Javascript must be enabled to continue!
KOMALA BUMI PERTIGA DAN PERANANANYA DALAM PEMERINTAHAN KESULTANAN BIMA TAHUN 1747-1751
View through CrossRef
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Peranan Komala Bumi Pertiga pada Pemerintahan Kesultanan Bima Tahun 1747-1751 dan untuk mengetahui upaya-upaya yang ditempuh pada masa pemerintahannya Untuk mengetahui Faktor-faktor apa sajakah yang menandai keberhasilan Komala Bumi Pertiga dalam menjalankan kesultanan Bima tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dilapangan dapat disimpulkan bahwa Peranan Komala Bumi Pertiga, seorang wanita berdarah Bima-Makassar, yakni anak dari Sultan Bima Alauddin Muhammad Syah dengan permaisurinya Karaeng Tana Sanga Mamuncaragi, putri Raja Gowa yang bernama Sirajuddin. Pada masa pemerintahan kesultanan Bima dikemudi dan dijalankan oleh Komala Bumi Pertiga yang didampingi oleh wali Sultan Ruma Bicara Abdul Ali, Komala cukup memberikan hak dan peluang kepada masyarakat (rakyat) untuk menyalurkan aspirasi terhadap perkembangan demi perkembangan yang terjadi di dalam kesultanan bima dan sama-sama menghadapi kondisi Belanda yang ingin menjalankan politik monopoli di samping mengadu domba antara pemerintahan kesultanan Bima dengan Makassar tentang daerah Manggarai yang sudah dijadikan mahar dalam perkawinan antara Sultan Alauddin Muhammad Syah dengan Karaeng Tana Sanga Mamuncaragi. Dengan menelusuri jejak perjuangan dan peranan Komala Bumi Pertiga dalam pemerintahan, baik di saat didampingi oleh wali Sultan Ruma Bicara Abdul Ali maupun di masa adiknya Abd. Kadim menginjak usia cukup dewasa, mengambil kembali tampuk pemerintahan, peranan beliau cukup nampak terlihat dan akan diingat selalu oleh zaman yang merasakan dan menikmati daerah Bima yang sudah bebas dan merdeka ini. Kisah perjalanan hidup sampai wafatnya Komala Bumi Pertiga berperan dalam kancah politik pemerintahan kesultanan Bima. Selama adiknya masih berusia muda, beliau berhasil menyelamatkan Bima dari ancaman Belanda.Usaha yang dilakukannya antara lain: (a) Di bidang Agama, beliau mengutus dan mengirim Mubaligh untuk menyiarkan agama Islam disetiap daerah yang ditaklukan kesultanan Bima, (b) Bidang Pemerintahan, Komala Bumi Pertiga mampu menggagalkan Belanda yang ingin menguasai daerah Manggarai NTT dan menjalankan monopoli perdagangan di daerah Bima.Kata Kunci: Komala bumi pertiga; Kesultanan Bima
Title: KOMALA BUMI PERTIGA DAN PERANANANYA DALAM PEMERINTAHAN KESULTANAN BIMA TAHUN 1747-1751
Description:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Peranan Komala Bumi Pertiga pada Pemerintahan Kesultanan Bima Tahun 1747-1751 dan untuk mengetahui upaya-upaya yang ditempuh pada masa pemerintahannya Untuk mengetahui Faktor-faktor apa sajakah yang menandai keberhasilan Komala Bumi Pertiga dalam menjalankan kesultanan Bima tahun.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dilapangan dapat disimpulkan bahwa Peranan Komala Bumi Pertiga, seorang wanita berdarah Bima-Makassar, yakni anak dari Sultan Bima Alauddin Muhammad Syah dengan permaisurinya Karaeng Tana Sanga Mamuncaragi, putri Raja Gowa yang bernama Sirajuddin.
Pada masa pemerintahan kesultanan Bima dikemudi dan dijalankan oleh Komala Bumi Pertiga yang didampingi oleh wali Sultan Ruma Bicara Abdul Ali, Komala cukup memberikan hak dan peluang kepada masyarakat (rakyat) untuk menyalurkan aspirasi terhadap perkembangan demi perkembangan yang terjadi di dalam kesultanan bima dan sama-sama menghadapi kondisi Belanda yang ingin menjalankan politik monopoli di samping mengadu domba antara pemerintahan kesultanan Bima dengan Makassar tentang daerah Manggarai yang sudah dijadikan mahar dalam perkawinan antara Sultan Alauddin Muhammad Syah dengan Karaeng Tana Sanga Mamuncaragi.
