Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

METODE AL-SUYUTI MERINGKAS AL-RADD ‘ALA 'L-MANTIQIYYIN KARYA IBN TAYMIYYA

View through CrossRef
Al-Radd 'ala 'l-Mantiqiyyin adalah sebuah karya yang ditulis oleh Ibn Taymiyya untuk mendekonstruksi semua prinsip-prinsip logika Aristoteles. Karena barangkali kejeniusannya, ketika mendekonstruksi logika Aristoteles tersebut, Ibn Taymiyya sering tidak bisa menghindarkan diri untuk tidak mendiskusikan topik-­topik yang sebenarnya tidak relevan (digressive), seperti isu-isu teologis dan metafisika, dan tak jarang pembahasannya terhadap masalah-masalah tertentu berulang-ulang (repetitive). Karenanya Al-Radd 'ala 'l-Mantiqiyyin sulit dipahami dan koherensi argumen yang dibangunnya tidak solid dan komprehensif, sehingga kritik Ibn Taymiyya terhadap logika terasa tidak begitu tajam. Ditangan al-Suyuti­lah, kritik Ibn Taymiyya terhadap logika itu terasa to the point. Al-Radd dengan 138.000 kata diringkas dan diberi pengantar oleh al-Suyuti  dalam karya (ringkasannya), Jahd al-Qariha fi Tajrid al Nasiha (mengeluarkan semua daya untuk ‘membersihkan’ Nasiha, viz. al-Radd) dengan hanya 32.000 kata. Upaya al- al-Suyuti tersebut berhasil dan karenanya diapresiasi oleh banyak orientalis, salah satunya, misalnya, oleh W.B. Hallaq, orientalis ternama bidang filsafat Islam. Kata Kunci: Metode meringkas, Al-Radd 'ala 'l-Mantiqiyyin, Jahd al-Qariha fi Tajrid al-Nasiha, al-Suyuti dan Ibn Taymiyya
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Title: METODE AL-SUYUTI MERINGKAS AL-RADD ‘ALA 'L-MANTIQIYYIN KARYA IBN TAYMIYYA
Description:
Al-Radd 'ala 'l-Mantiqiyyin adalah sebuah karya yang ditulis oleh Ibn Taymiyya untuk mendekonstruksi semua prinsip-prinsip logika Aristoteles.
Karena barangkali kejeniusannya, ketika mendekonstruksi logika Aristoteles tersebut, Ibn Taymiyya sering tidak bisa menghindarkan diri untuk tidak mendiskusikan topik-­topik yang sebenarnya tidak relevan (digressive), seperti isu-isu teologis dan metafisika, dan tak jarang pembahasannya terhadap masalah-masalah tertentu berulang-ulang (repetitive).
Karenanya Al-Radd 'ala 'l-Mantiqiyyin sulit dipahami dan koherensi argumen yang dibangunnya tidak solid dan komprehensif, sehingga kritik Ibn Taymiyya terhadap logika terasa tidak begitu tajam.
Ditangan al-Suyuti­lah, kritik Ibn Taymiyya terhadap logika itu terasa to the point.
Al-Radd dengan 138.
000 kata diringkas dan diberi pengantar oleh al-Suyuti  dalam karya (ringkasannya), Jahd al-Qariha fi Tajrid al Nasiha (mengeluarkan semua daya untuk ‘membersihkan’ Nasiha, viz.
al-Radd) dengan hanya 32.
000 kata.
Upaya al- al-Suyuti tersebut berhasil dan karenanya diapresiasi oleh banyak orientalis, salah satunya, misalnya, oleh W.
B.
Hallaq, orientalis ternama bidang filsafat Islam.
Kata Kunci: Metode meringkas, Al-Radd 'ala 'l-Mantiqiyyin, Jahd al-Qariha fi Tajrid al-Nasiha, al-Suyuti dan Ibn Taymiyya.

Related Results

CINTA MENYEMBUHKAN PENYAKIT HATI Sebuah Analisa Cinta menurut Ibnu Taymiyya dan Implikasinya bagi Dialog Islam-Kristen
CINTA MENYEMBUHKAN PENYAKIT HATI Sebuah Analisa Cinta menurut Ibnu Taymiyya dan Implikasinya bagi Dialog Islam-Kristen
Abstract. Ibn Taymiyya as one of Syaikul Islam (Islamic Expert) and Mujaddid (Revolutioner) frequently cited by extrimist in Islam. This fact cannot have a good correlation with hi...
Was Ibn Kathīr the ‘Spokesperson’ for Ibn Taymiyya? Jonah as a Prophet of Obedience
Was Ibn Kathīr the ‘Spokesperson’ for Ibn Taymiyya? Jonah as a Prophet of Obedience
Current scholarship views the Qur'anic exegesis of Ibn Kathīr as the product of the great Ibn Taymiyya. This paper argues that Ibn Kathīr had a distinct Qur'anic hermeneutic and ex...
The Reception of Ibn Taymiyya (d. 728/1328) in Ibrāhīm al-Kūrānī’s (d. 1101/1690) Works
The Reception of Ibn Taymiyya (d. 728/1328) in Ibrāhīm al-Kūrānī’s (d. 1101/1690) Works
Abstract Mullā Ibrāhīm al-Kūrānī (d. 1101/1690) was an Ashʿarī scholar who was heavily influenced by the Ṣufī ideas of Ibn ʿArabī (d. 638/1240). Nevertheless, he has...
A enzima delta-aminolevullnato desidratase
A enzima delta-aminolevullnato desidratase
Delta-aminolevulinic acid dehydratase (ALA-D, EC 4.2.1.24) is a sulfhydryl-containing enzyme that asymetrically condenses two molecules of delta-aminolevulinic acid (ALA), catalyzi...
Could Sufism Have Been a Means of Spreading Ibn Taymiyya's Thought in the Ottoman Empire?
Could Sufism Have Been a Means of Spreading Ibn Taymiyya's Thought in the Ottoman Empire?
AbstractCurrent studies on Ibn Taymiyya's influence on the intellectual life of the Ottoman Empire focus on the mid‐sixteenth and the early seventeenth centuries. In this paper, I ...
İbn Teymiyyede Fırak Yazıcılığı
İbn Teymiyyede Fırak Yazıcılığı
Heresiography in Ibn Taymiyya One of the important figures of the Ahl al-Hadith-Hanbali tradition, Ibn Taymiyya (d. 728/1328), as a result of his polemical personality, multifacete...

Back to Top