yang mereka terima dalam upacara, masihlah terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan kedudukan Kalang dalam pemerintahan pada masa Kerajaan Mataram Kuno berdasarkan data prasasti. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data dari 29 prasasti yang berasal dari tahun 804 M hingga 909 M. Data tersebut kemudian dilakukan pengolahan, analisis isi, dan interpretasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kalang tidak hanya berdiri sebagai Kalang saja, namun juga ada jabatan lain terkait Kalang seperti Tuha Kalang, Kalang Manguwu, Kalang Tunggu Durung, dan lain-lain, yang menandakan perbedaan peran mereka satu sama lain. Sementara perihal kedudukan, hasil menunjukkan bahwa di beberapa desa pada masa akhir Rakai Kayuwangi dan sempat pada masa Dyah Balitung, Kalang dan jabatan lain terkait Kalang menempati derajat yang tinggi dalam birokrasi di wanua, sebagaimana dilihat dari jumlah pasĕk-pasĕk yang diterima cenderung lebih tinggi dibanding pejabat lain dari desa penyelenggara upacara.
Kata kunci: Kalang, Kerajaan Mataram Kuno, Prasasti, Pasĕk-Pasĕk
Title: Peran dan Kedudukan Kalang dalam Pemerintahan Masa Kerajaan Mataram Kuno Berdasarkan Data Prasasti
Description:
Abstract.
The Role and Status of the Kalang in the Administration of the Ancient Mataram Kingdom Based on Epigraphic Data.
Kalang was an officer at the wanua (village) level and frequently mentioned in various inscriptions, especially regarding sīma ceremonies.
The position of Kalang is associated with people whose work was related to forests and timber.
Although there have been several previous studies on Kalang, discussions on the role and position of Kalang in the village administration during the Mataram Kingdom based on the details of pasĕk-pasĕk (gift) they received in ceremonies are still limited.
This research aims to analyse the role and position of Kalang in the government during the Mataram Kingdom based on inscriptional data.
This research uses a qualitative approach by collecting data from 29 inscriptions from 804 CE to 909 CE.
The data was then subjected to processing, content analysis, and interpretation.
The results of this study show that Kalang did not only stand as Kalang alone, but there were also other positions related to Kalang such as Tuha Kalang, Kalang Manguwu, Kalang Tunggu Durung, and others, which signalled the difference in their roles from one another.
As for status, the results show that in some villages during the late Rakai Kayuwangi period and briefly during the Dyah Balitung period, Kalang and other Kalang-related positions occupied a high degree within the wanua bureaucracy, as seen from the number of pasĕk-pasĕk received which tended to be higher than other officials from the village that organised the ceremony.
Keywords: Kalang, Mataram Kingdom, Inscriptions, Pasĕk-Pasĕk
Abstrak.
Kalang adalah jabatan di tingkat wanua (desa) dan kerap disebut dalam berbagai prasasti, utamanya mengenai upacara penetapan sīma.
Posisi Kalang erat diasosiasikan dengan orang-orang yang pekerjaannya berkaitan dengan hutan dan kayu.
Meski telah ada beberapa penelitian terdahulu mengenai Kalang, pembahasan mengenai peran dan kedudukan Kalang dalam bidang pemerintahan desa masa Kerajaan Mataram Kuno secara spesifik, misalnya melihat secara detail pasĕk-pasĕk (semacam hadiah) yang mereka terima dalam upacara, masihlah terbatas.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan kedudukan Kalang dalam pemerintahan pada masa Kerajaan Mataram Kuno berdasarkan data prasasti.
Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data dari 29 prasasti yang berasal dari tahun 804 M hingga 909 M.
Data tersebut kemudian dilakukan pengolahan, analisis isi, dan interpretasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kalang tidak hanya berdiri sebagai Kalang saja, namun juga ada jabatan lain terkait Kalang seperti Tuha Kalang, Kalang Manguwu, Kalang Tunggu Durung, dan lain-lain, yang menandakan perbedaan peran mereka satu sama lain.
Sementara perihal kedudukan, hasil menunjukkan bahwa di beberapa desa pada masa akhir Rakai Kayuwangi dan sempat pada masa Dyah Balitung, Kalang dan jabatan lain terkait Kalang menempati derajat yang tinggi dalam birokrasi di wanua, sebagaimana dilihat dari jumlah pasĕk-pasĕk yang diterima cenderung lebih tinggi dibanding pejabat lain dari desa penyelenggara upacara.
Kata kunci: Kalang, Kerajaan Mataram Kuno, Prasasti, Pasĕk-Pasĕk.
Related Results
OMAH KALANG OMAH TRADISI, DESA KALANG DESA TRADISI (Etnografi Tradisi Sub Etnis Jawa, Kalang)
OMAH KALANG OMAH TRADISI, DESA KALANG DESA TRADISI (Etnografi Tradisi Sub Etnis Jawa, Kalang)
Abstract: Dukuh Lumbu in the village is the village Lumansari (residential) sub ethnic Javanese which is known as the Kalang of Java, they were known as the Kalang people. Group Lo...
Pengalaman Informasi Orang Kalang Kendal Tentang Tradisi Kalang Obong Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Tradisi Kalang Obong
Pengalaman Informasi Orang Kalang Kendal Tentang Tradisi Kalang Obong Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Tradisi Kalang Obong
Culture is rapidly developing nowadays with easy access to diverse informationanywhere. However, this development impacts the information experience of the Orang Kalang regarding t...
PERAN SENTRAL POTENSI GEOGRAFIS TERHADAP PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN KERAJAAN MATARAM ISLAM
PERAN SENTRAL POTENSI GEOGRAFIS TERHADAP PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN KERAJAAN MATARAM ISLAM
Kerajaan Mataram Islam merupakan kerajaan bercorak agraris yang dirintis oleh Ki Gede Pemanahan pada abad ke-16 M setelah memisahkan diri dari pemerintahan Kerajaan Pajang. Jauh se...
INTELIJEN PEMERINTAHAN SEBAGAI CABANG BARU DARI ILMU PEMERINTAHAN
INTELIJEN PEMERINTAHAN SEBAGAI CABANG BARU DARI ILMU PEMERINTAHAN
Pembahasan tentang pemerintahan tentunya tidaklah boleh lepas dari disiplin ilmu dan teori-teori tentang Ilmu Pemerintahan itu sendiri. Sejatinya, sejarah ilmu pemerintahan sudah d...
Kejayaan Kerajaan Mataram Islam dan Pengaruhnya untuk Nusantara pada Masa Pemerintahan Sultan Agung Tahun 1613-1645 M
Kejayaan Kerajaan Mataram Islam dan Pengaruhnya untuk Nusantara pada Masa Pemerintahan Sultan Agung Tahun 1613-1645 M
Indonesia memiliki sejarah yang sangat menarik untuk dikaji. Banyaknya kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri diIndonesia, menjadikan Indonesia negeri yang kaya akan historis. Salah...
Perbandingan Bentuk dan Makna Nama Tempat Di Bali Berdasarkan Prasasti Bali Kuno
Perbandingan Bentuk dan Makna Nama Tempat Di Bali Berdasarkan Prasasti Bali Kuno
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan (1) nama tempat yang ada di Bali berdasarkan prasasti Bali Kuno, (2) perbandingan bentuk nama tempat di Bali berdasarkan prasasti Bali Ku...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