Dengan menelusuri jejak perjuangan dan peranan Komala Bumi Pertiga dalam pemerintahan, baik di saat didampingi oleh wali Sultan Ruma Bicara Abdul Ali maupun di masa adiknya Abd.
Kadim menginjak usia cukup dewasa, mengambil kembali tampuk pemerintahan, peranan beliau cukup nampak terlihat dan akan diingat selalu oleh zaman yang merasakan dan menikmati daerah Bima yang sudah bebas dan merdeka ini.
Kisah perjalanan hidup sampai wafatnya Komala Bumi Pertiga berperan dalam kancah politik pemerintahan kesultanan Bima.
Selama adiknya masih berusia muda, beliau berhasil menyelamatkan Bima dari ancaman Belanda.
Usaha yang dilakukannya antara lain: (a) Di bidang Agama, beliau mengutus dan mengirim Mubaligh untuk menyiarkan agama Islam disetiap daerah yang ditaklukan kesultanan Bima, (b) Bidang Pemerintahan, Komala Bumi Pertiga mampu menggagalkan Belanda yang ingin menguasai daerah Manggarai NTT dan menjalankan monopoli perdagangan di daerah Bima.
Kata Kunci: Komala bumi pertiga; Kesultanan Bima.
Related Results
INTELIJEN PEMERINTAHAN SEBAGAI CABANG BARU DARI ILMU PEMERINTAHAN
INTELIJEN PEMERINTAHAN SEBAGAI CABANG BARU DARI ILMU PEMERINTAHAN
Pembahasan tentang pemerintahan tentunya tidaklah boleh lepas dari disiplin ilmu dan teori-teori tentang Ilmu Pemerintahan itu sendiri. Sejatinya, sejarah ilmu pemerintahan sudah d...
PENGARUH JARINGAN PERDAGANGAN GLOBAL PADA STRUKTUR WILAYAH DAN KONFIGURASI SPASIAL PUSAT PEMERINTAHAN KESULTANAN-KESULTANAN MELAYU DI KALIMANTAN BARAT
PENGARUH JARINGAN PERDAGANGAN GLOBAL PADA STRUKTUR WILAYAH DAN KONFIGURASI SPASIAL PUSAT PEMERINTAHAN KESULTANAN-KESULTANAN MELAYU DI KALIMANTAN BARAT
Lokasi pusat-pusat pemerintahan kesultanan Melayu di Kalimantan Barat berada di sepanjang tepian sungai. Sungai menjadi faktor yang sangat penting dalam kehidupan kesultanan, yaitu...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
HUBUNGAN BILATERAL KERAJAAN MORONENE DENGAN KESULTANAN BUTON TAHUN 1491-1537
HUBUNGAN BILATERAL KERAJAAN MORONENE DENGAN KESULTANAN BUTON TAHUN 1491-1537
ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan latar belakang hubungan kerajaan Moronene dengan Kesultanan Buton tahun 1491-1537, 2) Mendeskripsikan hubungan bilat...
INTERELASI PERBANDINGANANTARA VISUAL BIMA RELIEF CANDI SUKUHDENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTATWEEN VISUAL BIMA AT SUKUH TEMPLE RELIEF WITH BIMA FIGURES IN WAYANG KULIT OF YOGYAKARTA STYLEENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
INTERELASI PERBANDINGANANTARA VISUAL BIMA RELIEF CANDI SUKUHDENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTATWEEN VISUAL BIMA AT SUKUH TEMPLE RELIEF WITH BIMA FIGURES IN WAYANG KULIT OF YOGYAKARTA STYLEENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
Penelitian ini dilatarbelakangi dari asumsi bahwa Bima relief Candi Sukuh dan Bima wayang kulit gaya Yogyakarta memiliki kemiripan perwujudan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ia...
TATA KELOLA ADMINISTRASI DESA DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA RANTAU ASEM KECAMATAN KATINGAN KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
TATA KELOLA ADMINISTRASI DESA DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA RANTAU ASEM KECAMATAN KATINGAN KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Sistem pemerintahan di Indonesia diselenggarakan secara bertingkat mulai dari pemerintahan pusat, provinsi, kabupaten/kota dan pemerintahan desa. Pada level pemerintahan desalah se...
Analisis Arah Kiblat Masjid Sigi Lamo Kesultanan Ternate
Analisis Arah Kiblat Masjid Sigi Lamo Kesultanan Ternate
Abstract. Mosques occupy an important position in the life of Muslims, not only in ritual worship, but also in various aspects of Muslim life. The Sultanate of Ternate is one of th...

