Javascript must be enabled to continue!
CINTA MENYEMBUHKAN PENYAKIT HATI Sebuah Analisa Cinta menurut Ibnu Taymiyya dan Implikasinya bagi Dialog Islam-Kristen
View through CrossRef
Abstract. Ibn Taymiyya as one of Syaikul Islam (Islamic Expert) and Mujaddid (Revolutioner) frequently cited by extrimist in Islam. This fact cannot have a good correlation with his long life works that also talks about love. When the writings about love is cited also, the other side of Ibn Taymiyya can be seen as a basis from Islamic-Christian dialogue. This paper is examines the writings of Ibn Taymiyya that talks about love. To seen his concept clearly, i will compare it with the concept of love in Sufism and also seeks the similarity and differences between them to see its influences in Ibn Taymiyya’s thought. I will try to see The concept of love from Ibn Taymiyya as a basis for dialogue, eventhough many other writings from him is also cited to support the extrimist concept.Keywords : Ibn Taymiyya, Love, Sufism, Islam-Christian dialogue. Abstrak. Ibn Taymiyya sebagai salah satu Syaikul Islam (Ahli Islam) dan Mujaddid (Revolusi) sering dikutip oleh extrimist dalam Islam. Fakta ini tidak dapat memiliki korelasi yang baik dengan karya-karya panjang umurnya yang juga berbicara tentang cinta. Ketika tulisan-tulisan tentang cinta dikutip juga, sisi lain Ibnu Taimiyah dapat dilihat sebagai dasar dari dialog Islam-Kristen. Makalah ini membahas tulisan-tulisan Ibnu Taimiyah yang berbicara tentang cinta. Untuk melihat konsepnya dengan jelas, saya akan membandingkannya dengan konsep cinta dalam Sufisme dan juga mencari kesamaan dan perbedaan di antara mereka untuk melihat pengaruhnya dalam pemikiran Ibnu Taimiyya. Saya akan mencoba untuk melihat konsep cinta dari Ibnu Taimiyah sebagai dasar untuk dialog, meskipun banyak tulisan lain darinya juga dikutip untuk mendukung konsep extrimist.Kata kunci: Ibn Taymiyya, Cinta, Sufisme, dialog Islam-Kristen.
Title: CINTA MENYEMBUHKAN PENYAKIT HATI Sebuah Analisa Cinta menurut Ibnu Taymiyya dan Implikasinya bagi Dialog Islam-Kristen
Description:
Abstract.
Ibn Taymiyya as one of Syaikul Islam (Islamic Expert) and Mujaddid (Revolutioner) frequently cited by extrimist in Islam.
This fact cannot have a good correlation with his long life works that also talks about love.
When the writings about love is cited also, the other side of Ibn Taymiyya can be seen as a basis from Islamic-Christian dialogue.
This paper is examines the writings of Ibn Taymiyya that talks about love.
To seen his concept clearly, i will compare it with the concept of love in Sufism and also seeks the similarity and differences between them to see its influences in Ibn Taymiyya’s thought.
I will try to see The concept of love from Ibn Taymiyya as a basis for dialogue, eventhough many other writings from him is also cited to support the extrimist concept.
Keywords : Ibn Taymiyya, Love, Sufism, Islam-Christian dialogue.
Abstrak.
Ibn Taymiyya sebagai salah satu Syaikul Islam (Ahli Islam) dan Mujaddid (Revolusi) sering dikutip oleh extrimist dalam Islam.
Fakta ini tidak dapat memiliki korelasi yang baik dengan karya-karya panjang umurnya yang juga berbicara tentang cinta.
Ketika tulisan-tulisan tentang cinta dikutip juga, sisi lain Ibnu Taimiyah dapat dilihat sebagai dasar dari dialog Islam-Kristen.
Makalah ini membahas tulisan-tulisan Ibnu Taimiyah yang berbicara tentang cinta.
Untuk melihat konsepnya dengan jelas, saya akan membandingkannya dengan konsep cinta dalam Sufisme dan juga mencari kesamaan dan perbedaan di antara mereka untuk melihat pengaruhnya dalam pemikiran Ibnu Taimiyya.
Saya akan mencoba untuk melihat konsep cinta dari Ibnu Taimiyah sebagai dasar untuk dialog, meskipun banyak tulisan lain darinya juga dikutip untuk mendukung konsep extrimist.
Kata kunci: Ibn Taymiyya, Cinta, Sufisme, dialog Islam-Kristen.
Related Results
Metafora cinta dalam bahasa Batak Toba
Metafora cinta dalam bahasa Batak Toba
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategorisasi metafora konseptual cinta dalam bahasa Batak Toba. Data yang digunakan adalah data tulis dan data lisan. Data tulis dipe...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
The Reception of Ibn Taymiyya (d. 728/1328) in Ibrāhīm al-Kūrānī’s (d. 1101/1690) Works
The Reception of Ibn Taymiyya (d. 728/1328) in Ibrāhīm al-Kūrānī’s (d. 1101/1690) Works
Abstract
Mullā Ibrāhīm al-Kūrānī (d. 1101/1690) was an Ashʿarī scholar who was heavily influenced by the Ṣufī ideas of Ibn ʿArabī (d. 638/1240). Nevertheless, he has...
Potensi Daun Kelor sebagai Herbal untuk Penyakit Hati Stadium Lanjut
Potensi Daun Kelor sebagai Herbal untuk Penyakit Hati Stadium Lanjut
Dalam buku "Potensi Daun Kelor sebagai Herbal untuk Penyakit Stadium Lanjut", penulis mengajak pembaca untuk menjelajahi potensi luar biasa tanaman kelor (Moringa oleifera) sebagai...
Was Ibn Kathīr the ‘Spokesperson’ for Ibn Taymiyya? Jonah as a Prophet of Obedience
Was Ibn Kathīr the ‘Spokesperson’ for Ibn Taymiyya? Jonah as a Prophet of Obedience
Current scholarship views the Qur'anic exegesis of Ibn Kathīr as the product of the great Ibn Taymiyya. This paper argues that Ibn Kathīr had a distinct Qur'anic hermeneutic and ex...
makalah penyakit menular-vania-XMIA3
makalah penyakit menular-vania-XMIA3
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Setiap manusia pernah mengalami sakit.Penyakit yang diderita oleh setiap makhluk berbeda satu dan yang lainnya.Sakit merupakan suatu keadaan diman...
Mendidik Hati Membentuk Karakter: Wawasan Al-Qur’an
Mendidik Hati Membentuk Karakter: Wawasan Al-Qur’an
Manusia diciptakan Allah dalam bentuk yang baik dan keadaan sempurna. Baik dari aspek jasmani maupun aspek rohani. Aspek jasmani yaitu tubuh manusia yang dapat di lihat seperti mat...

